
Gubernur Kaltim Isran Enggan “Berjudi” dan Ambil Risiko, PTM Terbatas Juli 2021 Dibatalkan? Walau dari Kemendikbud sudah mengambil ancang-ancang, namun Isran tetap bergeming, jika PTM terbatas sekali pun belum bisa dilaksanakan di tengah tren pandemi yang meningkat saat ini.
Akurasi.id, Samarinda – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas bagi pelajar SLTA atau SMA yang rencananya bakal dilaksanakan Juli 2021 tampaknya terancam batal. Lantaran Gubernur Kaltim Isran Noor tak ingin “berjudi” dan ambil risiko di tengah kondisi pandemi yang tak menentu.
Terlebih dengan drastisnya peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan rilis Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim pada Kamis (25/6/2021), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 harian meningkat menjadi 352 kasus.
“Belum ada keputusan untuk dilaksanakannya tatap muka. Saya kira Kaltim ini untuk sementara sekitar 70 persen tidak melaksanakannya. Kita jangan mengambil risiko,” kata Gubernur Kaltim Isran Noor kepada awak media.
Saat dikonfirmasi mengenai PTM terbatas pun, orang nomor satu di Kaltim ini tampak enggan melaksanakan. Tak hanya dikarenakan drastisnya kenaikan angka positif terkonfirmasi Covid-19 di Kaltim, namun juga disebabkan fasilitas sekolah yang tidak memadai.
“Mending jangan dulu dah. Tahani saja dulu. Kita juga tidak punya fasilitas yang memadai untuk bisa menyiapkan PTM terbatas. Bagaimana mengatur anak-anak masuk, guru-guru belum melaksanakan vaksin sepenuhnya. Kalau ingin melaksanakan minimal kan 60 persen semua harus di vaksin,” tutur dia.
Ia menyebut, penundaan PTM ini nantinya akan dilaksanakan hingga ke sekolah-sekolah di kabupaten/kota. “Dengan keadaan seperti sekarang ini enggak ada yang berani. Kami kan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Kalau ada yang melaksanakan hati-hati saja,” ujar pria yang pernah menjabat Bupati Kutim ini.
[irp]
Dalam kesempatan tersebut, Isran juga menanggapi terkait kebijakan Mendikbudristek Nadiem Makarim yang menyebutkan, bahwa sekolah akan kembali dibuka pada Juli 2021 dengan pelaksanaan PTM yang terbatas.
“Silahkan saja Pak Menteri, suka-suka dia. Tapi persoalannya sekarang kan kita harus lihat kondisinya di tiap daerah. Kalau angka penyebaran covid-19 masih tinggi, masa mau tetap dilaksanakan. Kalau sudah terjadi nanti repot,” pungkasnya. (*)
Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin
