By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Hukum & Kriminal > Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan: AKP Dadang Iskandar Tembak Mati AKP Ulil Anshar, Terungkap Motif Dibalik Tragedi
Hukum & KriminalTrending

Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan: AKP Dadang Iskandar Tembak Mati AKP Ulil Anshar, Terungkap Motif Dibalik Tragedi

Wili Wili
Last updated: November 24, 2024 3:24 pm
By
Wili Wili
Share
2 Min Read
Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan: AKP Dadang Iskandar Tembak Mati AKP Ulil Anshar, Terungkap Motif Dibalik Tragedi
Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan: AKP Dadang Iskandar Tembak Mati AKP Ulil Anshar, Terungkap Motif Dibalik Tragedi. Foto: Ist.
SHARE

Akurasi.id – Sebuah tragedi mengejutkan terjadi di Polres Solok Selatan, Sumatera Barat, saat Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar, menembak mati Kasat Reskrim AKP Ulil Anshar. Penembakan tersebut terjadi di area parkir Mapolres Solok Selatan, yang menewaskan AKP Ulil yang terkena tembakan di bagian pelipis dan pipi kanan, hingga menembus tengkuk. Peristiwa ini memicu ketegangan dalam institusi kepolisian dan sorotan publik terhadap pengendalian senjata api di kalangan anggota kepolisian.

Menurut Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono, penembakan ini dipicu oleh adanya perselisihan terkait penanganan kasus tambang ilegal galian C yang sedang ditangani oleh Polres Solok Selatan. AKP Ulil Anshar diketahui sering mendapat apresiasi atas upayanya mengungkap praktik tambang ilegal, namun hal ini justru menimbulkan ketegangan dengan AKP Dadang Iskandar, yang diduga memiliki hubungan dengan para pelaku tambang ilegal tersebut.

Polda Sumbar menjerat AKP Dadang dengan pasal pembunuhan berencana (Pasal 340 KUHP), dan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. Selain itu, ia juga dipecat dari kepolisian dan sedang menjalani proses hukum lebih lanjut. Tragedi ini menambah daftar panjang insiden polisi tembak polisi di Indonesia, yang sebelumnya juga terjadi dalam beberapa kasus lainnya, seperti penembakan Brigadir J oleh Ferdy Sambo pada 2022 dan insiden lainnya yang melibatkan anggota kepolisian.

Menanggapi peristiwa tersebut, anggota Komisi III DPR RI, M. Nasir Djamil, mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memperketat aturan penggunaan senjata api di kalangan anggota Polri. “Harus ada tes rutin untuk memastikan kesehatan fisik dan mental aparat yang diberi kewenangan membawa senjata api,” ujarnya. Nasir juga menegaskan perlunya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku, dengan mempertimbangkan hukuman berat sebagai efek jera.

Kejadian ini juga mengingatkan kita akan pentingnya profesionalisme dan pengawasan terhadap penggunaan senjata api dalam institusi kepolisian, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:AKP Dadang IskandarAKP Ulil AnsharKapolda Sumbar.Kapolrikasus polisi tembak polisiM. Nasir DjamilPembunuhan BerencanaPolda SumbarPolisi Tembak Polisisenjata api PolriSolok SelatanSumatera BaratTambang Ilegal
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kontroversi Gol Thailand ke Gawang Timnas U-19: Keputusan Wasit Dipertanyakan
OlahragaTrending

Kontroversi Gol Thailand ke Gawang Timnas U-19: Keputusan Wasit Dipertanyakan

By
Wili Wili
Dokter Richard Lee Resmi Jadi Mualaf, Didampingi Ustaz Derry Sulaiman dan Felix Siauw
PeristiwaTrending

Dokter Richard Lee Resmi Jadi Mualaf, Didampingi Ustaz Derry Sulaiman dan Felix Siauw

By
Wili Wili
Polisi Amankan Tujuh Pelaku Judi Online, Salah Satunya Bandar Togel Situs Tujuh Negara
Hukum & KriminalNews

Polisi Amankan Tujuh Pelaku Judi Online, Salah Satunya Bandar Togel Situs Tujuh Negara

By
Devi Nila Sari
Tersinggung Dibilang “Gigi Drakula” Jadi Motif Pelaku Bunuh Janda Anak 3 di Hotel Melati Bontang
Hukum & KriminalNews

Tersinggung Dibilang “Gigi Drakula” Jadi Motif Pelaku Bunuh Janda Anak 3 di Hotel Melati Bontang

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?