By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Ratusan Hewan Liar “Serang” Permukiman Penduduk
News

Ratusan Hewan Liar “Serang” Permukiman Penduduk

akurasi 2019
Last updated: Agustus 8, 2019 7:33 pm
By
akurasi 2019
Share
2 Min Read
Ratusan Hewan Liar “Serang” Permukiman Penduduk
DPKP menangkap ular yang berusaha memasuki permukiman penduduk. (Istimewa)
SHARE
Ratusan Hewan Liar “Serang” Permukiman Penduduk
DPKP menangkap ular yang berusaha memasuki permukiman penduduk. (Istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Selama Januari hingga Juli 2019, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Bontang mengevakuasi 138 hewan liar berbahaya. Evakuasi terhadap hewan-hewan tersebut dilakukan karena meresahkan warga.

Berdasarkan data yang dihimpun Akurasi.id, hewan liar yang memasuki permukiman meliputi 68 sarang tawon, 46 kasus ular, 13 kasus kucing liar, tujuh kasus buaya, dua ekor biawak, seekor anjing liar, dan seekor monyet.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelamatan dan Investigasi DPKP Bontang, Anas Taneng, mengatakan, tim penyelamat selalu bersedia membantu warga yang menemukan hewan yang meresahkan.

Dia meningatkan setiap orang agar tidak bertindak sendiri saat menemukan hewan liar berbahaya seperti ular dan buaya.

Kedua hewan ini dilindungi negara. Setiap orang tidak diperbolehkan membunuhnya. Hewan yang telah dievakuasi tim penyelamat akan dipindahkan ke hutan yang jauh dari permukiman warga.

“Serba salah sebenarnya. Kita ini justru yang merusak habitat mereka,” beber Anas.

Langkah berbeda diambil ketika DPKP mengevakuasi sarang tawon. Ada tiga cara yang diterapkan. Pertama, petugas menggunakan pestisida. Metode ini hanya berlaku saat tawon bersarang di rumah warga.

Kedua, petugas menggunakan asap untuk mengusir tawon madu. Ketiga, petugas membakar sarang tawon yang berada di pohon. “Itu berlaku untuk tawon tanah. Karena berbahaya,” sebutnya.

Ratusan Hewan Liar “Serang” Permukiman Penduduk
Anas Taneng. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Tim penyelamat juga mengevakuasi kucing. Anas menyebut, ada 13 kali tim DPKP menyelamatkan kucing yang terjebak di atas pohon.

“Lebih sering kucing peliharaan. Tapi ada juga kucing liar yang kami selamatkan,” tuturnya.

Tim penyelamat kesulitan mengevakuasi monyet. Dalam tujuh bulan terakhir, pihaknya baru sekali mengevakuasi hewan primata tersebut. Saat itu warga melaporkan monyet yang menghambur isi dapur.

“Petugas kewalahan lantaran monyet sulit dikendalkan. Dia lari dan lompat ke sana ke mari. Dan kami tidak berhasil [menangkapnya],” pungkas dia. (*)

Penulis: Suci Surya Dewi
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:BuayaDPKPHewan LiarMonyetSarang TawonUlar Piton
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Lisa Mariana Ungkap Kronologi Hubungan dengan Ridwan Kamil: Dari Telegram hingga Tudingan Hamil
PeristiwaTrending

Lisa Mariana Ungkap Kronologi Hubungan dengan Ridwan Kamil: Dari Telegram hingga Tudingan Hamil

By
Wili Wili
Alami Serangan Jantung saat Bertugas Malam, Petugas ini Meninggal Dunia
News

Alami Serangan Jantung saat Bertugas Malam, Petugas ini Meninggal Dunia

By
akurasi 2019
KPK menyatakan Bupati PPU Resmi Tersangka Bersama 5 Orang Lainnya - Akurasi.id
HeadlineNews

Bupati PPU Resmi Tersangka Kasus Korupsi Bersama 5 Orang Lainnya

By
Devi Nila Sari
Hakim PN Medan Vonis Bebas Amsal Sitepu dari Semua Dakwaan
HeadlinePeristiwa

Hakim PN Medan Vonis Bebas Amsal Sitepu dari Semua Dakwaan

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?