By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Sejarah Dukungan PKB dari Kekalahan Ahok hingga Harapan Baru dengan Anies
HeadlineKabar Politik

Sejarah Dukungan PKB dari Kekalahan Ahok hingga Harapan Baru dengan Anies

akurasi 2019
Last updated: Juni 13, 2024 9:14 am
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Sejarah Dukungan PKB dari Kekalahan Ahok hingga Harapan Baru dengan Anies
Sejarah Dukungan PKB dari Kekalahan Ahok hingga Harapan Baru dengan Anies. Foto: Okezone.
SHARE

Jakarta, Akurasi.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah melalui perjalanan politik yang penuh dinamika dalam Pilkada Jakarta. Dari mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2017 hingga mengusung Anies Baswedan untuk Pilkada 2024, PKB menunjukkan adaptabilitasnya dalam merespons perubahan politik dan aspirasi konstituennya. Mari kita telusuri sejarah dukungan PKB dan perubahan strateginya.

Contents
  • Dukungan PKB di Pilkada Jakarta 2017
  • Kekalahan Ahok dan Strategi Baru PKB
  • Mengusung Anies Baswedan di Pilkada 2024
  • Kolaborasi dengan PSI
  • Harapan Baru untuk Jakarta

Dukungan PKB di Pilkada Jakarta 2017

Pada Pilkada Jakarta 2017, PKB mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni. Namun, pasangan ini kalah di putaran pertama dengan perolehan suara hanya 17,07 persen. Setelah kekalahan tersebut, PKB memutuskan untuk mendukung pasangan Ahok-Djarot Saiful Hidayat di putaran kedua. Dukungan ini merupakan langkah strategis PKB untuk memastikan keterlibatannya dalam kontestasi politik yang lebih kuat.

Kekalahan Ahok dan Strategi Baru PKB

Meskipun mendapat dukungan dari PKB, pasangan Ahok-Djarot kalah dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang memperoleh 57,96 persen suara. Kekalahan ini membuat PKB mengevaluasi kembali strategi politiknya. Partai ini menyadari pentingnya mendukung calon yang tidak hanya populer tetapi juga memiliki peluang kemenangan yang lebih besar.

Mengusung Anies Baswedan di Pilkada 2024

Memasuki Pilkada 2024, PKB mengambil langkah baru dengan mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernur. Keputusan ini diumumkan oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas. Anies, yang sebelumnya berhasil memenangkan Pilkada Jakarta 2017, dianggap sebagai sosok yang memiliki elektabilitas tinggi dan kemampuan untuk memimpin Jakarta ke arah yang lebih baik.

“PKB DKI Jakarta memutuskan Anies Baswedan menjadi calon tunggal sebagai gubernur Jakarta 2024-2029,” kata Hasbiallah dalam konferensi pers di kantor DPW PKB Jakarta.

Kolaborasi dengan PSI

Selain mengusung Anies, PKB juga membuka pintu untuk berkolaborasi dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). PKB mengusulkan Kaesang Pangarep, Ketua Umum PSI, sebagai calon wakil gubernur mendampingi Anies. Langkah ini menunjukkan fleksibilitas PKB dalam menjalin koalisi dengan partai-partai lain demi mencapai tujuan bersama.

“Kami terbuka dengan Wakil Gubernur siapapun, termasuk dengan Mas Kaesang,” ujar Hasbiallah.

Harapan Baru untuk Jakarta

Dukungan PKB terhadap Anies Baswedan mencerminkan harapan baru bagi warga Jakarta. Dengan pengalaman dan rekam jejaknya, Anies diharapkan dapat membawa perubahan positif dan melanjutkan pembangunan yang telah dirintis. PKB, dengan strategi barunya, bertekad untuk memainkan peran kunci dalam menentukan masa depan Jakarta.

Perjalanan PKB dari mendukung Ahok hingga mengusung Anies Baswedan menunjukkan dinamika politik yang kompleks dan adaptabilitas partai dalam merespons perubahan. Dukungan ini tidak hanya mencerminkan strategi politik tetapi juga komitmen PKB untuk menghadirkan pemimpin yang mampu membawa Jakarta menuju kemajuan. Harapan baru pun tercermin dari langkah PKB ini, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Jakarta.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

TAGGED:AhokAnies BaswedanDjarot Saiful HidayatKaesang PangarepKoalisi PKB PSIPilkada DKIPilkada Jakarta 2024PKBpolitik indonesiaSejarah Politik PKB
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesia Meneguhkan Komitmennya Dalam Membela Kemerdekaan Palestina dan Menggalakkan Boikot Terhadap Barang Impor Israel
Headline

Indonesia Meneguhkan Komitmennya Dalam Membela Kemerdekaan Palestina dan Menggalakkan Boikot Terhadap Barang Impor Israel

By
akurasi 2019
Wakil Rakyat Terpilih Jangan Hanya Datang, Duduk, dan Diam
Kabar Politik

Wakil Rakyat Terpilih Jangan Hanya Datang, Duduk, dan Diam

By
akurasi 2019
banjir samarinda
Kabar PolitikNews

Bedah Samarinda Lewat Podcast, Rusmadi Ajak Masyarakat Terbuka Lihat Persoalan Banjir

By
akurasi 2019
Harga Pertamax Naik, Pertalite Jadi Primadona, Kosong di Beberapa SPBU
HeadlineTrending

Harga Pertamax Naik, Pertalite Jadi Primadona, Kosong di Beberapa SPBU

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?