By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > AS Tolak Akui Pemerintahan Afghanistan, Taliban Memanas
HeadlineTrending

AS Tolak Akui Pemerintahan Afghanistan, Taliban Memanas

Devi Nila Sari
Last updated: November 1, 2021 4:05 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
AS Tolak Akui Pemerintahan Afghanistan, Taliban Memanas
Latihan tentara Taliban di Provinsi Helmand, Afghanistan. (AP/Abdul khaliq)
SHARE
AS Tolak Akui Pemerintahan Afghanistan, Taliban Memanas
Latihan tentara Taliban di Provinsi Helmand, Afghanistan. (AP/Abdul khaliq)

Akurasi.id — Pemerintah interim Afghanistan, Taliban, memperingatkan Amerika Serikat dan negara lainnya agar segera mengakui pemerintahan mereka. Karena sampai saat ini tolak akui pemerintahan Afghanistan. Jika tak kunjung diakui, masalah itu akan jadi problem dunia.

“Pesan kami kepada Amerika adalah, jika terus tidak diakui, permasalahan di Afghanistan berlanjut, itu masalah kawasan dan bisa berubah menjadi masalah dunia,” kata Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid saat konferensi pers, seperti dikutip Reuters, Sabtu (30/10).

Mujahid juga mengatakan alasan Taliban dan Amerika Serikat terakhir kali berperang karena keduanya tak punya hubungan diplomatik.

“Isu-isu yang menyebabkan perang itu, bisa diselesaikan melalui negosiasi, bisa juga diselesaikan lewat kompromi politik,” imbuhnya.

Pada 2001 AS mulai menginvasi Afghanistan, menyusul adanya serangan bom 11 September (11/9) yang dilakukan Al-Qaeda. Tindakan Washington disebut untuk memerangi terorisme, sementara Taliban menolak menyerahkan pemimpin kelompok ekstrimis itu, Osama bin Laden.

Pengakuan dari negara lain, kata Mujahid, juga merupakan hak rakyat Afghanistan. Meskipun sejauh ini, tak ada negara yang mengakui pemerintahan Taliban, seperti AS yang tolak akui pemerintahan Afghanistan. Beberapa pejabat negara melangsungkan pertemuan dengan pemimpin kelompok itu di Kabul ataupun di luar negeri.

Negara yang belum lama ini mengunjungi Afghanistan yakni Turkmenistan, yang diwakili Menteri Luar Negeri Rasit Meredow, kemarin, Sabtu (30/10). Ia dan Taliban membahas implementasi pipa gas Turkmenistan-Afghanistan-Pakistan-India (TAPI).

Awal pekan ini, China juga mengadakan pertemuan dengan pejabat Taliban di Qatar. Menurut Mujahid, China berjanji akan membiayai infrastruktur transportasi dan memberi akses ekspor bagi Kabul ke pasar China, melalui Pakistan.

Saat Menteri Luar Negeri Pakistan mengunjungi Afghanistan, Mujahid membicarakan masalah serius terkait penyeberangan di perbatasan.

Penyeberangan sangat penting bagi Afghanistan yang terkurung daratan. Sejak Afghanistan dikuasai Taliban, belum ada negara yang secara resmi mengakui pemerintahannya. Sejauh ini, hanya ada negara yang membuka diri dengan pemerintahan kelompok itu. Seperti China dan Rusia.

Sejumlah negara masih melihat situasi dan kondisi untuk bisa memutuskan apakah akan menjalin hubungan diplomatik dengan mereka atau tidak.

Beberapa pihak menilai tindakan itu sebagai langkah agar Taliban tak melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Namun, kelompok itu berpikir sebaliknya, mereka akan mempertimbangkan tindakannya jika negara lain bersedia mengakui pemerintahannya.

Kondisi di Afghanistan makin rumit, saat miliaran dolar aset dan dana Afghanistan di luar negeri tak kunjung dicairkan, bahkan ketika negara itu menghadapi krisis ekonomi dan kemanusiaan yang parah. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id
Sumber: CNNIndonesia.com

TAGGED:AS Tolak TalibanHeadlineTalibanTaliban Tidak Diakui
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Penundaan Sidang Praperadilan Pegi Setiawan Menimbulkan Spekulasi
Hukum & KriminalTrending

Penundaan Sidang Praperadilan Pegi Setiawan Menimbulkan Spekulasi

By
akurasi 2019
Food Estate: Antara Isu Pangan dan Dinamika Politik di Indonesia
Headline

Food Estate: Antara Isu Pangan dan Dinamika Politik di Indonesia

By
akurasi 2019
Prabowo Undang Ormas Islam ke Istana Bahas Keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza
HeadlineKabar Politik

Prabowo Undang Ormas Islam ke Istana Bahas Keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza

By
Wili Wili
Janji Larang Hijab, Senjata Capres Prancis Dulang Suara di Putaran Kedua Pemilu
HeadlineTrending

Janji Larang Hijab, Senjata Capres Prancis Dulang Suara di Putaran Kedua Pemilu

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?