By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Puluhan Mahasiswa Unmul Gelar Aksi, Tuntut Gratiskan UKT
RagamTrendingUncategorized

Puluhan Mahasiswa Unmul Gelar Aksi, Tuntut Gratiskan UKT

Devi Nila Sari
Last updated: Januari 12, 2021 5:52 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Puluhan Mahasiswa Unmul Gelar Aksi, Tuntut Gratiskan UKT
Puluhan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Unmul gelar Aksi di Depan Gedung Rektorat Unmul, Selasa (12/1/2021). (istimewa)
SHARE
Puluhan Mahasiswa Unmul Gelar Aksi, Tuntut Gratiskan UKT
Puluhan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Unmul gelar Aksi di Depan Gedung Rektorat Unmul, Selasa (12/1/2021). (istimewa)

Mahasiswa Unmul Gelar Aksi tuntut digratiskan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT)

Akurasi.id, Samarinda – Puluhan mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mengelar aksi tuntut digratiskan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), di depan Gedung Rektorat Unmul Samarinda, Selasa pagi (12/1/2021).

Tidak hanya menuntut digratiskan UKT, mereka juga mempunyai tiga tuntutan lainnya yakni menolak SK Rektor No 02/KU/2021, dan meminta transparansi anggaran Unmul serta menolak penerapan Sumbangan Pembangunan Institusi (SPI) Unmul.

[irp]

“Kami ingin agar UKT digratiskan, untuk apa membayar kalau kami sendiri tidak menggunakan fasilitas kampus”, ungkap Presiden BEM FISIP Unmul, Iksan Nopardi saat diwawancarai usai melakukan orasi, Selasa (12/1).

Di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak pada sektor ekonomi, Iksan menjelaskan pungutan UKT yang dilakukan sangat tidak tepat. Ia menilai banyak orang tua Mahasiswa yang diberatkan oleh UKT tersebut, apalagi banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Bumi Etam terhitung tinggi.

“Kalau yang saya tahu ada 3 Juta pekerja yang sudah di-PHK, belum lagi yang ada di Kaltim, itu sangat mempersulit kondisi orang tua mahasiswa untuk membayar biaya wajib pendidikan anaknya di masa krisis ini,” tegasnya.

“Jadi kami akan kami menunggu sampai rektor datang untuk menemui kami, Jika pihak rektor belum bisa menemui, kami akan menunggu sampai pihak rektor keluar,” tandasnya.

Menyikapi dengan tuntutan mahasiswa tersebut Wakil Rektor II Bidang Umum Sumber Daya Manusia dan Keuangan, Abdunnur mengungkapkan, data terkait permohonan mahasiswa yang menginginkan kebijakan pengurangan UKT itu sudah ada pada setiap unit, yang seharusnya mereka mengajukan pada Fakultas.

“Berdasarkan evaluasi ada berbagai permohonan dan berbagai pemisahan kebijakan yang diputuskan. Jadi data yang berasal dari Aliansi Mahasiswa Unmul itu akan melengkapi dari data yang ada sama kita,” paparnya.

[irp]

Dilanjutkannya, walaupun tanpa adanya data dari mahasiswa refleksi dari keluarnya SK No 02/KU/2021 adalah sebagai bentuk follow up evaluasi pihaknya. Sehingga Unmul melalui kebijakan pimpinan tetap memberlakukan kebijakan pengurangan UKT. Walaupun katanya, kebijakan dari Kementerian 2021 belum keluar dan hanya mengacu kepada Permendagri No 25 tahun 2020.

“Dan itu tetap kita berikan inisiatif, untuk tetap melakukan kebijakan pengurangan UKT, secara khusus kepada mahasiswa yang orang tua atau walinya mengalami kondisi perubahan ekonomi maupun mahasiswa yang berada dalam level tidak sejahtera atau kemiskinan,” ujarnya.

Adapun terkait dengan SPI, ia menjelaskan bahwa SPI itu bertujuan untuk pengembangan institusi, pengembangan institusi itu adalah bagaimana alokasi dana masyarakat ini dapat dipergunakan secara langsung oleh unit kerja dalam hal ini fakultas, dalam bentuk memberikan sarana- prasarana pendukung proses belajar mengajar secara langsung.

Sehingga kebijakan dari Universitas itu  tidak ada share di dalam Universitas dalam pembagian nilai uang yang dihasilkan, itu kembali ke Fakultas. Sehingga benar-benar secara langsung dirasakan oleh mahasiswa.

“SPI ini diwajibkan hanya untuk mahasiswa jalur mandiri, itu hanya 20 persen dari jumlah mahasiswa di Unmul dan hanya ada pada beberapa Fakultas,” pungkasnya.(*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Rachman Wahid

TAGGED:Mahasiswa Unmul Gelar AksiTuntut Gratiskan UKT
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Corak

Jakarta Travel Fair Ekspansi Kota Tepian, Tawarkan Banyak Paket Berlibur

By
akurasi 2019

Ada 16 Ribu Pekerja di IKN tapi Hanya 304 Orang yang Bisa Nyoblos

By
Truk Tangki Pertamina Tabrak Kendaraan dan Warga di Plumpang, 5 Orang Tewas Termasuk Seorang Pelajar
PeristiwaTrending

Truk Tangki Pertamina Tabrak Kendaraan dan Warga di Plumpang, 5 Orang Tewas Termasuk Seorang Pelajar

By
Wili Wili
Bayi Kembar tiga
CorakNews

Lahirkan Tiga Bayi Kembar di HUT Bontang, Ika Purwati Sampai Harus Disesar

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?