By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kabar Politik > Perpaduan Suara Politik Terhadap Seruan Prabowo untuk Kerja Sama dalam Pemerintahan
HeadlineKabar Politik

Perpaduan Suara Politik Terhadap Seruan Prabowo untuk Kerja Sama dalam Pemerintahan

akurasi 2019
Last updated: Mei 12, 2024 9:38 am
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Perpaduan Suara Politik Terhadap Seruan Prabowo untuk Kerja Sama dalam Pemerintahan
Perpaduan Suara Politik Terhadap Seruan Prabowo untuk Kerja Sama dalam Pemerintahan. Foto: JPNNcom.
SHARE

Akurasi.id. Jakarta, 12 Mei 2024 – Dalam sebuah pernyataan yang menuai beragam reaksi, Presiden terpilih Prabowo Subianto baru-baru ini mengutarakan harapannya agar pihak-pihak yang tidak ingin bekerja sama tidak mengganggu proses pemerintahan yang akan datang. Hal ini disampaikan Prabowo dalam acara bimbingan teknis dan rapat koordinasi nasional pemilihan kepala daerah oleh Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel JS Luwansa, Jakarta.

Dalam sambutannya, Prabowo mengajak semua pihak yang bersedia untuk bersama-sama memajukan bangsa. “Saya akan berjuang terus bersama semua kekuatan yang mau diajak kerja sama. Yang tidak mau diajak kerja sama, tidak apa-apa, asalkan tidak mengganggu,” ujar Prabowo. Menurutnya, yang penting adalah kesediaan untuk berkontribusi pada keamanan dan kemakmuran Indonesia tanpa harus berada dalam lingkaran kekuasaan.

Menanggapi hal ini, beberapa politikus dari berbagai partai politik memberikan pandangan mereka. Hendrawan Supratikno dari PDIP menilai bahwa gangguan terbesar terhadap jalannya pemerintahan sering kali datang dari internal, bukan dari partai di luar pemerintahan. “Bukankah yang bisa mengganggu biasanya yang ada di dalam? Yang rajin bersiasat biasanya mereka yang sibuk berburu kursi dan rejeki lebih besar dari akses kekuasaan,” kata Hendrawan.

Sejalan dengan itu, Saleh Partaonan Daulay dari PAN memandang bahwa pernyataan Prabowo merupakan masukan yang baik dan menegaskan bahwa anggota kabinet yang akan datang diharapkan patuh dan taat kepada Presiden. “Anggota kabinet patuh dan taat kepada presiden, sehingga gangguan dalam menjalankan pemerintahan dapat selalu dikendalikan,” ujar Saleh.

Pandangan serupa juga diungkapkan oleh Mardani Ali Sera dari PKS, yang mengakui pentingnya kontrol terhadap pemerintahan. Menurut Mardani, peran kritik dan kontrol adalah fundamental untuk memastikan pemerintahan berjalan efektif dan efisien. “Kontrol pemerintah wajib, PKS selama ini oposisi tapi kritis dan konstruktif,” ujar Mardani.

Pernyataan Prabowo yang mengajak ke semua pihak untuk tidak mengganggu jika tidak mau berpartisipasi aktif dalam pemerintahan, disambut juga oleh komentar Ganjar Pranowo, yang menekankan pentingnya peran oposisi dalam pemerintahan. “Yang di luar jangan-jangan malah membantu, karena mengingatkan yang baik,” kata Ganjar, mengingatkan pentingnya check and balances dalam sebuah demokrasi.

Lebih lanjut, analis politik Burhanuddin Muhtadi melihat pernyataan Prabowo sebagai indikasi positif adanya ruang untuk oposisi yang konstruktif. “Ini suatu kabar yang baik karena adanya oposisi bisa menjadi penyeimbang kekuasaan,” ujar Burhanuddin.

Dari berbagai tanggapan ini, jelas bahwa seruan Prabowo tidak hanya mengundang diskusi tentang dinamika kerja sama dalam pemerintahan yang akan datang tetapi juga menegaskan pentingnya kestabilan politik yang diharapkan dapat dibangun melalui kolaborasi yang efektif antar semua elemen masyarakat dan kekuatan politik di Indonesia.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

TAGGED:kerja sama politikOposisi PolitikPANPDIPPemerintahan IndonesiaPKSPrabowo Subiantostabilitas pemerintahan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Jokowi Curhat Masalah BBM: Nahan Harga Seperti itu Berat
EkonomiHeadline

Jokowi Curhat Masalah BBM: Nahan Harga Seperti itu Berat

By
akurasi 2019
Maraknya Gerakan Berbagi di Ramadan, Abdul Malik: Saya Sangat Mendukung
Kabar Politik

Maraknya Gerakan Berbagi di Ramadan, Abdul Malik: Saya Sangat Mendukung

By
Devi Nila Sari
Prabowo Diminta Jauhi Figur Toxic dalam Pembentukan Kabinet Baru
HeadlineKabar Politik

Prabowo Diminta Jauhi Figur Toxic dalam Pembentukan Kabinet Baru

By
akurasi 2019
Rano Karno Nilai Penolakan UMP DKI Jakarta 2026 Rp5,7 Juta Hal Wajar
HeadlinePeristiwa

Rano Karno Nilai Penolakan UMP DKI Jakarta 2026 Rp5,7 Juta Hal Wajar

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?