
Akurasi.id, Samarinda – Sejak penemuan jenazah balita di aliran eks anak Sungai Karang Asam di Jalan Antasari II, Gang 3, RT 30, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Samarinda Ulu, Minggu (8/12/19) sekitar pukul 08.00 Wita, masih banyak menimbulkan tanya.
Meski beberapa jam setelahnya, pasangan suami istri bernama Melisari (30) dan Bambang Sulistyo (40) yang datang ke ruang jenazah, RSUD AW Sjahranie mengklaim jika jasad bocah malang yang diperkirakan berusia 4 tahun itu adalah anak mereka bernama Ahmad Yusuf Ghazali, yang menghilang sejak 16 hari lalu di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jannatul Athfaal, Jalan AW Syahranie, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu.
Baca Juga: Jasad Balita Tanpa Kepala Bikin Geger, Betulkah Yusuf Bocah yang Sudah Hilang Dua Pekan Lalu?
Namun fakta belum terungkap sepenuhnya. Jenazah bocah malang dengan kondisi mengenaskan tanpa kepala, lengan kanan yang nyaris habis. Pergelangan tangan kiri yang terputus.
Begitupun kedua pergelangan kakinya, dan bagian badan yang terbuka tanpa adanya organ tubuh, serta beberapa bagian rusuk yang terlepas. Kondisi jenazah yang tak lagi utuh ini belum teridentifikasi sepenuhnya.

Meski demikian, pihak keluarga termasuk pasangan Melisari dan Bambang Sulistyo bersikukuh, jika pakaian yang dikenakan jenazah itu sangat identik dengan pakaian yang terakhir dikenakan Yusuf.
Hal ini pun baru diketahui sekitar lebih dari 7 jam setelah ditemukannya jenazah tersebut. Pakaian itu diketahui berwarna merah dengan lengan hitam pendek bertuliskan monas. Sedangkan celananya berwarna putih bermotif kuning.
“Kami sempat ragu pas awal dikabari. Tapi setelah menunggu dan dibersihkan, barulah kami yakin itu pakaian anak kami,” terang Bambang Sulistyo.
Setelah mengklaim bahwa itu adalah jenazah Yusuf anaknya, pihak keluarga langsung mempersiapkan pemakaman di TPU Jalan Damanhuri, Kecamatan Sungai Pinang, untuk dikebumikan sekitar pukul 20.00 Wita.
“Kami cuma mau anak kami segera dimakamkan. Selanjutnya akan kami pikirkan nanti,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Damus Asa menuturkan meski ada pernyataan dari pihak keluarga jika jenazah itu benar atas nama Yusuf anaknya yang hilang 16 hari silam, namun pihak kepolisian belum bisa memberikan kepastiannya.
“Karena kami masih fokus proses identifikasi,” tuturnya.

Dugaan kematian karena kondisi jenazah yang diduga Yusuf ini tak lagi utuh, Damus menegaskan, pihaknya belum mengarah kepada hal tersebut. Karena banyak tahapan yang harus dilalui untuk menyimpulkannya. Dan dugaan itu adalah Yusuf masih bersifat sementara.
“Kalau dari orangtua (Melisari dan Bambang Sulistyo) benar itu adalah anak mereka (Yusuf) karena pakaian yang identik,” imbuhnya.
Setelah dimandikan dan di kafani, jenazah bocah malang itu kemudian dibawa menggunakan ambulan sekitar pukul 21.00 Wita untuk dikebumikan malam tadi. Sedangkan pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan hingga saat ini untuk mencari semua kemungkinan dan mengusut tuntas kasus tersebut. (*)
Penulis: Muhammad Upi
Editor: Yusuf Arafah
