By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Corak > Stunting Dapat Dicegah dengan Memanfaatkan ASI
Corak

Stunting Dapat Dicegah dengan Memanfaatkan ASI

akurasi 2019
Last updated: Maret 22, 2021 3:27 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Stunting Dapat Dicegah dengan Memanfaatkan ASI
Siti Aisyatur Ridha saat menerangkan pemanfaatan ASI untuk mencegah stunting. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)
SHARE
Stunting Dapat Dicegah dengan Memanfaatkan ASI
Siti Aisyatur Ridha saat menerangkan pemanfaatan ASI untuk mencegah stunting. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang sedang menggalakkan program untuk mengatasi stunting di Kota Taman. Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kekurangan asupan gizi dalam waktu lama. Akibatnya, pertumbuhan anak terganggu hingga tinggi badannya lebih pendek dari standar usianya.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah stunting. Pertama, pola makan. Kedua, pola asuh yang memengaruhi pertumbuhan anak. Terutama pemberian makan bagi bayi dan balita.

Pola Asuh

Dalam pola asuh, ada lima hal yang perlu diterapkan ibu terhadap anaknya. Pertama, edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi saat anak menginjak usia remaja. Kedua, bersalin di fasilitas kesehatan dan melakukan inisiasi menyusu dini (IMD).

Ketiga, hanya memberi air susu ibu (ASI) saja sampai bayi berusia enam bulan. Empat, ASI tetap diberikan pada anak sembari memberikan makanan pendampingnya. Terakhir, pantau tumbuh kembang anak di pos pelayanan terpadu (posyandu).

“Hal terakhir untuk mencegah stunting yaitu sanitasi dan akses air bersih. Alhamdulillah di Bontang termasuk mudah untuk mendapatkan air bersih,” beber Siti Aisyatur Ridha, Konselor Laktasi dan Dokter Umum RSUD Taman Husada Bontang.

Pada kegiatan cegah stunting dengan ASI dalam rangka Pekan ASI Sedunia yang diadakan Ibu Profesional Bontara di Rinda Cake House, Bontang Utara, Sabtu (10/8/19), Ridha menjelaskan panjang lebar manfaat memantau pertumbuhan anak.

Antara lain ibu dapat mengetahui status pertumbuhan anak dan mendeteksi dini bila terjadi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Kata dia, stunting bisa diintervensi dengan berbagai cara. Perempuan ini menyebut, ibu perlu mendapat tablet tambahan darah (TTD) serta makanan tambahan dan makan-makanan sehat untuk memenuhi gizi saat hamil.

Berikan ASI Pasca Bersalin

Stunting Dapat Dicegah dengan Memanfaatkan ASI
Komunitas Ibu Profesional Bontara berfoto bersama usai kegiatan seminar cegah stunting dengan ASI. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Dalam menyambut persalinan, ibu perlu dibantu dokter dan bidan ahli. Ridha mengatakan, bayi memiliki hak mendapatkan ASI eksklusif hingga enam bulan. Selanjutnya ibu dapat memberinya asupan tambahan dengan makanan pendamping.

“Berikan anak imunisasi dasar lengkap dan vitamin A. Penting bagi ibu memantau pertumbuhan balita di posyandu. Kemudian lakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” terangnya.

Ridha mengungkapkan, ASI merupakan anugerah Tuhan yang dapat mencegah anak dari stunting. Ketika baru lahir, bayi perlu menyusu agar mendapat kolostrum yang bermanfaat bagi pertumbuhannya.

Beragam Manfaat ASI

Selain itu, ASI juga memiliki banyak manfaat. Di antaranya di dalam ASI terdapat zat-zat gizi lengkap, mudah dicerna dan diserap, dan melindungi bayi dari infeksi.

Sedangkan menyusui dapat membantu perkembangan bayi, menunda kehamilan baru, dan melindungi kesehatan ibu.

“ASI juga menghemat pengeluaran rumah tangga. Sebab tidak perlu lagi membeli susu formula, termos, menyiapkan air panas, dan lainnya,” kata Ridha.

Di dalam ASI terdapat lemak dan protein bermanfaat bagi bayi. ASI memenuhi kebutuhan 40 hingga 60 persen total energi.

Lemak ASI terbagi menjadi dua: lemak dengan kadar kandungan rendah (fore milk) dan kadar lemak tinggi (hind milk).

“Hind milk lebih kental dibanding fore milk. Disarankan bayi lebih banyak menelan hind milk. Waktu maksimal bayi dapat hind milk itu ketika menyusui 15 sampai 20 menit,” pungkasnya. (*)

Penulis: Suci Surya Dewi
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:ASIIbu Agen PerubahanIbu Profesionalibuagenperubahanibuprofesionalip_bontaraKonselor LaktasiKonselor MenyusuikonselorlaktasikonselormenyusuiPekan ASIPekan ASI Sedunia 2019pekanasipekanASIsedunia2019PencegahanRSUD Taman Husada BontangStunting
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Akurasi.id - Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran…

“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tidak Takut Berobat ke RSUD
Birokrasi

Utamakan Protokol Kesehatan, Harapkan Warga Tidak Takut Berobat ke RSUD Taman Husada Bontang

By
akurasi 2019
Corak

“Perampok Bersenjata Api Merampok Perempuan di Sangatta”

By
akurasi 2019
OTG
Birokrasi

Jumlah OTG Bertambah 3, Masyarakat Diimbau Patuhi Imbauan Pemerintah

By
akurasi 2019
skck
Corak

Kini Tak Harus ke Kantor Polisi Lagi, Urus SKCK Cukup Sambangi Kendaraan Ini

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?