By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Birokrasi > Tingkatkan Keamanan, Dewan Minta Pasang CCTV Pada Proyek Masjid Terapung
Birokrasi

Tingkatkan Keamanan, Dewan Minta Pasang CCTV Pada Proyek Masjid Terapung

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 5:35 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Anggota DPRD Bontang Fiasal meminta agar kamera pengawas dipasang untuk mengawasi aktivitas warga dan nelayan di sekitar lokasi pembangunan Masjid Terapung. (Istimewa)
SHARE

Anggota DPRD Bontang Faisal meminta agar kamera pengawas dipasang untuk mengawasi aktivitas warga dan nelayan di sekitar lokasi pembangunan Masjid Terapung. (Istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Keamanan dan pengawasan atas pelaksanaan pembangunan Masjid Terapung di Selambai, Loktuan, turut mendapatkan sorotan dari anggota DPRD Kota Bontang. Terlebih setelah adanya kasus kematian seorang bocah berusia 7 tahun di sekitar lokasi pembangunan masjid tersebut belum lama ini.

Tidak ingin hal serupa kembali terjadi, wakil rakyat meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang lebih memperketat pengawasan atas pelaksanaan proyek itu ke depannya. Sehingga kasus kematian atau kecelakaan kerja dapat dicegah sedini mungkin.

Salah satu cara untuk memudahkan pengawasan dalam pelaksanaan proyek bernilai Rp 33 miliar itu, yakni dengan memasang closed circuit television (CCTV). Usulan pemasangan kamera pengawas itu disampaikan anggota DPRD Bontang Faisal.

Politisi Partai NasDem itu tidak ingin, insiden kematian anak di lokasi pembangunan Masjid Terapung terulang dikemudian hari. Apalagi proyek tersebut dibangun di daerah tempat dia tinggal, Selambai. Dia merasa cukup miris saat mengetahui ada warga Selambai yang meninggal di lokasi proyek.

Selain itu, Faisal cukup menyayangkan kelalaian pihak kontraktor dengan adanya pristiwa itu. Apalagi kasus anak tenggelam itu terjadi di awal pembangunan masjid yang bakal menjadi ikon Bontang sebagai Kota Maritim. “Ini jelas ada unsur kelalaian,” ujar dia, Jumat (6/9/19).

Pemasangan kamera pengawas dianggap penting. Mengingat proyek tersebut berpapasan dengan lalu lalang warga dan para nelayan. Jika ada CCTV, maka aktivitas para nelayan dan warga di sekitar proyek dapat dipantau. “Saya baru komunikasi lewat telepon saja dengan kontraktor proyeknya,” ucap dia.

Mantan wakil ketua DPRD Bontang ini meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bontang lebih ketat mengawasi proyek itu, mulai dari situasi dan safety kerja kontraktor. Kata dia, meski proyek dikerjakan di laut, tetap harus melengkapi alat pelindung diri.

“Pada awal saya melihat pekerja proyek tidak pakai pelampung, tidak pakai topi, tidak pakai kaos tangan. Padahal mereka kerja di laut. Itu saya lihat kemarin-kemarin, tidak tahu saat ini apakah sudah menggunakan alat pelindung diri atau tidak,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala DPUPR Bontang Tavip Nugroho mengaku sependapat dengan adanya peningkatan keamanan di lokasi pembangunan Masjid Terapung. Karenanya, dia berencana mengusulkan agar kontraktor pelaksana memasang kamera pengawas di area pembangunan masjid.

“Pemasangan kamera pengawas itu sudah dilakukan di proyek pembangunan Pasar Rawa Indah. Hal yang sama juga kita harapkan bisa dilakukan di pembangunan Masjid Terapung,” tuturnya. (*)

Penulis: Ayu Salsabilah
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:CCTvDPRD BontangKeamananMasjid TerapungProyek Masjid Terapung
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Parkir Liar Biang Kemacetan, Andi Harun Perintahkan Dishub dan Satpol PP Tertibkan
Birokrasi

Parkir Liar Biang Kemacetan, Andi Harun Perintahkan Dishub dan Satpol PP Tertibkan

By
Devi Nila Sari
penyakit dan riwayat perjalanan
Birokrasi

Cegah Covid-19, RSUD Taman Husada Ajak Pasien Jujur Terhadap Penyakit dan Riwayat Perjalanan

By
akurasi 2019
projo kukar
Birokrasi

Bahas Soal Ganti Rugi Lahan Jalan Tol, Komisi I Bakal Kaji Aduan Projo Kukar

By
akurasi 2019
ijtima ulama
Birokrasi

Cegah Covid-19 Meluas di Bontang, Agus Haris: Warga Peserta Ijtima Ulama Jangan Takut Melaporkan Diri

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?