By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Orangtua Yusuf Yakin Balita Tanpa Kepala Adalah Anaknya, Polisi Tunggu Hasil Identifikasi
Hukum & KriminalTrending

Orangtua Yusuf Yakin Balita Tanpa Kepala Adalah Anaknya, Polisi Tunggu Hasil Identifikasi

akurasi 2019
Last updated: Desember 9, 2019 4:21 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
identifikasi
Jenazah yang diduga Yusuf saat hendak dimasukkan ke Ambulan untuk proses pemakaman. (Muhammad Upi/Akurasi.id)
SHARE
yusuf
Jenazah yang diduga Yusuf saat hendak dimasukkan ke Ambulan untuk proses pemakaman. (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Sejak penemuan jenazah balita di aliran eks anak Sungai Karang Asam di Jalan Antasari II, Gang 3, RT 30, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Samarinda Ulu, Minggu (8/12/19) sekitar pukul 08.00 Wita, masih banyak menimbulkan tanya.

Meski beberapa jam setelahnya, pasangan suami istri bernama Melisari (30) dan Bambang Sulistyo (40) yang datang ke ruang jenazah, RSUD AW Sjahranie mengklaim jika jasad bocah malang yang diperkirakan berusia 4 tahun itu adalah anak mereka bernama Ahmad Yusuf Ghazali, yang menghilang sejak 16 hari lalu di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jannatul Athfaal, Jalan AW Syahranie, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu.

Baca Juga: Jasad Balita Tanpa Kepala Bikin Geger, Betulkah Yusuf Bocah yang Sudah Hilang Dua Pekan Lalu?

Namun fakta belum terungkap sepenuhnya. Jenazah bocah malang dengan kondisi mengenaskan tanpa kepala, lengan kanan yang nyaris habis. Pergelangan tangan kiri yang terputus.

Begitupun kedua pergelangan kakinya, dan bagian badan yang terbuka tanpa adanya organ tubuh, serta beberapa bagian rusuk yang terlepas. Kondisi jenazah yang tak lagi utuh ini belum teridentifikasi sepenuhnya.

yusuf
Pakaian yang dikenakan jenazah balita malang tanpa kepala yang diklaim keluarga sebagai pakaian terakhir Yusuf. (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Meski demikian, pihak keluarga termasuk pasangan Melisari dan Bambang Sulistyo bersikukuh, jika pakaian yang dikenakan jenazah itu sangat identik dengan pakaian yang terakhir dikenakan Yusuf.

Hal ini pun baru diketahui sekitar lebih dari 7 jam setelah ditemukannya jenazah tersebut. Pakaian itu diketahui berwarna merah dengan lengan hitam pendek bertuliskan monas. Sedangkan celananya berwarna putih bermotif kuning.

“Kami sempat ragu pas awal dikabari. Tapi setelah menunggu dan dibersihkan, barulah kami yakin itu pakaian anak kami,” terang Bambang Sulistyo.

Setelah mengklaim bahwa itu adalah jenazah Yusuf anaknya, pihak keluarga langsung mempersiapkan pemakaman di TPU Jalan Damanhuri, Kecamatan Sungai Pinang, untuk dikebumikan sekitar pukul 20.00 Wita.

“Kami cuma mau anak kami segera dimakamkan. Selanjutnya akan kami pikirkan nanti,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Damus Asa menuturkan meski ada pernyataan dari pihak keluarga jika jenazah itu benar atas nama Yusuf anaknya yang hilang 16 hari silam, namun pihak kepolisian belum bisa memberikan kepastiannya.

“Karena kami masih fokus proses identifikasi,” tuturnya.

MAHYUNADI

Dugaan kematian karena kondisi jenazah yang diduga Yusuf ini tak lagi utuh, Damus menegaskan, pihaknya belum mengarah kepada hal tersebut. Karena banyak tahapan yang harus dilalui untuk menyimpulkannya. Dan dugaan itu adalah Yusuf masih bersifat sementara.

“Kalau dari orangtua (Melisari dan Bambang Sulistyo) benar itu adalah anak mereka (Yusuf) karena pakaian yang identik,” imbuhnya.

Setelah dimandikan dan di kafani, jenazah bocah malang itu kemudian dibawa menggunakan ambulan sekitar pukul 21.00 Wita untuk dikebumikan malam tadi. Sedangkan pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan hingga saat ini untuk mencari semua kemungkinan dan mengusut tuntas kasus tersebut. (*)

Penulis: Muhammad Upi
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:Balita Tanpa KepalaKriminalPenemuan MayatYusuf
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Data Terbaru Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 37 Santri Tewas, Evakuasi Masih Berlanjut
PeristiwaTrending

Data Terbaru Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 37 Santri Tewas, Evakuasi Masih Berlanjut

By
Wili Wili
3 penumpang kapal
Trending

3 Penumpang Kapal yang Dikabarkan Lepas Pencatatan, Ternyata Sudah Didata KKP Samarinda, Berasal dari Kukar

By
akurasi 2019
Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi, Tembus Rp 2,487 Juta per Gram pada Kamis 18 Desember 2025
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi, Tembus Rp 2,487 Juta per Gram pada Kamis 18 Desember 2025

By
Wili Wili
Anggap Penanganan Covid-19 di Samarinda Kacau, LBH dirikan Posko Pengaduan
Trending

Anggap Penanganan Covid-19 di Samarinda Kacau, LBH dirikan Posko Pengaduan

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?