By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Usai Anak PDP Meninggal, 30 Tenaga Medis di 2 Rumah Sakit Bontang Positif Covid-19 Hasil Rapid Test
Trending

Usai Anak PDP Meninggal, 30 Tenaga Medis di 2 Rumah Sakit Bontang Positif Covid-19 Hasil Rapid Test

akurasi 2019
Last updated: Maret 22, 2021 3:27 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
2 rumah sakit bontang
Sebanyak 30 tenaga medis di Kota Bontang menunjukkan reaktif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test. (Ilustrasi)
SHARE
2 rumah sakit bontang
Sebanyak 30 tenaga medis di Kota Bontang menunjukkan reaktif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test. (Ilustrasi)

Akurasi.id, Bontang – Wabah pandemi virus corona atau Covid-19 di Kota Bontang, patutnya menjadi perhatian serius dari semua masyarakat. Sebabnya, berdasarkan hasil rapid test atau tes cepat terhadap 30 tenaga medis yang ada di 2 rumah sakit di Bontang terkonfirmasi Covid-19.

baca juga: BREAKING: 5 Warga Kutim Dinyatakan Positif Covid-19, Semua Dirawat di RSUD Kudungga

Informasi itu sendiri disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Andi Muhammad Ishak, saat menggelar video telekonferensi dengan awak media, Sabtu (25/4/20) sore tadi.

“Informasi lisan yang kami dapatkan, ada sekitar 40 orang tenaga medis yang terkonfirmasi Covid-19 berdasarkan hasil rapid test. Namun untuk data tertulisnya ada 30 tenaga medis. Saya juga masih menunggu data resminya dari Dinkes Bontang,” tuturnya.

Lonjakan terhadap tenaga medis dengan hasil reaktif Covid-19 berdasarkan rapid test tersebut, diketahui, bermula dari adanya seorang anak berusia 8 tahun dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang dirawat pertama kali di Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB) dari tanggal 6-23 April 2020.

Pada saat awal dirujuk ke RSIB, orangtua dari pasien ternyata tidak menyampaikan secara jujur perihal riwayat perjalanan mereka kepada tim medis ketika ditanya. Orangtua pasien menyebut kalau mereka tidak pernah melakuka perjalanan ke luar daerah.

Namun belakangan, setelah si anak dirujuk ke RSUD Taman Husada Bontang pada 23 April 2020 siang, diketahui kalau orangtua si anak pernah melakukan perjalanan dinas ke luar daerah, tepatnya ke Jakarta.

Beberapa waktu setelah mendapatkan perawatan ddi RSUD Taman Husada, petugas medis memutuskan melakukan rapid test terhadap si anak dan hasilnya reaktif Covid-19. Pada 24 April 2020 pukul 02.20 Wita, si anak meninggal dunia.

Sejauh informasi yang dihimpun Akurasi,id, orangtua dari si anak tidak secara jujur menyampaikan riwayat perjalanan dari mereka. Atas alasan itu, si anak mendapatkan perawatan tidak dalam prosedur pasien Covid-19. Hal itu yang kemungkinan menyebabkan terpaparnya 30 tenaga medis di Bontang.

Sementara itu, Dinkes Bontang dalam rilisannya sore tadi, mengakui, kalau memang terdapat 30 tenaga medis di 2 rumah sakit Bontang yang menjalani rapid test dengan hasil reaktif Covid-19.

“Dalam rangka deteksi dini dan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19, dilakukan rapid test secara bertahap terhadap petugas pelayanan kesehatan. Saat ini ada 30 petugas dengan hasil rapid tes positif dikarantina di Hotel Grand Mustika, keluarga petugas melakukan isolasi mandiri di rumah,” demikian bunyi rilisan tertulis Dinkes Bontang.

Hingga dengan berita ini turunkan, wartawan media ini telah mencoba mengonfirmasi kepada orangtua si anak yang telah meninggal dunia lewat nomor telepon selulernya. Namun upaya konfirmasi itu tidak mendapatkan repons apapun. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

TAGGED:anak 8 tahun rapid test positif meninggalcorona bontangPDP Meninggalrapid tesRSUD Taman Husada Bontangtenaga medis bontangvorona kaltim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Nenek di Rumania Tak Sadar Ganjal Pintu yang Dipakainya Selama Puluhan Tahun Ternyata Batu Permata Seharga Rp 17 Miliar
PeristiwaTrending

Nenek di Rumania Tak Sadar Ganjal Pintu yang Dipakainya Selama Puluhan Tahun Ternyata Batu Permata Seharga Rp 17 Miliar

By
Wili Wili
Mayat Pria Bertato Ditemukan di Sungai Musi Palembang Kaki Diikat Rantai dengan Batu
Hukum & KriminalTrending

Mayat Pria Bertato Ditemukan di Sungai Musi Palembang Kaki Diikat Rantai dengan Batu

By
Wili Wili
PSSI Siap Bantu Pemain Timnas Indonesia Terkait Polemik Paspoortgate di Belanda
OlahragaTrending

PSSI Siap Bantu Pemain Timnas Indonesia Terkait Polemik Paspoortgate di Belanda

By
Wili Wili
Andre Taulany Jalani Sidang Ikrar Talak di PA Jakarta Selatan Hari Ini
SelebritisTrending

Andre Taulany Jalani Sidang Ikrar Talak di PA Jakarta Selatan Hari Ini

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?