By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Pasutri Nekat Menyelundupkan Narkoba Setengah Kilo di Bandara Samarinda
Hukum & KriminalNews

Pasutri Nekat Menyelundupkan Narkoba Setengah Kilo di Bandara Samarinda

akurasi 2019
Last updated: Oktober 16, 2019 10:13 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Narkoba
(Kiri) Wakasat Reskoba Polresta Samarinda, AKP Rido Dolly Kristian saat menggelar hasil pengungkapan sabu setengah kilo. (Muhammad Upi/Akurasi.id)
SHARE
Narkoba
(Kiri) Wakasat Reskoba Polresta Samarinda, AKP Rido Dolly Kristian saat menggelar hasil pengungkapan sabu setengah kilo. (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Tampaknya Kaltim memang sedang seksi di mata para bandar narkoba, khususnya jenis sabu. Belum terlampau lama dari kejadian yang menyebabkan seorang diduga bandar asal Sangatta, Kutai Timur (Kutim) meninggal karena luka tembak di kepala, dengan barang bukti sabu mencapai 1 kilogram.

Dan beberapa pekan lalu, BNN RI berhasil mengamankan 38 kilogram sabu yang berasal dari negeri Jiran Malaysia. Dan teranyar saat ini, Reserse Narkoba (Reskoba) Polresta Samarinda kembali mengamankan setengah kilogram sabu, pada Selasa (15/10/2019) sekitar pukul 19.30 Wita.

Barang haram itu diamankan dari tangan pasangan suami istri (pasutri), bernama Irwansyah (37) dan Suryani (29), sesaat setelah keduanya keluar dari kawasan Bandar Udara APT Pranoto, Samarinda. Keduanya diamankan aparat berseragam sipil, saat hendak meninggalkan kawasan bandara, menggunakan Yamaha Vixion, KT 3964 OL.

Informasi dihimpun, saat itu Suryani berperan sebagai pengambil paketan barang haram tersebut, dari dalam kawasan bandara, tepatnya di samping Musala. Dari samping bangunan ibadah itu, Suryani memungut kaleng makanan ringan, yang di dalamnya berisi 10 paket balutan kertas karbon hitam berisikan sabu-sabu.

Keduanya kemudian tancap gas, namun aksinya langsung dihadang petugas. Irwansyah tak bisa beranjak meninggalkan istri dan kendaraan yang dikemudikannya. Sementara Suryani, hanya bisa memancarkan raut ketakutan. Di depan petugas, kaleng makanan ringan itu dibuka. Dan keduanya tak lagi bisa mengelak.

“Lebih tepatnya 489,42 gram. Dia (Irwansyah) tidak bisa bergerak karena terhalang portal pintu keluar. Rencananya barang itu mau dibawa ke Handil di Kukar” ungkap Wakasat Reskoba, AKP Rido Dolly Kristian.

Kepada awak media, saat ditemui di ruangannya kemarin (16/10/19) menjelang sore, Rido menjelaskan, belum bisa memastikan asal-usul kristal haram tersebut. Perwira balok tiga itu menjelaskan, operasi tangkap tangan itu berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh pihaknya.

“Rencananya mau dibawa ke Handil, Kukar,” imbuhnya.

Kini kedua pelaku masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Namun, ada beberapa kendala yang membuat pengembangan kasus ini cukup terganjal. Yakni, nomor telepon khusus yang memberikan komando kepada Suryani, atau biasa dikenal private number.

“Baik istri atau suami, keduanya ditangkap dengan status negatif mengonsumsi barang itu,” terangnya.
Alhasil pihak kepolisian untuk sementara ini hanya bisa menjerat keduanya sebagai kurir saja. “Yang bersangkutan belum ‘buka mulut’ keseluruhan,” tambahnya.

Iklan mahyunadi lagi

Saat ditanya awak media, Suryani yang diketahui merupakan ibu dari tiga orang anak ini mengaku juga tidak mengenal orang yang memintanya mengambil sabu tersebut. Ia hanya mengaku, jika akan ada upah yang diterimanya kalau berhasil mengantarkan barang itu sampai ke tujuannya.

“Enggak tahu berapa, belum ada kesepakatan nominal soalnya,” ucapnya singkat.

Saat ditanya apakah ia sedang terlilit masalah piutang, Suryani benar-benar pelit mengeluarkan suaranya, ia hanya memberikan isyarat dengan menggelengkan kepala yang menyiratkan hal tersebut tidaklah benar. Untuk sementara, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan terhadap jaringan pasutri ini, dan menetapkan keduanya sebagai kurir. (*)

Penulis : Muhammad Upi
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:Bandara SamarindaPasutriPenyelundupan Narkoba
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Demo 50.000 Buruh di Jakarta 24 September 2026: Hindari 5 Rute Ini, Cek Jalur Alternatif

Akurasi.id, Jakarta - Hari ini, Rabu (24/9/2026), Jakarta bakal macet total. Sekitar…

Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Peringkat 23, Bulu Tangkis Harapan Emas Pertama

Akurasi.id, Jakarta - Kabar terbaru dari kontingen Indonesia di Asian Games 2026…

Adu Ganas! Perbedaan iPhone 18 Pro Max vs 17, 16, 15 Pro Max, Mana Paling Worth It?

Akurasi.id, Jakarta - iPhone 18 Pro Max baru rilis di Singapura 18…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

30 Gay di Kutim Terinfeksi HIV/AIDS
News

30 Gay di Kutim Terinfeksi HIV/AIDS

By
akurasi 2019
Setelah Basri Rase, Sekda Bontang Aji Erlynawati Positif Covid-19, Kini Dirawat di RS PKT
NewsRagam

Kebijakan PPKM Bisa Bikin Pelaku Usaha Gulung Tikar, Sekda Bontang: Harap Bersabar

By
Devi Nila Sari
Ayah Farel Prayoga Ditangkap Terkait Judi Online Mahjong, Polisi Ungkap Bukti dan Kronologi Lengkap
Hukum & KriminalTrending

Ayah Farel Prayoga Ditangkap Terkait Judi Online Mahjong, Polisi Ungkap Bukti dan Kronologi Lengkap

By
Wili Wili
Tak Bisa Lunasi Biaya Persalinan Anak Kedelapan, Pasutri Dapat Bantuan dari Yayasan di Samarinda
News

Tak Bisa Lunasi Biaya Persalinan Anak Kedelapan, Pasutri Dapat Bantuan dari Yayasan di Samarinda

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?