By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Tak Perlu Berobat Keluar Kota, Akhirnya RSUD Taman Husada Bontang Miliki Cathlab
Birokrasi

Tak Perlu Berobat Keluar Kota, Akhirnya RSUD Taman Husada Bontang Miliki Cathlab

akurasi 2019
Last updated: Maret 22, 2021 3:25 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Tak Perlu Berobat Keluar Kota, Akhirnya RSUD Taman Husada Bontang Miliki Cathlab
Operasional cathlab siap beroperasi. (Dokpim Bontang)
SHARE

Tak Perlu Berobat Keluar Kota, Akhirnya RSUD Taman Husada Bontang Miliki Cathlab
Operasional cathlab siap beroperasi. (Dokpim Bontang)

Akurasi.id, Bontang – Operasional Cathlab di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang akhirnya diresmikan. Secara simbolis, ruang tersebut diresmikan langsung Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Rabu (9/9/20).

Baca juga: Ruang Sensory Integrasi, untuk Tangani Anak Berkebutuhan Khusus di RSUD Taman Husada Bontang

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri sekretaris daerah (sekda) Bontang, asisten administrasi umum, jajaran manajemen RSUD Taman Husada, dan dewan pengawas.

Operasional Cathlab yang berada di Instalasi Kateterisasi Kardiovaskuler (IKK) atau Cardiovascular Catherterization Instalation (CCI) yang melayani diagnostik dan terapi ini terletak di lantai dasar RSUD Taman Husada.

Direktur RSUD Taman Husada dr I Gusti Made Suardika mengatakan tindakan diagnostik dilakukan untuk mengetahui apakah ada sumbatan pada pembuluh darah pasien atau dalam istilah disebut kateterisasi.

Sedangkan terapinya berupa memasukkan alat berupa ring ke dalam pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Sehingga pembuluh darah yang tadinya tersumbat dapat lancar kembali.

“Dengan alat itu kita bisa memperbaiki pembuluh darah ke otak, serangan jantung, stroke,” jelasnya.

Dalam sambutannya juga, dr Gusti menegaskan meski cathlab baru diresmikan, pihaknya sudah mempersiapkan segala kebutuhan operasional. Misalnya melengkapi izin hingga memberi pelatihan untuk dokter dan perawat.

“Izin sudah lengkap, dokternya sudah pelatihan, perawatnya juga sudah pelatihan, sudah bisa operasional kalau ada pasien,” bebernya.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni didampingi Direktur RSUD Taman Husada Bontang dr I Gusti Made Suardika secara simbolis meresmikan cathlab. (Dokpim Bontang)

Namun demikian, lanjut dr Gusti, sementara ini cathlab untuk tindakan terapi belum ditanggung BPJS Kesehatan. Mengingat kerja sama dengan BPJS untuk cathlab masih dalam proses. Selain itu, rumah sakit pelat merah yang terletak di Jalan S Parman, Kelurahan Belimbing, Bontang Barat ini masih berstatus tipe C.

“Karena baru kelas C ini, yang ditanggung BPJS biasanya hanya diagnostik saja, sedangkan pemasangan ring atau terapi ditanggung di kelas B. Untuk kelas B, kita sudah mengurus ke pusat, walaupun izinnya di Dinas Kesehatan Provinsi tapi harus ada petunjuk dari Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

Dia berharap adanya cathlab tersebut dapat memudahkan masyarakat Kota Taman -sebutan Bontang- dan sekitarnya untuk berobat. Pasien tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke luar kota.

“Banyak keuntungannya kalau tidak keluar kota. Di sini keluarga banyak, ada yang menjenguk, menunggu, menambah support, tidak perlu kos atau kontrak,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyatakan kehadiran cathlab merupakan kebahagiaan bagi masyarakat Kota Taman. Sekaligus wujud komitmen dari Pemkot Bontang dan RSUD Taman Husada untuk meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan.

“Hari ini kita memulai suatu pelayanan yang tidak dimiliki oleh rumah sakit lainnya kecuali RSUD Taman Husada yaitu IKK yang Insyaallah akan dilanjutkan dengan terapi pemasangan cincin atau ring. Sehingga masyarakat Bontang tidak perlu berobat ke luar kota,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Neni pun mendorong peningkatan status RSUD Taman Husada menjadi tipe B sekaligus persiapan menuju tipe A. Dia  berpesan kepada manajemen RSUD untuk nantinya segera melakukan pembangunan infrastruktur yang telah dianggarkan dalam APBD murni 2021. (*)

Penulis/Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:CathlabRSUD Taman Husada BontangRSUD Taman Husada Bontang Cathlab
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Komisi III
Birokrasi

Komisi III DPRD Kaltim Segera Evaluasi Pelaksanaan Proyek Pemerintah

By
akurasi 2019
Birokrasi

Gerak Cepat Usai Dilantik, Andi Harun-Rusmadi Fokus Program Prioritas, RT Dikucur hingga Rp300 Juta

By
Devi Nila Sari
Infografis

Rumah Sakit Umum Daerah Taman Husada Bontang Mengucapkan Dirgahayu Indonesia Ke-75 Tahun

By
akurasi 2019
ROKOK
Birokrasi

Tegas! Neni Moerniaeni Larang Iklan Rokok di Median Jalan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?