By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > Isu Pemakzulan Presiden Joko Widodo Mencuat, Reaksi dan Pendapat Para Pengamat
HeadlineTrending

Isu Pemakzulan Presiden Joko Widodo Mencuat, Reaksi dan Pendapat Para Pengamat

akurasi 2019
Last updated: Januari 15, 2024 2:19 pm
By
akurasi 2019
Share
2 Min Read
Isu Pemakzulan Presiden Joko Widodo Mencuat, Reaksi dan Pendapat Para Pengamat
Isu Pemakzulan Presiden Joko Widodo Mencuat, Reaksi dan Pendapat Para Pengamat. (Foto: BBC)
SHARE

Akurasi, Nasional. Jakarta, 15 Januari 2024. Isu pemakzulan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat setelah kelompok Petisi 100 mengajukan usulan kepada Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Isu ini mendapat respons dan tanggapan beragam dari para pengamat politik di Tanah Air.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menanggapi isu ini dengan mengakui bahwa syarat pemakzulan tidak mudah dipenuhi karena presiden dipilih langsung oleh rakyat. Meski demikian, Hasto mengindikasikan bahwa munculnya usulan pemakzulan menandakan adanya ketidakberesan dalam proses demokrasi. Ia menyoroti situasi di mana pemimpin negara melanggar konstitusi, dan wacana pemakzulan menjadi bentuk oto-kritik, terutama di akhir masa jabatan.

Pandangan serupa diutarakan oleh beberapa pengamat politik. Menurut mereka, pemakzulan presiden memerlukan bukti yang kuat terkait pelanggaran hukum yang dilakukan oleh kepala negara. Dr. Ani Soetjipto, seorang pengamat politik, menekankan perlunya bukti konkret yang dapat diajukan oleh pihak yang mengusulkan pemakzulan. Ia juga menyatakan bahwa wacana pemakzulan harus disertai dengan argumen hukum yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, beberapa pengamat lainnya menyampaikan skeptisisme terkait munculnya isu pemakzulan ini. Dr. Adi Prayitno, seorang ahli hukum tata negara, menilai bahwa langkah pemakzulan tidak hanya membutuhkan argumen hukum, tetapi juga dukungan politik yang kuat. Ia menyebutkan bahwa mengumpulkan dukungan 2/3 anggota DPR, seperti yang diatur dalam Pasal 7B UUD 1945, bukanlah hal yang mudah.

Sementara itu, Dr. Ujang Komarudin, seorang dosen ilmu politik, menyoroti pentingnya menjaga stabilitas politik dan ketertiban dalam menyikapi isu pemakzulan. Ia menegaskan bahwa proses pemakzulan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan konstitusi dan tidak boleh menciptakan kegaduhan politik yang dapat merugikan stabilitas negara.

Dalam konteks ini, Menko Polhukam Mahfud MD juga telah memberikan klarifikasi bahwa proses pemakzulan tidak mudah dan memerlukan waktu yang panjang. Ia menekankan perlunya bukti-bukti yang kuat untuk mendukung usulan pemakzulan.

Isu pemakzulan Jokowi ini masih terus menjadi sorotan dan perbincangan di tengah masyarakat, dengan berbagai pihak yang memberikan pandangan dan pendapat beragam terkait langkah ini.(*)

Editor: Ani

TAGGED:JokowiPemakzulan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Banjir Rendam 109 RT di Jakarta, Ratusan Warga Mengungsi dan Dapur Lapangan Brimob Didirikan
PeristiwaTrending

Banjir Rendam 109 RT di Jakarta, Ratusan Warga Mengungsi dan Dapur Lapangan Brimob Didirikan

By
Wili Wili
Presiden Prabowo Akan Hadiri Peringatan May Day di Monas, Tegaskan Komitmen terhadap Hak Buruh
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Akan Hadiri Peringatan May Day di Monas, Tegaskan Komitmen terhadap Hak Buruh

By
Wili Wili
3 warga balikpapan
Trending

Kabar Baik, Hari Ini, Ada 3 Lagi Warga Balikpapan yang Sembuh dari Virus Corona

By
akurasi 2019
Tak Ingin Wabah Covid-19 Meluas, Umat Nasrani di Bontang Pilih Rayakan Natal dan Ibadah Via Dering
Trending

Tak Ingin Wabah Covid-19 Meluas, Umat Nasrani di Bontang Pilih Rayakan Natal dan Ibadah Via Dering

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?