By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Sindikat Pemalsuan Vaksin dan PCR di Samarinda Dibongkar Polisi, Libatkan ASN hingga Relawan Dinsos
News

Sindikat Pemalsuan Vaksin dan PCR di Samarinda Dibongkar Polisi, Libatkan ASN hingga Relawan Dinsos

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Oktober 4, 2021 11:58 am
By
Redaksi Akurasi.id
Share
4 Min Read
Sindikat Pemalsuan Vaksin dan PCR di Samarinda Dibongkar Polisi, Libatkan ASN hingga Relawan Dinsos
Polresta Samarinda melakukan pres rilis atas ungkapan kasus pemalsuan vaksin dan PCR. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)
SHARE
Sindikat Pemalsuan Vaksin dan PCR di Samarinda Dibongkar Polisi, Libatkan ASN hingga Relawan Dinsos
Polresta Samarinda melakukan pres rilis atas ungkapan kasus pemalsuan vaksin dan PCR. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)

Sindikat Pemalsuan Vaksin dan PCR di Samarinda Dibongkar Polisi, Libatkan ASN hingga Relawan Dinsos. Terungkapnya kasus pemalsuan vaksin dan PCR itu, berawal dari seorang warga yang hendak terbang ke Surabaya lewat Bandara APT Pranoto Samarinda.

Akurasi.id, Samarinda – Polresta Samarinda mengamankan 9 pelaku pemalsuan surat vaksin dan polymerase chain reaction (PCR). Pelaku utama dalam sindikat ini ada 2 orang yakni SR yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) dan RW yang merupakan relawan Dinas Sosial.

Waka Polresta Samarinda AKBP Eko Budiarto menjelaskan, awal terungkapnya kasus pemalsuan ini lantaran adanya pelaku perjalanan ke Kota Surabaya. Saat dilakukan pengecekan oleh petugas Bandara APT Pranoto ternyata berkasnya tidak terdata atau teregistrasi.

“Pada saat di scan barcode tidak keluar, sehingga petugas itu langsung berkoordinasi dengan Satreskrim Polresta Samarinda untuk dilakukan proses penyelidikan. Sehingga terungkap 9 pelaku yang kami amankan,” ungkap Eko Budiarto kepada awak media, pada Rabu (4/8/2021).

Pelaku sendiri memiliki berbagai macam status pekerjaan, diantaranya ASN, driver, maupun swasta. Awalnya SR yang merupakan ASN Puskesmas Loa Bakung sekaligus sopir ambulance mengambil 1 lembar kartu vaksin yang berada di meja petugas. Kemudian, menggandakannya ke percetakan sebanyak 40 lembar. Sehingga total keseluruhan 41 lembar.

Kemudian, RW yang merupakan relawan Dinas Sosial menerima hasil penggandaan dari SR dan menyebarkannya kepada pelaku lainnya. Dari total 41 kartu vaksin palsu sindikat ini berhasil menjual sebanyak 28 kartu vaksin sehingga tersisa 13 kartu vaksin dengan harga Rp200 ribu per lembar.

Masing-masing pelaku meraup keuntungan dari Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per lembar dan mendapatkan total keuntungan hingga jutaan rupiah. Lantaran kerap berpindah tangan, harga kartu vaksin palsu yang awalnya Rp200 ribu berkembang menjadi Rp650 ribu.

“Pelaku melakukan perbuatan ini bersama-sama, dengan pasal yang kami terapkan Pasal 263 subsider Pasal 268 ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara,” jelasnya.

[irp]

Ia mengatakan, para korban yang membeli surat vaksinasi dan PCR palsu ini melakukannya secara sadar. Untuk keperluan pribadi, berobat atau istri yang melahirkan. “Mereka yang membeli belum pernah vaksin. Diantara pelaku ada 1 korban yang kami amankan juga,” katanya.

Eko menjelaskan, pengungkapan kasus pemalsuan surat vaksin dan PCR ini pertama di Samarinda dan akan terus dikembangkan oleh Satreskrim Polresta Samarinda. “Mudah-mudahan pelaku lainnya bisa terungkap. Sedangkan keterlibatan dari rumah sakit dan dokter masih dilakukan penyelidikan,” terangnya.

Barang bukti yang disita berupa kartu vaksin palsu sebanyak 7 lembar, kartu PCR sebanyak 1 lembar, kertas karton sebanyak 1 lembar, uang tunai senilai Rp3.615.000, handphone 6 buah, printer 1 buah, pulpen 1 buah, buku tabungan, dan ATM 1 buah, serta gunting 1 buah.

[irp]

Sementara itu, SR yang merupakan salah satu pelaku mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan kartu vaksinasi tersebut pada Juni lalu. Ia pun mengaku, bahwa ia melakukan pemalsuan surat vaksin dan PCR hanya untuk menolong orang yang memerlukan surat keterangan tersebut. “Saya tolongin orang saja mas,” ujarnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:ASN Palsukan VaksinKalimantan TimurKasus KriminalPolresta SamarindaSindikat Pemalsuan VaksinSurat Palsu PCR
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Usia Baru 23 Tahun, Pemuda Asal Bontang Udah Jadi Bandar Narkoba Seberat 1 Kilogram
News

Usia Baru 23 Tahun, Pemuda Asal Bontang Udah Jadi Bandar Narkoba Seberat 1 Kilogram

By
Devi Nila Sari
balita
Hukum & KriminalNews

Ibu yang Menganiaya Balita di Samarinda Diduga Mengalami Sindrom Baby Blues

By
akurasi 2019
Calon Pengantin Polisi di Gorontalo Hilang di Hari H, Calon Istri Syok dan Lapor Propam
PeristiwaTrending

Calon Pengantin Polisi di Gorontalo Hilang di Hari H, Calon Istri Syok dan Lapor Propam

By
Wili Wili
Putra Mahkota Keraton Solo Unggah Kritik Pedas: "Nyesel Gabung Republik"
PeristiwaTrending

Putra Mahkota Keraton Solo Unggah Kritik Pedas: “Nyesel Gabung Republik”

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?