By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Pariwara > Tantangan Pengembangan Pariwisata Samarinda
Pariwara

Tantangan Pengembangan Pariwisata Samarinda

akurasi 2019
Last updated: Februari 28, 2019 1:35 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Tantangan Pengembangan Pariwisata Samarinda
Ketua DPD IHGMA Samarinda Wied Paramartha menyampaikan pandangannya tentang tantangan pengembangan pariwisata di acara Rembuk Pariwisata. Kegiatan tersebut diadakan Dinas Pariwisata Kota Samarinda, di Hotel Mesra Samarinda, Selasa (26/2/19). (Aston Samarinda for Akurasi.id)
SHARE
Tantangan Pengembangan Pariwisata Samarinda
Ketua DPD IHGMA Samarinda sekaligus GM Aston Samarinda Hotel & Convention Center Wied Paramartha menyampaikan pandangannya tentang tantangan pengembangan pariwisata di acara Rembuk Pariwisata. Kegiatan tersebut diadakan Dinas Pariwisata Kota Samarinda, di Hotel Mesra Samarinda, Selasa (26/2/19). (Aston Samarinda for Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Sebagai ibukota provinsi, Samarinda memiliki beragam potensi dalam bidang pariwisata. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk mengembangkan sektor pariwisata.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Samarinda sekaligus General Manager Aston Samarinda Hotel & Convention Center, Wied Paramartha mengatakan, pengembangan sektor pariwisata di Kota Tepian tidak dapat dipisahkan dengan pariwisata di Kaltim.

Pasalnya, daerah ini merupakan ibukota propinsi. Kata dia, sudah seharusnya Samarinda memiliki program pengembangan pariwisata yang integral dengan pengembangan pariwisata propinsi. Sinergisitas antara kota dan propinsi sangat dibutuhkan untuk mengembangkan sektor pariwisata.

Dalam diskusi yang bertajuk Rembuk Pariwisata yang diadakan Dinas Pariwisata Kota Samarinda di Hotel Mesra Samarinda, Selasa (26/2/19) lalu, Wied Paramartha mengungkapkan, peluang pengembangan pariwisata di Samarinda sangat terbuka lebar.

“(Jadi) saya tidak akan membahas peluang. Tetapi saya lebih tertarik dengan tantangan. Karena bagi saya, peluang itu ada. Peluang itu bisa kita ciptakan sendiri sesuai dengan (kebutuhan) pasar,” ucapnya.

Regulasi yang Menghambat Pengembangan Pariwisata

Dia menyebut, tantangan pertama pengembangan pariwisata di Samarinda adalah perbaikan kelembagaan dan evaluasi regulasi.

“Kalau kita bicara lembaga, sudah cukup lengkap lembaga atau asosiasi yang dimiliki sebagai instrumen dalam pengembangan pariwisata Kota Samarinda,” katanya.

Lembaga-lembaga yang dimaksud adalah PHRI, BPPD, ASITA, HPI, dan PUTRI. Ada pula IHGMA sebagai satu-satunya asosiasi profesi yang fokus pada kualitas penyediaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Di bidang regulasi, perlu diadakan review atau ditinjau ulang mengenai regulasi yang telah diterapkan kepada pelaku atau praktisi pariwisata. Sehingga regulasi itu bisa mendukung dan mempermudah pelaku pariwisata,” sarannya.

Kata dia, banyak regulasi di Samarinda yang tidak mendukung pelaku usaha. Sejumlah regulasi itu menjadi penghambat pengembangan usaha yang mendukung pariwisata. Dia menduga, aturan-aturan itu dibuat lewat keputusan politik tanpa disertai kajian mendalam yang melibatkan pelaku usaha.

Pemkot Samarinda belum membatalkan regulasi-regulasi tersebut. Jika pemerintah mencabut aturan-aturan penghambat pengembangan pariwisata itu, maka daerah akan diuntungkan lewat bertambahnya pendapatan asli daerah (PAD).

“Deregulasi ini sudah dilakukan di tingkat nasional. Seperti yang disampaikan oleh Presiden (Joko Widodo). Ada puluhan ribu regulasi yang perlu ditinjau ulang untuk disesuaikan dengan realitas di lapangan,” imbuhnya.

Kelestarian Lingkungan

Wied Paramartha mengatakan, tantangan kedua untuk pengembangan pariwisata adalah munculnya beragam kritik terhadap kelestarian lingkungan. Penelitian yang dilakukan Travel & Tourism Competitive Index (TTCI) membuktikan, sebagian besar daerah di Indonesia masih belum ramah lingkungan.

Begitu juga dengan Kota Samarinda. Ibukota provinsi ini masih menyimpan beragam masalah lingkungan. Ke depan, diperlukan komitmen bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Langkah dan sikap nyata sangat dibutuhkan oleh semua stakeholder untuk memulai (pelestarian lingkungan). Bagaimana kita menangani kebersihan ini secara sustainable,” imbuhnya.

Pengembangan Pemasaran Digital

General Manager Aston Samarinda Hotel & Convention Center itu menyebut, tantangan terakhir untuk pengembangan pariwisata di Samarinda adalah pemasaran digital. Pasalnya, marketing digital menjadi salah satu strategi merebut pasar dalam persaingan global.

Saat ini, keadaan pasar sudah berubah dari konvensional menuju digital. Pemasaran secara online sudah menjadi konsekuensi untuk pengembangan pariwisata di Samarinda. Smart City adalah salah satu wujud nyata yang sudah dicanangkan dan dilaksanakan pemerintah. Tetapi hal itu masih perlu pengembangan.

“Lewat marketing digital akan terjadi transaksi secara online. Maka pembayaran pun akan dilakukan secara online,” terangnya. (*)

Penulis: Pewarta
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:Aston SamarindaWisata Kaltim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Badak LNG
Pariwara

Hadirkan Narasumber Ternama, Badak LNG Gelar Workshop ‘Reach Your Dream Job’

By
akurasi 2019
Tingkatkan Antisipasi Covid-19 di Bontang, Pupuk Kaltim Disinfeksi Fasilitas Publik di 15 Kelurahan
Pariwara

Tingkatkan Antisipasi Covid-19 di Bontang, Pupuk Kaltim Disinfeksi Fasilitas Publik di 15 Kelurahan

By
akurasi 2019
Pemkot Bontang Umumkan Perpanjangan Masa Pendaftaran Seleksi PPPK Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan
Pariwara

Pemkot Bontang Umumkan Perpanjangan Masa Pendaftaran Seleksi PPPK Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan

By
Redaksi Akurasi.id
Rumah Tahfiz Nurul Ilmi
Pariwara

Catat Sejarah Pertama, Rumah Tahfiz Nurul Ilmi Sukses Menelurkan Penghapal Quran 30 Juz

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?