By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Sekolah Ini Menggaji Guru Rp 200 Ribu Setiap Bulan
News

Sekolah Ini Menggaji Guru Rp 200 Ribu Setiap Bulan

akurasi 2019
Last updated: Agustus 6, 2019 9:42 am
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Sekolah Ini Menggaji Guru Rp 200 Ribu Setiap Bulan
Proses belajar mengajar di kelas X MTs As’adiyah. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)
SHARE
Sekolah Ini Menggaji Guru Rp 200 Ribu Setiap Bulan
Proses belajar mengajar di kelas X MTs As’adiyah. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Sekolah swasta menghadapi masalah penurunan jumlah siswa. Penyebabnya diduga lantaran sekolah negeri menambah kuota siswa di setiap kelas. Seiring dengan itu, bertambah pula siswa yang diterima di sekolah berpelat merah.

Salah satunya di Madrasah Tsanawiyah (MTs) As’adiyah Bontang. Tahun ini, sekolah yang terletak di Kelurahan Tanjung Laut Indah ini hanya memperoleh 11 siswa.

Purwoko, Wakil Kepala MTs As’adiyah, mengatakan, jumlah siswa baru tahun ini tidak berbeda dengan tahun lalu. Siswanya bertambah setelah ada pelajar pindahan. Secara keseluruhan, siswa baru dan pindahan berjumlah 25 orang.

Meski pendaftaran siswa sudah ditutup pada 23 Juli lalu, Purwoko berharap terdapat siswa pindahan yang mendaftarkan diri di MTs As’adiyah.

“Pintu kami terbuka lebar untuk menerima siswa yang pindahan. Siswa kami masih kurang,” katanya pada Akurasi.id belum lama ini.

Minimnya jumlah siswa memengaruhi kesejahteraan guru di MTs As’adiyah. Saat ini pengajar di sekolahnya berjumlah 12 orang.

Setiap guru diupah Rp 7 ribu per jam. Dalam sehari, rata-rata guru mengajar selama tiga hingga empat jam. Artinya, setiap guru menerima gaji sekira Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu per bulan.

“Guru banyak kerja ikhlas saja. Ada guru jam terbang yang hanya digaji Rp 200 ribu. Karena mengajarnya sebentar saja,” bebernya.

Dia menyebut, pada umumnya guru digaji dari sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Kendalanya, BOS tak sepenuhnya dicairkan setiap bulan. Sehingga pihaknya harus menekan biaya operasional dan gaji guru.

“Gaji guru ya tersendat-sendat. Kadang gajian dua bulan sekali,” keluh Purwoko.

Tak Hanya Satu Sekolah

Penurunan jumlah siswa di sekolah swasta lain juga dialami SMP Monamas Bontang. Tahun lalu sekolah itu menerima sekira 15 siswa. Tahun ini, sekolah yang terletak di Jalan Ahmad Yani ini hanya memperoleh lima siswa.

Wakil Kepala Sekolah SMP Monamas, Deni Juli, menekankan, penurunan jumlah siswa disebabkan sekolah negeri yang menambah kuota siswa baru.

“Biasanya hanya menerima 30 siswa per kelas. [Sekarang sekolah negeri menampung] 40 siswa. Jadi siswa banyak yang daftar ke sekolah negeri,” papar wanita berjilbab ini.

Terdapat 14 orang pengajar di SMP Monamas. Semakin sedikit siswa yang terdaftar, maka akan memengaruhi kesejahteraan guru. Sebaliknya semakin banyak siswa baru, sekolah akan menerima dana BOS yang relatif tinggi.

Dana tersebut digunakan sekolah untuk menggaji guru. “Kalau gaji gurunya saya kurang tahu jumlahnya. Karena bukan ranah saya,” tuturnya.

SMA Tunas Bangsa juga menerima sedikit siswa baru. Bagian Kurikulum SMA Tunas Bangsa, Dwi, mengaku sekolahnya hanya menerima satu rombongan belajar yang diisi 14 siswa.

Kondisi ini berbeda dengan tahun lalu. Pada 2018, sekolah yang terletak di Kelurahan Berebas Tengah ini menerima 24 anak.

“Masyarakat Bontang ini cenderung lebih memilih sekolah yang lulus siap kerja,” terangnya.

Di sekolahnya terdapat 13 orang guru. Guru mendapatkan gaji dari dana BOS karena pihaknya tak memungut biaya dari siswa. Sekolah menggunakan sebagian dana BOS untuk menggaji guru. Sisanya digunakan untuk operasional sekolah.

“Jadi harus pintar pengelolaannya,” tutup Dwi. (*)

Penulis: Suci Surya Dewi
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:gaji guruGuru SwastaKekurangan SiswaPolemik PPDBSekolah Swasta
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Awas! 7 Kebiasaan Ini Bikin Wajah Wanita 10 Tahun Lebih Tua

Akurasi.id - Penuaan memang proses alami. Tapi, tahukah kamu kalau penuaan bukan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

News

Seorang Nenek Terpanggang saat 10 Rumah Terbakar di Sangatta

By
akurasi 2019
Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 16 Desember 2025 Stabil di Rp2.464.000 per Gram, Buyback Rp2.324.000
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 16 Desember 2025 Stabil di Rp2.464.000 per Gram, Buyback Rp2.324.000

By
Wili Wili
Demi Bisa Ikut Balap Liar, 2 Remaja yang Duduk di Bangku SMP Ini Nekat Curi 3 Motor
Hukum & KriminalNews

Demi Bisa Ikut Balap Liar, 2 Remaja yang Duduk di Bangku SMP Ini Nekat Curi 3 Motor

By
Devi Nila Sari
Dirjen PLN Kemendag Jadi Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Minyak Goreng
HeadlineHukum & Kriminal

Dirjen PLN Kemendag Jadi Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Minyak Goreng

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?