By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Dua Calon Penumpang Kapal KM NTB di Pelabuhan Bontang Batal Berangkat Usai Reaktif Covid-19
Trending

Dua Calon Penumpang Kapal KM NTB di Pelabuhan Bontang Batal Berangkat Usai Reaktif Covid-19

Devi Nila Sari
Last updated: Juni 23, 2021 4:24 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Dua Calon Penumpang Kapal KM NTB di Pelabuhan Bontang Batal Berangkat Usai Reaktif Covid-19
Dua orang penumpang Kapal KM NTB di Pelabuhan Bontang Batal berangkat lantaran memiliki hasil rapid antigen reaktif. (Istimewa)
SHARE
Dua Calon Penumpang Kapal KM NTB di Pelabuhan Bontang Batal Berangkat Usai Reaktif Covid-19
Dua orang penumpang Kapal KM NTB di Pelabuhan Bontang Batal berangkat lantaran memiliki hasil rapid antigen reaktif. (Istimewa)

Dua Calon Penumpang Kapal KM NTB di Pelabuhan Bontang Batal Berangkat Usai Reaktif Covid-19. Hal yang disayangkan dari temuan itu, pihak Pelabuhan Loktuan ternyata tidak memberikan pendampingan lebih lanjut kepada kedua penumpang dimaksud.

Akurasi.id, Bontang – Dua orang calon penumpang Kapal KM NTB yang berasal dari Sangkulirang, Kutai Timur, dan Berau, harus mengurungkan niatnya untuk berangkat ke Mamuju, Sulawesi Barat. Pasalnya, kedua calon penumpang itu ditemukan reaktif Covid-19 saat menjalani tes di Pelabuhan Bontang.

Diketahui penumpang asal Berau itu datang bersama anggota keluarganya, anak serta suaminya. Sementara penumpang perempuan asal Sangkulirang Kutai Timur hendak melalukan pemberangkatan sendiri.

Awalnya petugas mendapati beberapa penumpang melampirkan surat rapid atigen yang telah habis masa berlakunya. Untuk memastikan calon penumpang tidak terpapar Covid-19, petugas pun melakukan pemeriksaan antigen kepada yang bersangkutan.

“Setelah kami lakukan tes, hasilnya reaktif. Untuk yang satu keluarga itu hanya 1 yang reaktif, yang lainnya tidak,” ungkap Kasi Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang, Welly Sakius Rabu (23/06/2021).

Usai dinyatakan positif, petugas pun langsung melaporkan ke Tim Satgas Covid-19. Hasilnya, kedua penumpang yang reaktif itu diminta kembali ke daerah asalnya. Sesuai arahan tim satgas Covid-19 Bontang.

Welly menceritakan, penumpang asal Berau itu sempat menginap bersama keluarganya di saah satu hotel di Bontang. Sementara penumpang asal Sangkulirang, Kutim, sempat lama berada di warung sekitar pelabuhan.

[irp]

Disinggung terkait potensi penularan lantaran tak ada pengawasan terhadap penumpang reaktif, Welly menegaskan, jika pihaknya hanya menjalankan sesuai arahan dari Tim Satgas Covid-19. Sesuai permintaan Tim Satgas, penumpang reaktif itu hanya diminta kembali ke daerah asalnya.

Dalam hal untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penularan, calon penumpang harus diwajibkan melakukan isolasi mandiri. Paling tidak, kalau harus diminta kembali ke daerah asal wajib mendapat pendampingan dari Tim Satgas. Agar saat diperjelanan balik ke daerah asal tidak menularkan orang lain.

“Seharunya seperti itu. Tapi tidak ada Tim Satgas. Jadi kami hanya batalkan pemberangkatannya dan minta mereka pulang,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Tim Satgas Covid-19, Adi Permana mengakui jika telah menerima laporan ada dua penumpang yang ditemukan reaktif. Penumpang reaktif yang diketahui berada di salah satu hotel juga kini telah dilakukan tracing.

[irp]

Ditanya soal petensi penularan lantaran tidak ada pengawasan saat penumpang dipulangkan, ia pun menegaskan, seharusnya petugas Pelabuhan Lok Tuan memfasilitasi sepenuhnya penumpang untuk isolasi mandiri. Sebab di sana (Pelabuhan Lok Tuan) memiliki petugas kesehatan khusus dari instansi terkait. Jika memang tidak memiliki fasilitas, maka Tim Satgas akan membantu memfasilitasi ruang isolasi.

Menurutnya, hal itu merupakan tanggung jawab pihak pelabuhan. Pasalnya, di sana adalah wilayah kerjanya. Selain itu, petugas pelabuhan juga selayaknya memfasilitasi isolasi mandiri untuk calon penumpang. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:BontangPandemi Covid-19Pelabuhan Loktuan BontangPenumpang Batal BerangkatPenumpang Kapal KM NTBPenumpang Reaktif Covid-19
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kontroversi Gol di Menit 99: Jawaban FIFA atas Keputusan Wasit Ahmed Al Kaf yang Merugikan Timnas Indonesia
OlahragaTrending

Kontroversi Gol di Menit 99: Jawaban FIFA atas Keputusan Wasit Ahmed Al Kaf yang Merugikan Timnas Indonesia

By
Wili Wili
Harga Emas Antam Hari Ini 14 Desember 2025 di Rp2,462 Juta per Gram
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Hari Ini 14 Desember 2025 di Rp2,462 Juta per Gram

By
Wili Wili
Indonesia Kembali Kedatangan Vaksin 453 Ribu Dosis, Disebar di 7 Provinsi, Termasuk Kaltim
Trending

Indonesia Kembali Kedatangan Vaksin 453 Ribu Dosis, Disebar di 7 Provinsi, Termasuk Kaltim

By
Redaksi Akurasi.id
Dirawat Intensif Selama 5,5 Tahun, BPJS Ketenagakerjaan Biayai Perawatan Prantino Tanpa Batas Biaya
PariwaraRagam

Dirawat Intensif Selama 5,5 Tahun, BPJS Ketenagakerjaan Biayai Perawatan Prantino Tanpa Batas Biaya

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?