By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > Pertamina Duga Penyelewengan Industri Sawit dan Pertambangan, Alasan Solar Langka
HeadlineTrending

Pertamina Duga Penyelewengan Industri Sawit dan Pertambangan, Alasan Solar Langka

akurasi 2019
Last updated: Maret 30, 2022 8:23 am
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Pertamina Duga Penyelewengan Industri Sawit dan Pertambangan, Alasan Solar Langka
Antrean solar di salahsatu SPBU di Kediri. Ilustrasi. (RadarKediri.com).
SHARE

Kelangkaan solar kian memprihatinkan, Pertamina duga penyelewengan industri sawit dan pertambangan. Pertamina duga penyelewangan tersebut karena porsi Solar subsidi terhadap keseluruhan penjualan BBM diesel mencapai 93 persen.

Akurasi.id, Jakarta – PT Pertamina (Persero) menduga kelangkaan Solar subsidi terjadi lantaran penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh industri besar sawit dan pertambangan.

Contents
  • Industri Tak Boleh Gunakan Solar Subsidi
  • Sejumlah Daerah Laporkan Kelangkaan

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, porsi Solar subsidi terhadap keseluruhan penjualan BBM diesel mencapai 93 persen, sedang nonsubsidi hanya 7 persen.

Melihat hal itu, pihaknya dan aparat penegak hukum akan memastikan, apakah sebanyak 93 persen penjualan solar subsidi itu mengalir ke industri besar.

“Kami melihat antrean-antrean ini justru dari industri besar, sawit, tambang. Ini harus penertiban,” ujar Nicke dalam rapat dengar dengan Komisi VI DPR, Senin (28/3).

[irp]

Industri Tak Boleh Gunakan Solar Subsidi

Ia mengatakan, industri tambang dan perkebunan sawit seharusnya tak boleh gunakan solar subsidi.

“Kami duga seperti itu dan ini kelihatannya karena apa? Penjualan solar nonsubsidi turun, solar subsidi naik, padahal industri naik, ini perlu pelurusan,” terang dia.

Oleh karena itu, sambung Nicke, butuh petunjuk teknis dari pemerintah terkait siapa saja yang berhak mengkonsumsi solar subsidi dan volumenya.

“Mungkin perlu Keputusan Menteri (Kepmen) yang kemudian bisa berguna sebagai dasar di lapangan,” ujarnya.

[irp]

Sejumlah Daerah Laporkan Kelangkaan

Sebelumnya, sejumlah daerah melaporkan kelangkaan Solar yakni Bengkulu, Riau, dan Sumatera Selatan.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah misalnya, mengungkapkan karena kelangkaan itu, pihaknya mengajukan penambahan kuota subsidi BBM Solar kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Permintaan lantaran stok Solar di Bengkulu tidak stabil sehingga menimbulkan antrean yang panjang.

“Pemerintah mengajukan penambahan kuota BBM subsidi jenis solar agar tidak ada antrean panjang kendaraan di beberapa SPBU,” kata Rohidin, mengutip dari Antara, Senin (28/3).

Senada, Gubernur Provinsi Riau Syamsuar juga melayangkan surat penambahan kuota biosolar untuk tahun ini hingga 884 ribu kiloliter kepada BPH Migas.

“Kami sudah sampaikan melalui surat bernomor 541/DESDM-02/765 karena adanya kelangkaan BBM biosolar di Riau dan merujuk pada Peraturan Presiden nomor 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran bahan bakar minyak,” kata Syamsuar. (*)

Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Kelangkaan SolarPertaminaSolar NonsubsidiTrending
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Masjid Islamic Center Samarinda
Trending

Antisipasi Covid-19, Masjid Islamic Center Samarinda Pilih Tetap Tak Laksanakan Salat Jumat

By
akurasi 2019
Buruan!Lowongan Kerja BUMN Masih Terbuka Lebar, Ini Lho Syarat dan Posisi yang Tersedia
HeadlineTrending

Buruan!Lowongan Kerja BUMN Masih Terbuka Lebar, Ini Lho Syarat dan Posisi yang Tersedia

By
akurasi 2019
Ridwan Kamil Jalani Pemeriksaan Bareskrim Hari Ini Terkait Laporan Pencemaran Nama Baik
PeristiwaTrending

Ridwan Kamil Jalani Pemeriksaan Bareskrim Hari Ini Terkait Laporan Pencemaran Nama Baik

By
Wili Wili
Tengku Firmansyah Naik Jabatan di Kanada: Kini Jadi Welder dengan Helm Biru
PeristiwaTrending

Tengku Firmansyah Naik Jabatan di Kanada: Kini Jadi Welder dengan Helm Biru

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?