By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Meski Musiman, Buah Lokal Selalu Jadi Primadona
Trending

Meski Musiman, Buah Lokal Selalu Jadi Primadona

akurasi 2019
Last updated: Februari 4, 2019 2:56 am
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Meski Musiman, Buah Lokal Selalu Jadi Primadona
SHARE

Meski Musiman, Buah Lokal Selalu Jadi Primadona

Akurasi.id – Saat ini buah lokal seperti duku, durian, rambutan serta buah khas Kalimantan Timur seperti elai, gerantungan serta ihao banyak dijual di toko buah atau penjual buah musiman. Musim buah ini membuat penjualan buah lokal meningkat dibanding buah impor.

Seperti halnya yang dikatakan Kamsiah, pemilik Toko Ena Na Buah, Jalan Yos Sudarso II, Sangatta Utara, Kutai Timur, bahwa masyarakat cenderung memilih buah lokal dibanding buah impor seperti apel, anggur, dan pear.

“Apalagi saat ini banyak buah lokal yang panen, seperti durian, duku dan buah asli Kalimantan,” ujarnya kepada Akurasi.id, Sabtu (2/2/19).

Ia menuturkan perbandingan penjualan saat ini didominasi buah lokal hingga 70 persen, dibandingkan buah impor yang hanya 30 persen. “Kalau lagi tidak musim buah lokal, penjualan keduanya seimbang,” jelasnya.

Menurutnya hal ini sesuatu yang wajar dan terjadi setiap tahunnya. “Memang kalau musim buah lokal, terjadi penurunan penjualan pada buah impor,” ungkapnya.

Ia menambahkan saat ini menjual buah lokal seperti durian super Rp 80 ribu per biji, gerantungan Rp  100 ribu empat biji, ihao Rp 25 ribu per kilogram. “Kalau harga tergantung ukuran buahnya juga seperti durian, gerantungan dan elai itu,” ungkapnya.

Ia memperkirakan peningkatan penjualan buah lokal akan terjadi hingga dua bulan ke depan. “Karena sekarang ini yang lagi ramai duku, kalau buah lokal seperti durian ini sudah sekitar enam bulan ramai,” terangnya.

Ia melanjutkan untuk buah impor seperti anggur dijual Rp 40 per kilogram, Apel Washington Rp 45 ribu per kilogram, dan pear Rp 35 ribu perkilogram. Kamsiah menambahkan, pembeli yang ramai datang ke lapaknya adalah orang-orang yang kerja di perusahaan, bahkan kadang memborong buah lokal yang dijualnya.

“Kalau sore pulang kerja banyak orang tambang yang singgah, kadang mereka makan di tempat dan tetap beli untuk dibawa pulang,” katanya.

Hal senada diungkapkan Baso Sultan, pedagang buah musiman, yang membuka lapak di Yos Sudarso III, Sangatta Utara, jika dirinya lebih senang menjual buah musiman atau buah lokal dengan alasan meski menjualnya musiman, namun dikatakan Baso omzet dari jual buah lokal bisa ia kantongi Rp 20 juta sehari.

“Kalau musim buah lokal memang kebanyakan masyarakat tertarik beli karena buahnya jarang ditemui, beda dengan buah impor bisa tiap hari ada,” kata Baso.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusuf Arafah

Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tangkapi Warga, Polisi Kepung Desa Wadas, Tagar #WadasMelawan Trending Topic
HeadlineTrending

Tangkapi Warga, Polisi Kepung Desa Wadas, Tagar #WadasMelawan Trending Topic

By
akurasi 2019
Walau Buka Setengah Hari, Pedagang Pasar Tamrin Tetap Merugi
Trending

Walau Buka Setengah Hari, Pedagang Pasar Tamrin Tetap Merugi

By
Devi Nila Sari
mobil avanza
Trending

Gara-Gara Ban Pecah, Mobil Avanza Terjun Bebas ke Parit

By
akurasi 2019
26 anggota dprd samarinda
Trending

Pakai Alat Baru Imunofluoresensi, 26 Anggota DPRD Samarinda Ikuti Rapid Test

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?