By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Corak > Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Aus Hidayat Ingatkan Pentingnya Memahami Sejarah
Corak

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Aus Hidayat Ingatkan Pentingnya Memahami Sejarah

akurasi 2019
Last updated: Februari 10, 2020 2:44 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Aus Hidayat
Anggota DPR RI Aus Hidayat Nur tampak menyampaikan sosialisasi 4 pilar kebangsaan. (Dok Pribadi Aus Hidayat Nur)
SHARE
Aus Hidayat
Anggota DPR RI Aus Hidayat Nur tampak menyampaikan sosialisasi 4 pilar kebangsaan. (Dok Pribadi Aus Hidayat Nur)

Akurasi.id, Bontang – Presiden Republik Indonesia pertama Soekarno selalu mengingatkan jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, atau yang belakangan dikenal dengan istilah Jas Merah. Sebabnya, di balik kemerdekaan Indonesia, ada perjuangan panjang dan penuh darah dari rakyat Indonesia.

Baca Juga: Malam Pisah Sambut Kajari, Dasplin: Bontang Jauh Sekali Ibu Wali

Hal serupa yang juga coba disampaikan anggota DPR RI Aus Hidayat Nur saat menyampaikan sosialisasi 4 pilar kebangsaan kepada masyarakat Kota Bontang, Minggu (9/2/20). Acara yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Bontang itu, dihadiri oleh ratusan peserta.

Sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Aus Hidayat menyosialisasikan pentingnya memahami kebinekaan melalui sejarah perjuangan kemerdekaan. Ada lima poin penting yang disampaikan politikus Partai PKS itu kepada para ibu-ibu dan remaja yang hadir dalam acara itu.

Pertama, di balik kemerdekaan yang diraih rakyat Indonesia saat ini, ada perjuangan panjang dan bersama yang dilakukan seluruh elemen masyarakat di berbagai wilayah Tanah Air. Indonesia hadir sebagai sebuah kesadaran pentingnya kemerdekaan dan kedaulatan.

“Kedua, persatuan dan kesatuan yang didapatkan seluruh rakyat Indonesia, tidak lepas dari para pejuang kemerdekaan yang telah berkontribusi melahirkan Pancasila sebagai ideologi bangsa, serta Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pedoman dalam bertanah Air,” jelasnya.

Poin ketiga, di atas kemerdekaan yang dinikmati anak bangsa saat ini, masih ada banyak para pahlawan kemerdekaan yang terlupakan. Antara lain, karena adanya pengelabuan sejarah. Karenanya, dari sekarang, sejarah bangsa harus perlahan-lahan diluruskan sebagai penghargaan atas para pejuang kemerdekaan.

“Keempat, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) pernah dikhianati dengan dibentuknya RIS (Republik Indonesia Serikat) oleh Belanda,” ungkapnya.

Masih kepada para peserta yang hadir dalam sosialisasi 4 pilar kebangsaan, Aus Hidayat juga mengemukakan, poin kelima, dalam sejarah terbentuknya Indonesia, ada Mosi Integral Moh Natsir yang menyatukan kembali NKRI pada 3 April 1950. Mosi itu kemudian disepakati sebagai hari NKRI.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Sebuah kebanggaan, pada acara ini, ada banyak peserta yang bisa hadir. Tentu ini sangat luar biasa. Artinya, masyarakat mempunyai kecintaan yang begitu besar terhadap persatuan dan kesatuan bangsa, terutama dalam memaknai arti 4 pilar kebangsaan,” katanya.

Sebagai bentuk keberagaman atau kebinekaan, Aus Hidayat turut membagikan hadiah berupa oleh-oleh makanan dari Denpasar Bali. Hal itu sekaligus sebagai bentuk, bahwa Indonesia masih aman dari virus corona.

“Saya bagikan hadiah makanan dari Bali ini, untuk menunjukkan bahwa ada keragaman makanan khas, dan Bali tetap aman menjadi tujuan wisata meskipun sekarang terancam dengan penyebaran virus corona di daerah-daerah wisata dunia,” tandasnya. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

TAGGED:4 pilarAus Hidayat NurJas Merah
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Corak

Biaya Murah, Pejabat Doyan Nikah Siri

By
akurasi 2019
Warga Tangkap Basah Jambret KS Tubun
CorakRagam

Warga Tangkap Basah Jambret KS Tubun

By
Devi Nila Sari
Bekantan di Ambang Kepunahan, Ulah Manusia Jadi Penentu
CorakRagam

Bekantan di Ambang Kepunahan, Ulah Manusia Jadi Penentu

By
Devi Nila Sari
Demi Persiapan Matang, MTQ Kaltim Diundur Bulan Juni
CorakRagam

Demi Persiapan Matang, MTQ Kaltim Diundur Bulan Juni

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?