By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Samarinda Dinilai Sudah Tidak Layak Jadi Ibu Kota Provinsi
Trending

Samarinda Dinilai Sudah Tidak Layak Jadi Ibu Kota Provinsi

akurasi 2019
Last updated: Mei 30, 2020 2:05 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
samarinda ibu kota provinsi
Wakil Ketua DPRD Provinsi kaltim, Muhammad Samsun, menilai Samarinda sudah tidak layak jadi Ibu Kota Provinsi Kaltim. (Dok Pribadi Muhammad Samsun)
SHARE
samarinda ibu kota provinsi
Wakil Ketua DPRD Provinsi kaltim, Muhammad Samsun, menilai Samarinda sudah tidak layak jadi Ibu Kota Provinsi Kaltim. (Dok Pribadi Muhammad Samsun)

Akurasi.id, Samarinda – Banjir menahun yang seolah tanpa solusi dan penyelesaian memang masih menjadi masalah klasik di Kota Samarinda. Sebagai ibu kota provinsi, sedianya Samarinda harus menjadi cermin bagi kabupaten/kota lain di Kaltim.

baca juga: UU Minerba Dinilai Tidak Berpihak Pada Rakyat, Aji Mawar: DPR RI Hanya Untungkan Pemodal

Namun kenyataannya, Samarinda justru menjadi replikasi bagi buruknya penataan kota, salah satunya tidak adanya resolusi dan langkah konkrit dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terkait banjir di daerah tersebut.

Wakil Ketua DPRD Provinsi kaltim, Muhammad Samsun, ikut mengomentari persoalan tersebut. Terkait persoalan banjir itu, dia melihat kota ini mengalami kelebihan beban dari banyaknya persoalan kota. Banjir adalah persoalan klasik dari musim kemusim setiap hujan turun, terlebih dengan intensitas tinggi.

“Kompleksitas permasalahan banjir tentu harus dilihat secara serius, semakin tahun bukannya semakin berkurang justru semakin parah dan meluas. Kita tidak bisa membiarkan masyarakat terus-terusan menerima kerugian akibat banjir ini,” ketusnya.

Menurutnya, banjir yang melanda Samarinda, sedianya bukan hanya menjadi persoalan bagi masyarakat dan pemerintah di wilayah, tetapi juga bagi masyarakat Kaltim. Karena Kota Tepian –sebutan Samarinda- menjadi perwajahan dari pembangunan Kaltim.

“Kota ini tidak layak menyandang predikat sebagai ibu kota provinsi, kita penduduk Kalimantan Timur ikut merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat Samarinda karena wajah Kaltim ada di kota ini terlebih sebagai ibu kota provinsi,” imbuhnya.

Politikus Partai PDI Perjuangan ini melihat, ada dua faktor yang menjadi argumentasi mendasar terkait banjir di Samarinda, yakni faktor alam seperti tingginya curah hujan, topografi wilayah, pasang surut air Sungai Mahakam, dan lain-lain.

Faktor kedua adalah manusia, utamanya bersumber pada unsur pertumbuhan penduduk akan diikuti peningkatan kebutuhan infrastruktur, pemukiman sampai pada memungkin kurang baiknya drainase atau parit saluran air menuju ke sungai dan waduk, belum lagi ditambah aktifitas tambang secara berlebih yang tak terkendali turut memperburuk kualitas lingkungan Samarinda.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Terlepas dari persoalan tersebut saya lebih melihat perlunya mengurangi beban kota, pemindahan pusat pemerintahan provinsi atau ibu kota provinsi jadi solusi,  selain karena banjir hal ini untuk memberikan kemudahan pelayanan masyarakat dan mengurangi kemacetan akibat kepadatan jumlah penduduk ke depan,” jelasnya.

Selain itu, kebutuhan penataan kota sebagai antisipasi meningkatnya pertumbuhan ekonomi akibat pertumbuhan infrastruktur, mendistribusikan penduduk kota ini agar tidak terkonsentrasi pada pusat kota sebagaimana saat ini, sekaligus mengantisipasi potensi yang lebih besar sebelum ibu kota negara benar-benar pindah di Bumi Kalimantan Timur.

“Pusat pemerintahan provinsi dapat dipindahkan di pinggiran Kota Samarinda atau memilih area baru di kabupaten lain yang letaknya starategis dan mendukung konsep smart city sebagai jawaban atas tantangan jaman ke depan,” tandasnya. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

TAGGED:banjir MenahunBanjir SamarindaIbu Kota Provinsi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Ancaman Siber Ransomware yang Meningkat di Indonesia
TechnoTrending

Ancaman Siber Ransomware yang Meningkat di Indonesia

By
akurasi 2019
Merencanakan Perayaan Idul Adha 2023 yang Sempurna: Menjelajahi Long Weekend Escape Indonesia
Trending

Merencanakan Perayaan Idul Adha 2023 yang Sempurna: Menjelajahi Long Weekend Escape Indonesia

By
akurasi 2019
pemakaman amsm
Trending

Begini Prosedur Pemakaman AMSM, Anak yang Jadi PDP Rapid Test Reaktif Covid-19

By
akurasi 2019
Pengusaha Kapal Asal Samarinda Meninggal Berstatus Positif, Keluarga Tolak Dimakamkan Secara Protokol Covid-19
Trending

Pengusaha Kapal Asal Samarinda Meninggal Berstatus Positif, Keluarga Tolak Dimakamkan Secara Protokol Covid-19

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?