By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Skandal Mafia Gas dan Langkah Pemerintah Atasi Kenaikan Harga LPG 3 Kg di Kepulauan Riau dan Jakarta
PeristiwaTrending

Skandal Mafia Gas dan Langkah Pemerintah Atasi Kenaikan Harga LPG 3 Kg di Kepulauan Riau dan Jakarta

Wili Wili
Last updated: Februari 6, 2025 11:47 am
By
Wili Wili
Share
4 Min Read
Skandal Mafia Gas dan Langkah Pemerintah Atasi Kenaikan Harga LPG 3 Kg di Kepulauan Riau dan Jakarta
Skandal Mafia Gas dan Langkah Pemerintah Atasi Kenaikan Harga LPG 3 Kg di Kepulauan Riau dan Jakarta. Foto: Ist.
SHARE

Akurasi.id – Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) mengungkapkan bukti adanya permainan harga yang dilakukan oleh mafia gas, yang menyebabkan harga gas subsidi LPG 3 Kg melonjak tinggi. Harga yang semula diatur sebesar Rp21.000 per tabung, kini bisa mencapai Rp28.000 di pasaran, menyulitkan masyarakat kecil yang bergantung pada subsidi ini untuk kebutuhan rumah tangga.

Contents
  • Penyimpangan Distribusi Gas Subsidi
  • Kebijakan Baru: Pembelian Gas Berbasis Digital dengan KTP
  • Subsidi Gas Fantastis, Namun Harga Masih Naik
  • Rekomendasi Ombudsman: Pengawasan Ketat terhadap Agen dan Pangkalan Gas
  • Peninjauan Langsung oleh Pemerintah: Mengatasi Masalah di Lapangan

Penyimpangan Distribusi Gas Subsidi

Menurut Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kepri, Dr. Lagat Siadari, penyimpangan dalam distribusi gas subsidi sudah berlangsung lama. Para agen nakal diduga memainkan stok dan harga gas, sehingga mempengaruhi harga jual di tingkat pengecer. Sebagai respons terhadap masalah ini, pemerintah berencana merombak sistem distribusi LPG agar lebih transparan dan tepat sasaran.

Kebijakan Baru: Pembelian Gas Berbasis Digital dengan KTP

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan menerapkan sistem pembelian berbasis digital, di mana masyarakat hanya bisa membeli gas LPG 3 Kg dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau KTP yang terdaftar di aplikasi Merchant Apps Pertamina (MAP). Walaupun tidak ada batasan jumlah pembelian, kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi praktik penimbunan dan permainan harga di tingkat pengecer ilegal.

Namun, pertanyaan muncul, apakah kebijakan ini cukup efektif untuk mengatasi mafia gas atau justru akan menambah kerumitan di lapangan?

Subsidi Gas Fantastis, Namun Harga Masih Naik

Pemerintah melalui APBN 2025 telah mengalokasikan subsidi gas LPG 3 Kg sebesar Rp87 triliun. Namun, meski subsidi besar ini sudah disiapkan, harga gas yang terus melambung tetap menyulitkan masyarakat kecil. Ombudsman Kepri menekankan pentingnya memastikan distribusi tepat waktu dan tepat sasaran untuk meminimalisir penyalahgunaan dana subsidi.

Rekomendasi Ombudsman: Pengawasan Ketat terhadap Agen dan Pangkalan Gas

Ombudsman Kepri mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk mengatasi masalah ini. Pertamina dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) diminta untuk memperketat pengawasan terhadap agen dan pangkalan gas agar tidak terlibat dalam praktik kecurangan atau menjual gas kepada pihak yang tidak berhak. Selain itu, razia terhadap pengecer ilegal yang menjual gas tanpa izin juga harus dilakukan secara rutin.

Kenaikan harga LPG 3 Kg turut berkontribusi pada inflasi di Batam, yang tercatat sebesar 2,24% pada tahun 2024. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, yang menyumbang inflasi hingga 0,55%. Kenaikan harga gas sendiri menjadi faktor utama yang memicu inflasi hingga mencapai 8,49%.

Peninjauan Langsung oleh Pemerintah: Mengatasi Masalah di Lapangan

Untuk memastikan kelancaran distribusi LPG, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Ketua Komisi VI DPR, Anggia Ermania, dan sejumlah anggota Komisi VI lainnya, melakukan peninjauan ke pangkalan LPG 3 Kg di wilayah Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Di lokasi tersebut, mereka menemukan bahwa setelah instruksi Presiden Prabowo Subianto, antrean pembeli mulai berkurang, dan harga gas kembali terkendali.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pertamina juga melakukan inspeksi langsung ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) untuk memastikan distribusi gas sampai ke tingkat agen dan pengecer berjalan lancar.

Pemerintah optimis bahwa langkah-langkah yang diambil, seperti digitalisasi sistem pembelian dan pengawasan yang lebih ketat, akan mengurangi praktik mafia gas dan menurunkan harga gas LPG 3 Kg. Namun, hanya waktu yang akan membuktikan apakah kebijakan ini benar-benar dapat mengatasi masalah yang telah berlangsung lama.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Batamdistribusi gasgas subsidiharga elpijiharga gasinflasi Batamkebijakan digitalKTPLPG 3 kgmafia gasmafia LPGOmbudsman RIpengawasan gasPertaminasubsidi gas
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pramono Anung Targetkan Pembangunan Lokasi Sementara Pasar Induk Kramat Jati Rampung 5 Hari Pascakebakaran
HeadlinePeristiwa

Pramono Anung Targetkan Pembangunan Lokasi Sementara Pasar Induk Kramat Jati Rampung 5 Hari Pascakebakaran

By
Wili Wili
Zeekr Siap Luncurkan Dua Model Mobil Listrik di Indonesia: Zeekr X dan Zeekr 009
OtomotifTrending

Zeekr Siap Luncurkan Dua Model Mobil Listrik di Indonesia: Zeekr X dan Zeekr 009

By
Wili Wili
Debut Manis Ubed di BAC 2026, Lolos Babak Utama Kejuaraan Asia 2026 Usai Sapu Bersih Kualifikasi
OlahragaTrending

Debut Manis Ubed di BAC 2026, Lolos Babak Utama Kejuaraan Asia 2026 Usai Sapu Bersih Kualifikasi

By
Wili Wili
Bantah Pilot Susi Air Disandera KKB, Panglima TNI: Enggak Ada, Mereka Menyelamatkan Diri
HeadlineNewsPeristiwa

Bantah Pilot Susi Air Disandera KKB, Panglima TNI: Enggak Ada, Mereka Menyelamatkan Diri

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?