By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kesehatan > Pada Februari RI Bakal Banjir Turis China, Jokowi: Kita Tidak Akan Lakukan Pembatasan
HeadlineKesehatanRagam

Pada Februari RI Bakal Banjir Turis China, Jokowi: Kita Tidak Akan Lakukan Pembatasan

Devi Nila Sari
Last updated: Januari 22, 2023 10:38 am
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Pada Februari RI Bakal Banjir Turis China, Jokowi: Kita Tidak Akan Lakukan Pembatasan
Pemerintah memperkirakan turis asal China bakal membanjiri Indonesia pada Februari. (Dok Xinhua)
SHARE

Presiden Joko Widodo menegaskan tidak akan melakukan pembatasan terhadap kedatangan turis China. Mengingat, kedatangan turis telah melalui protokol kesehatan. Selain itu, kekebalan komunal RI tinggi.

Akurasi.id, Jakarta – Turis China diprediksi akan membanjiri Indonesia pada Februari. Namun, Presiden Joko Widodo menegaskan, pemerintah tidak akan melakukan pembatasan terhadap kedatangan turis China. Meski, negara tersebut sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Sebagai informasi, studi baru Peking University menyatakan sekira 900 juta warga China telah tertular Covid-19. Artinya, 64 persen warga China telah terinfeksi Covid-19.

“Kita membuka untuk turis semua negara tanpa terkecuali, termasuk dari Tiongkok, silakan. Saya melihat di awal bulan Februari ini akan berbondong-bondong ramai turis dari Tiongkok masuk ke Manado, masuk ke Sulawesi Utara,” ungkap Jokowi ketika meninjau Kawasan Wisata Bunaken, Manado, Sulawesi Utara sebagaimana melansir VOA, Jumat (20/1/2023).

Presiden menegaskan, ia tidak khawatir dengan banyaknya turis mancanegara yang akan masuk ke Tanah Air. Mengingat, para turis tersebut telah melalui sejumlah protokol kesehatan sejak masih berada di negaranya masing-masing. Selain itu, mantan gubernur DKI Jakarta ini juga meyakni bahwa kekebalan komunal masyarakat Indonesia sudah sangat tinggi.

“Sekali lagi kita terbuka untuk turis dari manapun. Tapi, yang kita lihat yang akan banyak dari Tiongkok dan yang paling penting protokol kesehatan. Tapi di Tiongkok sendiri saya melihat yang mau keluar juga sudah dicek semuanya oleh negara mereka. Jadi kita enggak perlu khawatir. Yang kedua juga imunitas kita ini sudah pada posisi kekebalan komunitas sudah baik di angka 98,5 (persen),” jelasnya.

Ahli Peringatkan Masih Ada Kamungkinan Penularan Covid-19

Ahli Epidemilogi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman memperingatkan, bahwa kebijakan pemerintah yang tidak membatasi kedatangan turis asing tetap akan berisiko. Namun, ia berpendapat bahwa risikonya jauh lebih menurun. Bahkan, bisa dapat lebih menurun dengan pengetatan prosedur di pintu masuk negara. Misalnya, kewajiban vaksinasi Covid-19 booster, dan tidak memiliki gejala Covid-19 apapun.

“Karena mengandalkan modal imunitas itu harapan yang semu dalam artian enggak bertahan lama. Jadi, yang harus kita perkuat adalah sistem kesehatan. Karena ada banyak sekali ya tentu, antara lain vaksinasi yang selalu terjaga,” ungkap Dicky kepada VOA.

Sementara itu, pakar epidemilogi dari Universitas Airlangga Windhu Purnomo sependapat dengan kebijakan presiden. Namun ia tetap mengingatkan, agar pemerintah selalu mengedepankan prinsip kewaspadaan dan juga kehati-hatian.

Terkait kekebalan atau imunitas Covid-19 yang seiring dengan berjalannya waktu akan menurun. Windhu menyarankan pemerintah harus selalu melakukan sero survei dalam kurun waktu tertentu. Hal ini diperlukan guna melakukan pengecekan terhadap perkembangan imunitas di kalangan masyarakat.

“Pemerintah kan secara periodik (enam bulan sekali selama pandemic -red) melakukan sero prevalence survey. Terakhir Juli 2022, dan Januari-Februari 2023 ini. Untuk melihat kembali untuk melihat perkembangan imunitas di populasi. Saya yakin hasilnya nanti akan nyaris 100% yang punya imunitas terhadap COVID-19,” katanya.

“Memang, imunitas akan menurun seiring dengan waktu. Tapi tidak drastis. Sementara, infeksi alamiah akan masih terus ada, dan cakupan vaksinasi terus pemerintah tingkatkan meski akhir-akhir ini lajunya melambat,” tambah Windhu. (ah/gi)

Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:Presiden Joko WidodoRisiko Penularan Covid-19Turis Asal ChinaTuris China Banjiri Indonesia
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pasien Pertama Cacar Monyet Masuk RI, Kemenkes Jelaskan Cara Penularannya
HeadlineKesehatanRagam

Pasien Pertama Cacar Monyet Masuk RI, Kemenkes Jelaskan Cara Penularannya

By
Devi Nila Sari
Jokowi dan Prabowo Bahas Rencana Kerja Pemerintah dan RAPBN 2025
HeadlineKabar Politik

Jokowi dan Prabowo Bahas Rencana Kerja Pemerintah dan RAPBN 2025

By
Wili Wili
Arab Saudi Pastikan Haji 2022 Diikuti Jemaah Jumlah Besar
HeadlineTrending

Arab Saudi Pastikan Haji 2022 Diikuti Jemaah Jumlah Besar

By
akurasi 2019
1.284 warga
Corak

1.284 Warga Kelurahan Berebas Tengah Terima Bantuan BLT Hari Ini

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?