By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > Video Viral Ahok Kritik Kemampuan Jokowi-Gibran Picu Debat di Media Sosial
HeadlineTrending

Video Viral Ahok Kritik Kemampuan Jokowi-Gibran Picu Debat di Media Sosial

akurasi 2019
Last updated: Februari 7, 2024 2:38 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Video Viral Ahok Kritik Kemampuan Jokowi-Gibran Picu Debat di Media Sosial
Video Viral Ahok Kritik Kemampuan Jokowi-Gibran Picu Debat di Media Sosial. Merdekacom.
SHARE

Akurasi, Nasional. Jakarta, 7 Februari 2024. Sebuah video yang menampilkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, Ahok mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemampuan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dalam mengelola pemerintahan. Komentar ini menimbulkan berbagai reaksi di kalangan netizen dan politisi.

Dalam video yang direkam pada sebuah acara publik, Ahok terdengar menanyakan kepada seorang ibu mengenai pilihan keluarganya yang mendukung pasangan nomor urut 2 Prabowo-Gibran dalam pemilihan presiden. Ahok, dengan tegas, menyatakan keberatannya memilih presiden yang menurutnya “tidak sehat, emosional, dan tidak bisa kerja.” Dia juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa Gibran mungkin akan naik jabatan tiba-tiba, menggantikan posisi yang lebih senior.

Reaksi dari publik terhadap pernyataan Ahok ini beragam. Beberapa mendukung pandangannya, menyatakan bahwa kepemimpinan memerlukan pengalaman dan bukti kemampuan kerja yang solid. Sementara itu, pendukung Jokowi dan Gibran mengkritik Ahok, menegaskan bahwa keduanya telah menunjukkan kemampuan mereka dalam berbagai aspek pemerintahan.

Politikus PDIP, Ima Mahdiah, mencoba menjelaskan maksud di balik ucapan Ahok. Ima menegaskan bahwa komentar Ahok didasarkan pada kurangnya pengalaman Gibran yang baru menjabat sebagai Wali Kota Solo selama kurang dari empat tahun. Hal ini, menurut Ima, menjadikan rekam jejak Gibran belum cukup untuk memimpin populasi besar seperti Indonesia.

Perdebatan ini mencerminkan dinamika politik Indonesia yang semakin kompleks menjelang pemilihan presiden. Ahok, yang dikenal karena gaya bicaranya yang blak-blakan, seringkali memicu diskusi publik mengenai isu-isu politik dan sosial. Video ini juga menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi platform penting dalam membentuk opini publik dan mempengaruhi narasi politik di Indonesia.

Kritik Ahok ini membuka ruang bagi diskusi lebih lanjut mengenai kriteria dan standar yang harus dipenuhi oleh calon pemimpin negara. Pertanyaan tentang apa yang membuat seorang pemimpin efektif dan bagaimana pengalaman serta rekam jejak mempengaruhi kemampuan mereka dalam mengelola negara menjadi topik hangat di tengah masyarakat.

Video viral ini, tanpa diragukan lagi, menambah dinamika pada lanskap politik yang sudah sibuk di Indonesia, memicu perdebatan di antara pendukung dan kritikus, dan menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam kepemimpinan politik.(*)

Editor: Ani

TAGGED:AhokGibranJokowiPDIP
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Misteri Kematian Anak Tentara di Lanud Halim Perdanakusuma
Headline

Misteri Kematian Anak Tentara di Lanud Halim Perdanakusuma

By
akurasi 2019
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bagikan Kendaraan Dinas, Ini Daftar Mobil dan Motor yang Dialokasikan
HeadlinePeristiwa

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bagikan Kendaraan Dinas, Ini Daftar Mobil dan Motor yang Dialokasikan

By
Wili Wili
Presiden Prabowo Subianto Bertolak ke Beijing Penuhi Undangan Xi Jinping
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Subianto Bertolak ke Beijing Penuhi Undangan Xi Jinping

By
Wili Wili
Duduk Perkara Mobil Triton Tabrak Rumah, Picu Kebakaran 1 Bangunan di Samarinda
HeadlinePeristiwa

Duduk Perkara Mobil Triton Tabrak Rumah, Picu Kebakaran 1 Bangunan di Samarinda

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?