Trending

Samarinda Gelar Penyekatan, Kendaraan Asal Balikpapan Balik Arah, 65 Orang Push up Usai Tak Pakai Masker

Loading

Samarinda Gelar Penyekatan, Kendaraan Asal Balikpapan Balik Arah, 65 Orang Push up Usai Tak Pakai Masker
Tim Satgas Covid-19 Samarinda melakukan penyekatan di Jalan Trikora atau tepatnya di Jembatan Achmad Amin Samarinda. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Samarinda Gelar Penyekatan, Kendaraan Asal Balikpapan Balik Arah, 65 Orang Push up Usai Tak Pakai Masker. Dalam kesmepatan itu, Tim Satgas Covid-19 Samarinda bahkan mendapati dua orang pengendara dengan suhu tubuh mencapai 39,8 celsius.

Akurasi.id, Samarinda – Iring-iringan kendaraan yang melintas di Jalan Trikora, Kecamatan Palaran, Samarinda, mendadak terhenti pada Selasa pagi (29/6/2021). Sejumlah orang dengan pakaian loreng dan cokelat tampak berdiri melintasi jalan tepat di depan iringan kendaraan itu. Mereka adalah tim TNI-Polri yang gabungan dalam Satgas Covid-19.

Pagi tadi, lewat operasi dadakan, personil TNI dan kepolisian menggelar razian penyekatan menyusul meningkatnya kasus Covid-19 di Kaltim, terutama di Kota Balikpapan. Hal itu membuat Samarinda mau tidak mau mengencangkan ikat pinggang.

Operasi penyekatan di wilayah perbatasan kedua daerah itu pun menjadi pilihan yang diambil. Setidaknya, ada 4 posko penjagaan yang dikawal Tim Satgas Covid-19 Samarinda, yakni Posko di Jemabat Achmad Amin, depan Kampus IAIN Loa Janan, Bandara APT Pranoto, dan Bukit Pinang Jalan Suriyanata.

Jasa SMK3 dan ISO

Dijumpai di lokasi penyekatan, Kabag Ops Polresta Samarinda, Kompol Andi Suriyadi mengatakan, kegiatan penyekatan itu merupakan tindak lanjut atas instruksi wali kota Samarinda terkait meningkatnya wabah Covid-19 di Kaltim. Disusul munculnya varian baru dari wabah tersebut.

“Mulai hari ini kami lakukan penyekatan, untuk lokasi poskonya sama dengan penyekatan pada saat pelaksanaan Idulfitri kemarin,” katanya saat dihubungi, Selasa (29/6/2021).

Dalam operasi itu, sambung dia, Tim Satgas Covid-19 memeriksa setiap kendaraan yang hendak masuk ke Kota Samarinda. Bagi mereka yang tidak memiliki bukti swab baru, maka terpaksa diminta balik arah.

“Kami periksa dulu identitasnya, kalau bukan warga Samarinda, kami tanya tujuannya apa ke Samarinda. Kalau tidak memiliki surat swab dan urusannya tidak mendesak, kami arahkan putar balik,” tuturnya.

Untuk satu posko penyekatan, setidaknya dijaga oleh 15 personel Polri, 5 personel TNI, 10 anggota Satpol PP, dan 5 anggota BPBD Samarinda. “Total yang berjaga di satu posko sebanyak 35 orang. Waktu penjagaan, kami fleksibel saja. Apabila mobilisasi kendaraan banyak pada malam hari, kami fokuskan pada malam hari, begitu pun sebaliknya,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Kasi Bagian Umum Satpol PP Samarinda Jamrin mengatakan, di hari pertama penyekatan setidaknya ada 20 kendaraan asal Balikpapan yang diminta balik arah. Lantaran semua kendaraan itu tidak memiliki bukti hasil swab Covid-19.

“Iya, total ada 20 kendaraan yang kami minta putar balik, mas. Tadi bahkan ada 2 orang pengendara asal Balikpapan yang memiliki suhu badan 39,8 celsius kami arahkan agar putar balik. Kemudian ada 65 orang pengendara yang kami berikan sanksi push-up karena tidak menggunakan masker,” paparnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button