By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Ratusan Warga Binaan Lapas Bontang Dapat Remisi, Neni: Perilaku dan Akhlak Harus Ditingkatkan
Birokrasi

Ratusan Warga Binaan Lapas Bontang Dapat Remisi, Neni: Perilaku dan Akhlak Harus Ditingkatkan

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 5:39 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Ratusan Warga Binaan Lapas Bontang Dapat Remisi, Neni: Perilaku dan Akhlak Harus Ditingkatkan
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membacakan sambutan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada upacara pemberian remisi kepada narapidana dan anak pidana, Jumat (16/8/19). (Herman Baakel/Humas Pemkot Bontang)
SHARE

Ratusan Warga Binaan Lapas Bontang Dapat Remisi, Neni: Perilaku dan Akhlak Harus Ditingkatkan
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membacakan sambutan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada upacara pemberian remisi kepada narapidana dan anak pidana, Jumat (16/8/19). (Herman Baakel/Humas Pemkot Bontang)

Akurasi.id, Bontang – Dirgahayu Republik Indonesia (RI) yang diperingati setiap 17 Agustus selalu menjadi momentum yang banyak ditunggu setiap warga binaan di suatu lembaga pemasyarakatan (Lapas). Tidak terkecuali warga binaan yang menghuni Lapas Kelas III Bontang.

Pada hari ulang tahun (HUT) ke-74 RI, diketahui terdapat sebanyak 760 warga binaan Lapas Bontang yang mendapatkan remisi dari total jumlah 1.078 penghuni lembaga tersebut. Bahkan sebanyak 15 orang di antaranya diketahui akan bebas tepat pada hari kemerdekaan 17 Agustus 2019.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni secara khusus menyampaikan sejumlah wejangan kepada para penghuni Lapas pada upacara remisi umum narapidana dan anak pidana, Jumat (16/8/19). Acara yang berlangsung di Lapas Bontang itu dipimpin sendiri Neni sebagai inspektur upacara.

Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase, Kepala Lapas Bontang Heru Yuswanto, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bontang, ikut hadir pada acara tersebut.

Dalam sambutannya, Neni menyampaikan, proklamasi kemerdekaan  17 Agustus 1945 adalah titik awal atau tahapan tertinggi dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Seperti halnya pemberian remisi, sambungnya, tidak boleh hanya dimaknai sebagai pemberian hak bagi warga binaan di suatu lembaga pemasyarakatan. Melainkan harus bisa dimaknai lebih dari sekadar itu.

Menurut dia, remisi merupakan apresiasi negara terhadap seorang warga binaan Lapas karena dinilai mampu konsisten menunjukkan adanya perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. “Warga binaan Lapas harus selalu menunjukkan adanya peningkatan kualitas perilaku hidup. Harus menjadi peribadi yang lebih baik, taat, dan berakhlak,” serunya.

Hal terpenting dari pemberian remisi yakni agar seorang warga binaan atau narapidana bisa menjadi manusia yang lebih taat dan patuh hukum. Begitu juga dengan norma-normal kehidupan. Itu sebagai bentuk tanggung jawab kepada sesama manusia dan kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Harus selalu ada upaya introspeksi diri dan meningkatkan akhlak,” katanya.

“Untuk warga binaan yang mendapatkan remisi, khususnya yang bebas, saya mengucapkan selamat. Saya mengingatkan agar selalu menjaga keimanan kepada Tuhan. Itu sebagai landasan menjalani kehidupan bersama keluarga dan sebagai anggota masyarakat,” tambahnya.

Adapun untuk kondisi Lapas atau rumah tahanan (rutan) di Bontang yang disebut-sebut sudah banyak yang sudah kelebihan daya tampung atau melebih kapasitas, Neni berujar, kalau yang demikian sudah mendapatkan perhatian dari pemerintahan yang dia pimpin. Upaya merenovasi atau memperluas Lapas dan rutan yang ada adalah salah satu opsi yang bisa diambil ke depannya.

“Masih banyak kami dengar adanya dugaan pengendalian dan pengedaran narkoba (yang dilakukan di Lapas atau rutan). (Begitu juga dengan) penyalahgunaan ponsel dan pungutan liar yang terjadi. (Dan saya mengira) semuanya berakar pada masalah kelebihan penghuni Lapas atau rutan,” tuturnya. (*)

Penulis: Hermawan
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:17 AgustusHUT RILapas Kelas III BontangNeni MoerniaeniPemkot BontangRemisiWalikota BontangWarga Binaan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Bandara Samarinda
Birokrasi

Soal Jembatan Mahkota IV, Agus Suwandy: Awal 2020 Difungsikan

By
akurasi 2019
Birokrasi

Erau Pelas Benua Resmi Dimulai, Neni Ingin Guntung Menjadi Destinasi Wisata Budaya Leluhur

By
akurasi 2019
Agus Haris: Saya Tidak Setuju dengan UU Omnibus Law
Birokrasi

Agus Haris: Saya Tidak Setuju dengan UU Omnibus Law

By
Devi Nila Sari
Disnakertrans Kaltim Mengadakan Pelatihan di BLKI Bontang, Ahmad Aznem: Saya Berterimakasih
Birokrasi

Disnakertrans Kaltim Adakan Pelatihan, 90 Persen Peserta dari Bontang

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?