News

Mustofa Remaja Penderita Kanker Tulang Ganas di Samarinda Meninggal, Sempat Utarakan Ingin Sekolah Lagi

Loading

mustofa remaja
Gambar ini di ambil sore sebelum Mustofa dikabarkan meninggal dunia pada Jumat malam. Mustofa terlihat merintih menahan sakit yang ia derita. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Kabar duka menghampiri Mustofa, remaja 13 tahun penderita tumor tulang ganas yang merupakan warga Jalan DR Sutomo, Gang 4, Blok B, RT 34, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda, itu dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (8/5/20) sekitar pukul 23.55 Wita. Kabar duka tersebut disampaikan pihak keluarga Mustofa saat media ini mencoba menyambangi rumahnya, pagi tadi.

baca juga: Mengeluh Kaki Kram, Mustofa Idap Kanker Tulang Ganas, Butuh Uluran Tangan untuk Berobat

Mustofa didiagnosa tim dokter mengidap penyakit kanker tulang ganas, yang ia derita sejak Februari 2020. Kanker itu telah membuat sebagian tubuhnya membengkak terutama di bagian mata dan kaki. Kejadian bermula saat dirinya mengeluh keram di bagian paha saat bermain futsal di sekolah.

Sebelum meninggal, wartawan Akurasi.id sempat menjenguk Mustofa pada Jumat (8/5/2020) sore menjelang berbuka puasa sembari menanyakan keadaannya saat itu. Ternyata itu adalah pertemuan terakhir media ini dengan Mustofa.

Jasa SMK3 dan ISO

Sore itu saat wartawan Akurasi.id berbincang bersama orangtua Mustofa, remaja yang duduk di bangku Kelas 7 atau Kelas 1 SMP itu sempat berucap “Aku mau sekolah, Pak” dengan nada sumbang menahan sakitnya. Mendengar itu, orangtua Mustofa tidak mampu menutupi kesedihannya.

Ibu kandung Mustofa, Marliam menjelaskan, semenjak pulang dari rumah sakit beberapa minggu lalu, keadaan anaknya semakin menurun terlebih ia sudah tidak bisa menelan makan.

“Sudah 10 hari cuman minum air, itupun anak saya susah menelan walapun cuman seteguk,” ucapnya.

Ditanya apakah ada niat untuk kembali ke rumah sakit, ibu Mustofa hanya bisa menjawab, “Saya dan kelurga sudah pasrah, kasian kalau Mustofa harus di amputasi kakinya tapi dokter juga enggak menjamin kesembuhanya, jadi lebih baik ngumpul di rumah,” tuturnya.

“Kini Mustofa sudah tenang dan tak merasakan sakit lagi, saya selaku orangtua meminta maaf jika selama hidup anak saya ada berbuat salah disengaja ataupun tak disengaja,” sambungnya.

Sabtu pagi tadi Mustofa telah dimakamkan. Lewat media ini, orangtua Mustofa hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang sudah banyak membantu keluarganya dalam mengobati anaknya.

“Terimakasih banyak kepada dermawan yang sudah memberikan bantuan selama Mustofa masih hidup, semoga dibalas kebaikannya sama Allah,” ucapnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button