By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > Uni Eropa Menolak, Ukraina Gagal Jadi Anggota Lewat Jalur Cepat
HeadlineTrending

Uni Eropa Menolak, Ukraina Gagal Jadi Anggota Lewat Jalur Cepat

akurasi 2019
Last updated: Maret 11, 2022 2:22 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Uni Eropa Menolak, Ukraina Gagal Jadi Anggota Lewat Jalur Cepat
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenksy usai menandatangani dokumen pengajuan keanggotaan Uni Eropa bagi Ukraina (dok. Facebook)
SHARE

Ukraina gagal jadi anggota Uni Eropa setelah para pemimpinnya menolak keinginan tersebut. Alhasil, Ukraina gagal jadi anggota melalui jalur cepat.

Akurasi.id, Brussels – Harapan Ukraina untuk bisa menjadi anggota Uni Eropa dalam prosedur khusus di tengah invasi berkelanjutan Rusia, kandas sudah. Para pemimpin negara-negara Uni Eropa menolak desakan Ukraina agar masuk menjadi anggota blok Eropa itu dengan cepat.

Kendati demikian, Uni Eropa tidak menutup permanen pintu keanggotaan bagi Ukraina.

Mengutip dari Reuters, Jumat (11/3/2022), dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) terbaru di Prancis pada Kamis (10/3) waktu setempat, para pemimpin Uni Eropa kompak mengecam ‘penderitaan tak terucapkan’ yang timbul akibat Rusia di Ukraina.

Invasi Rusia ke Ukraina yang mulai sejak 24 Februari — merupakan serangan terbesar terhadap negara Eropa sejak Perang Dunia II — telah menjungkirbalikkan tatanan keamanan Eropa. Negara-negara Uni Eropa juga dipaksa untuk memikirkan kembali soal apa yang harus diperjuangkan blok 27 negara itu, termasuk kebijakan ekonomi, pertahanan dan energinya.

Uni Eropa dengan cepat menjatuhkan sanksi-sanksi terhadap Rusia dan menawarkan dukungan politik maupun kemanusiaan kepada Ukraina, bahkan sejumlah pasokan senjata. Namun perbedaan pendapat mencuat dalam sejumlah isu, termasuk reaksi negara-negara Uni Eropa terhadap permintaan Ukraina untuk penerimaan keanggotaan yang dipercepat.

“Tidak ada yang bergabung Uni Eropa dalam semalam,” tegas Perdana Menteri (PM) Kroasia Andrej Pkenkovic dalam pertemuan kepala negara anggota Uni Eropa pada Jumat (11/3) dini hari waktu setempat.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel melontarkan pernyataan yang menunjukkan simpati dan dukungan moral. “Ukraina tergabung dengan keluarga Eropa,” ucapnya.

[irp]

Tak Bisa Buru-Buru Bergabung

Namun yang lainnya memperjelas bahwa Ukraina tidak bisa bergabung dengan Uni Eropa secara tergesa-gesa.

Sebelumnya Presiden Ukraina Volodymyr mendorong Uni Eropa untuk menerima Ukraina sebagai anggota dalam prosedur baru secara khusus, tanpa menjelaskan lebih lanjut maksudnya. Ukraina diketahui telah menerima sejumlah dukungan dari negara-negara tetangganya di Eropa bagian timur untuk hal itu.

“Tidak ada proses jalur cepat,” tegas PM Belanda Mark Rutte, yang menentang perluasan blok Uni Eropa. Namun Rutte menambahkan bahwa Uni Eropa akan terus memperdalam hubungan dengan Ukraina.

Dalam forum yang sama, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengingatkan bahwa pintu keanggotaan Uni Eropa untuk Ukraina.

“Bisakah kita membuka prosedur keanggotaan dengan sebuah negara yang sedang berperang? Saya pikir tidak demikian. Bisakah kita menutup pintu dan berkata: ‘Tidak pernah’? Itu akan tidak adil. Bisakah kita melupakan titik keseimbangan di kawasan? Mari kita waspada,” cetusnya.

Diketahui bahwa bergabung dengan Uni Eropa merupakan proses yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun dan membutuhkan pemenuhan kriteria yang ketat, mulai dari stabilitas ekonomi untuk memberantas korupsi hingga menghormati hak asasi manusia (HAM) liberal. (*)

Sumber: Detik.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Tolak UkrainaTrendingUkrainaUni Eropa
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Nasib Gibran Rakabuming Raka Pasca Putusan MKMK: Tantangan dan Harapan
Headline

Nasib Gibran Rakabuming Raka Pasca Putusan MKMK: Tantangan dan Harapan

By
akurasi 2019
Jokowi Digugat Soal Mobil Esemka dan Ijazah Palsu, Sidang Perdana Digelar Hari Ini di PN Solo
HeadlinePeristiwa

Jokowi Digugat Soal Mobil Esemka dan Ijazah Palsu, Sidang Perdana Digelar Hari Ini di PN Solo

By
Wili Wili
Pindad Siap Produksi Massal Maung Garuda untuk Menteri dan Masyarakat Sipil
OtomotifTrending

Pindad Siap Produksi Massal Maung Garuda untuk Menteri dan Masyarakat Sipil

By
Wili Wili
Luhut Ancam Audit LSM, Upaya Pembungkaman Kah?
HeadlineTrending

Luhut Ancam Audit LSM, Upaya Pembungkaman Kah?

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?