By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Peristiwa > Presiden Jokowi Kenakan Baju Adat Kustim Saat Pimpin Upacara di IKN
HeadlinePeristiwa

Presiden Jokowi Kenakan Baju Adat Kustim Saat Pimpin Upacara di IKN

akurasi 2019
Last updated: Agustus 17, 2024 5:13 pm
By
akurasi 2019
Share
2 Min Read
Presiden Jokowi Kenakan Baju Adat Kustim Saat Pimpin Upacara di IKN
Presiden Jokowi Kenakan Baju Adat Kustim Saat Pimpin Upacara di IKN. Foto: Sekretariat Presiden.
SHARE

Ibu Kota Nusantara, Akurasi.id – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Presiden Joko Widodo kembali tampil memukau dengan mengenakan busana adat Nusantara. Pada upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi yang digelar di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara, Presiden Jokowi memilih baju adat Kustim, yang terinspirasi dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Baju adat Kustim yang dikenakan Presiden Jokowi bukanlah sekadar pakaian tradisional, melainkan simbol kebesaran dari salah satu kerajaan tertua di Indonesia. Kesultanan Kutai Kartanegara, yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur, memiliki peran penting dalam sejarah Nusantara. Istilah “Kustim” berasal dari kata “Kustin,” yang berarti “kebesaran,” menandakan bahwa pakaian ini menduduki posisi tertinggi dalam hierarki kerajaan.

Pada masa kejayaannya, baju adat Kustim hanya dikenakan oleh Aji Sultan, para pangeran, serta anggota keluarga kerajaan lainnya, khususnya dalam upacara-upacara penting seperti Erau. Erau sendiri merupakan perayaan besar yang diadakan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara, menandai momen-momen penting dalam kehidupan kerajaan dan masyarakat sekitarnya.

Dengan mengenakan baju adat Kustim pada upacara peringatan kemerdekaan, Presiden Jokowi tidak hanya menunjukkan apresiasinya terhadap warisan budaya Indonesia, tetapi juga menegaskan pentingnya melestarikan tradisi dan kebesaran Nusantara. Pilihan busana ini mengandung pesan kuat tentang pelestarian budaya dan sejarah, yang terus relevan dalam konteks modern Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Ibu Iriana Joko Widodo juga tampil anggun dengan pakaian nasional yang serasi, menambah kesan kebangsaan dalam perayaan tersebut. Kehadiran pasangan Presiden dan Ibu Negara dengan busana tradisional semakin memperkuat nuansa peringatan kemerdekaan sebagai momen untuk merayakan kekayaan budaya dan sejarah bangsa Indonesia.

Melalui penampilan ini, Presiden Jokowi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengingat kembali kejayaan masa lalu dan terus menjaga serta melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa. Upacara kemerdekaan tahun ini menjadi lebih dari sekadar seremonial, tetapi juga sebuah perayaan akan kebesaran dan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia.(*)

Penulis/Editor: Ani

TAGGED:Baju Adat KustimBaju Adat NusantaraHari Kemerdekaan RIKesultanan Kutai Kartanegarapresiden jokowiUpacara di IKNwarisan budaya
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Presiden Prabowo Dorong Kerja Sama Investasi dan Perdagangan dengan Thailand, Dukung Keanggotaan BRICS
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Dorong Kerja Sama Investasi dan Perdagangan dengan Thailand, Dukung Keanggotaan BRICS

By
Wili Wili
PDIP dan Demokrat Sikapi Dukungan untuk Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024
HeadlineKabar Politik

PDIP dan Demokrat Sikapi Dukungan untuk Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024

By
akurasi 2019
Tragis, Selebgram Regita Cisillia Maharani Tewas Tertabrak Kereta Api di Bandar Lampung
PeristiwaTrending

Tragis, Selebgram Regita Cisillia Maharani Tewas Tertabrak Kereta Api di Bandar Lampung

By
Wili Wili
Demi Kendaraan Listrik, Polisi Berencana Ubah Format STNK
HeadlineTrending

Demi Kendaraan Listrik, Polisi Berencana Ubah Format STNK

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?