By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Catatan > Sinergitas Potensi Lokal dan Pemerintah Pusat dalam Pembangunan IKN
Catatan

Sinergitas Potensi Lokal dan Pemerintah Pusat dalam Pembangunan IKN

akurasi 2019
Last updated: Agustus 27, 2019 10:58 am
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Sinergitas Potensi Lokal dan Pemerintah Pusat dalam Pembangunan IKN
Nikolaus Anggal. (Istimewa)
SHARE
Sinergitas Potensi Lokal dan Pemerintah Pusat dalam Pembangunan IKN
Nikolaus Anggal. (Istimewa)

Ditulis oleh: Nikolaus Anggal

27 Agustus 2019

Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan ibu kota negara (IKN) yang ideal. Hanya saja, sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas menjadi prasyarat mutlak untuk memulai pembangunan IKN di Kaltim. Kualitas SDM di Bumi Etam sudah bagus. Tetapi masih perlu ditingkatkan agar potensi lokal tidak hanya sebagai penikmat pembangunan. Kita harus menjadi pelaku dan pelaksana pembangunan. Untuk mendukung pembangunan IKN, diperlukan sinergitas potensi lokal dan pemerintah pusat. SDM yang berkualitas adalah unsur terpenting untuk memulai pembangunan yang berkualitas.

SDM yang terampil dan berkualitas akan mengelola sumber daya alam (SDA) secara efektif dan efisien. SDM menjadi modal pembangunan bila pemindahan IKN dari Jawa ke Kaltim bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pembangunan ekonomi memerlukan SDA dan SDM. Dua sumber daya ini sangat penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan.

Pemindahan IKN ke Kaltim akan memacu pertumbuhan ekonomi Kalimantan yang bertumpu pada industrialisasi berbasis hilirisasi SDA, jasa, pelestarian alam, dan pelestarian budaya. Kedua unsur terakhir merupakan khasanah kekayaan budaya bangsa.

Standar pembangunan Indonesia tidak terlepas dari SDM yang inovatif dan kreatif. Hal ini mengacu pada konsep pembangunan bahwa manusia merupakan pelaku, pelaksana, dan penikmat pembangunan. Dengan kualitas penduduk yang rendah, manusia akan lebih banyak berperan sebagai penikmat pembangunan dan kurang berperan sebagai pelaku dan pelaksana pembangunan. Dengan demikian, para pelaku pembangunan dituntut menguasai masalah, kreatif, dan inovatif.

Akhir-akhir ini, pembicaraan tentang SDM di Kaltim semakin gencar. Karena pertumbuhan ekonomi IKN sebagai barometer kemajuan perekonomian Indonesia. Di samping itu, muncul juga kesadaran bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada SDA. Belakangan ini, tehnologi sebagai sumber daya pembangunan memang penting. Namun perkembangan dan pemanfaatan tehnologi sangat tergantung pada SDM.

Dengan tersedianya sumber daya yang memadai dari segi kuantitas dan kualitas, tantangan di masa depan dapat diatasi dengan baik. Peningkatan kuantitas dan kualitas SDM tidak hanya tergantung pada lembaga tertentu atau orang tertentu, tetapi perlu melibatkan seluruh komponen bangsa.

Dalam rangka menyongsong realisasi pemindahan IKN ke Kaltim, tidak ada cara selain potensi lokal menguasai informasi dan tehnologi. Caranya, mengubah SDM dari potensi yang rendah menjadi SDM yang berkualitas tinggi. Dari potensi yang berkualitas pada potensi yang lebih berkualitas. Untuk mencapai tingkat ini, diperlukan kedisiplinan, ketekunan, kerja keras, dan komitmen yang tinggi. Sebab sumber daya yang berkualitas harus mampu menyerap informasi dan tehnologi serta memiliki etos kerja dan mental bersaing yang sehat. Bukan hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di tingkat global.

Pemerintah pusat diharapkan melibarkan potensi-potensi lokal di Kaltim dalam menggodok rencana pembangunan IKN. Kaltim mempunyai banyak SDM yang dapat memberikan pertimbangan dan masukan. Ketika rencana pembangunan itu direalisasikan, jangan sampai muncul upaya memarjinalkan masyarakat lokal. Peran pemikir-pemikir lokal perlu dioptimalkan.

Pemindahan IKN Republik Indonesia dari Pulau Jawa ke Kaltim bukan hanya memacu pertumbuhan ekonomi baru di kawasan luar Jawa, melainkan juga proses pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan berbasis potensi lokal. Semua harus tetap dibingkai dalam semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berasaskan Pancasila dan UUD 45. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Sekilas: Penulis adalah Dosen pada Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan Keuskupan Agung Samarinda Kalimantan Timur.

TAGGED:catatanIKNNikolaus Anggal
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Utopia Demokrasi Melibas Prostitusi
Catatan

Utopia Demokrasi Melibas Prostitusi

By
akurasi 2019
Visi Politik Keummatan dan Kebangsaan
Catatan

Masa Depan Politik Kita

By
akurasi 2019
Menumbuhkan Kearifan Lewat Perbedaan Politik
Catatan

Menumbuhkan Kearifan Lewat Perbedaan Politik

By
akurasi 2019
Fix, Nama Ibu Kota Baru Nusantara!
HeadlineNews

Fix, Nama Ibu Kota Baru Nusantara!

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?