By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kesehatan > Tips Agar Anak Tak Berlebihan Pakai Internet dan Gawai di Masa Pandemi Corona
Kesehatan

Tips Agar Anak Tak Berlebihan Pakai Internet dan Gawai di Masa Pandemi Corona

akurasi 2019
Last updated: Juli 30, 2020 6:26 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Tips Agar Anak Tak Berlebihan Pakai Internet dan Gawai di Masa Pandemi Corona
Selama masa pandemi bukan alasan membebaskan anak untuk main internet.(ilustrasi/Istockphoto/LDProd)
SHARE
Tips Agar Anak Tak Berlebihan Pakai Internet dan Gawai di Masa Pandemi Corona
Selama masa pandemi bukan alasan membebaskan anak untuk main internet.(ilustrasi/Istockphoto/LDProd)

Akurasi.id — Selama masa pandemi corona, mampu menjadi alasan bagi orangtua atau bahkan si anak sendiri untuk bebas bermain internet. Kebiasaan baru ini tentu mampu memberikan efek negatif pada anak. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

baca juga: Perubahan Warna dan Bentuk Bibir Cerminkan Kesehatan Anda, Ini 4 Gejalanya

Usai belajar, anak-anak seringkali masih ingin bermain di luar, atau bahkan jadi ketagihan karena bisa mengakses internet untuk menonton video kesukaan mereka.

Spesialis Perlindungan Anak, UNICEF Indonesia, Astrid Gonzaga Dionisio, mengatakan orang tua perlu membuat kesepakatan bersama anak agar tidak berlebihan menggunakan internet saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di mana anak harus belajar dari rumah.

“Sebaiknya orang tua membuat kesepakatan dengan anak, karena anak juga harus bersosialisasi dengan keluarga, melakukan kegiatan perilaku sehat bersih, waktu ibadah. Orang tua harus menentukan kapan anak dapat melakukan akses internet dan apa saja konten yang bisa diakses itu penting,” ujar Astrid dalam konferensi pers daring, dikutip dari Antara.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan pembatasan akses pada internet, aplikasi, atau penerapan family pairing atau settingan internet ramah anak. Orang tua juga sebaiknya mendampingi anak ketika anak mengakses internet.

Berdasar riset UNICEF pada 2019, dia menyebutkan sebanyak 98,3 persen anak dan remaja memiliki akses ke perangkat seluler.

Penelitian UNICEF tersebut juga menunjukkan bahwa 90,7 persen di antara anak dan remaja yang menggunakan smartphone mendapat akses internet yang digunakan untuk mengakses media sosial, game online atau menonton film streaming.

“Indonesia salah satu negara dengan jumlah anak pengguna internet terbanyak,” kata Astrid.

Data 2019 tersebut juga menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja menghabiskan lima jam dalam sehari untuk mengakses internet saat bukan hari libur, dan tujuh jam sehari pada hari libur. Angka ini diyakini meningkat saat pandemi seperti saat ini.

Tingginya paparan terhadap internet, menurut Astrid juga meningkatkan risiko anak terkait agresi kekerasan terhadap diri sendiri. Anak juga terpapar kekerasan, termasuk kekerasan seksual, yang berujung pada eksploitasi terhadap anak, bukan hanya eksploitasi untuk mendapat keuntungan, tetapi juga komersial, seperti pornografi.

“Bagi orang tua tidak ada kata telat, terlambat atau gaptek mari belajar internet agar bisa mendampingi anak, dan jadilah pendengar teman bagi anak remaja, baik itu online atau offline, baik cerita permasalahannya sehari-hari, atau yang menyenangkan,” ujar Astrid.

Cara batasi gawai dan internet pada anak:

1. Mengaktifkan kontrol orang tua

Orang tua harus memasang fitur ‘kontrol orang tua’ pada telepon pintar sebelum digunakan anak. Fitur ini dapat membatasi hal-hal yang boleh diakses oleh anak selama menggunakan gadget. Orang tua juga dapat memantau aktivitas anak.

2. Jangan beri gawai

Jangan diberikan anak kepemilikan gawai, tapi dipinjamkan dengan persyaratan atau perjanjian. Misalnya, kalau nanti ada apa-apa gadget akan diambil kembali.  Dengan begitu, orang tua masih memiliki hak untuk mengecek gadget milik anak.

3. Sering pantau

Orang tua diminta untuk sering memantau aktivitas anak di gadget dengan memeriksa history ataupun percakapan anak di media sosial. Jika ada yang mencurigakan, sebaiknya beri nasihat pada anak dengan baik.

4. Batasi waktu penggunaan

Penelitian menyebut penggunaan gadget untuk anak maksimal 4 jam 17 menit setiap harinya. Diena menyarankan agar anak hanya diizinkan memegang gadget di siang hari. Sementara, terapkan waktu tanpa gadget pada pukul 6-9 malam.

Agar anak dapat lepas dari gadget, cari kegiatan lain yang lebih bermanfaat seperti kursus di bidang seni atau olahraga sesuai dengan minat anak.

5. Jangan di kamar tidur

Letakkan komputer, laptop atau tablet menghadap ke ruangan jadi kegiatan anak bisa dilihat. (*)

Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Yusva Alam

TAGGED:internet anakmasa pandemi coronaTips
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Cara Mengatasi Batuk Berdahak Secara Alami Tanpa Efek Samping
Kesehatan

Cara Mengatasi Batuk Berdahak Secara Alami Tanpa Efek Samping

By
Devi Nila Sari
oreo supreme
DestinasiKesehatan

Oreo Supreme Bikin Heboh Harga Rp 500 Ribu Hanya Isi 3

By
akurasi 2019
Jangan Diabaikan, Ini Pentingnya Pemeriksaan USG saat Kehamilan
KesehatanRagam

Jangan Diabaikan, Ini Pentingnya Pemeriksaan USG saat Hamil

By
Suci Surya
Tips Agar Anak Tak Lagi Mengisap Jari
Kesehatan

Tips Agar Anak Tak Lagi Mengisap Jari

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?