
![]()
Akurasi.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir resmi mengumumkan target perolehan medali emas Indonesia pada SEA Games 2025 di Thailand. Dalam konferensi pers di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (21/11/2025),
Erick menyebut Indonesia menargetkan sekitar 80 hingga 85 medali emas pada ajang multievent Asia Tenggara tersebut.
Menurut Erick, angka tersebut merupakan hasil evaluasi dari paparan berbagai cabang olahraga (cabor) yang sebelumnya mematok target total lebih dari 120 emas. “Kemarin dari hasil paparan teman-teman cabor, targetnya di atas 120 emas. Tapi hasil evaluasi kami, itu baru di 80-an,” ujar Erick Thohir.
Dengan target tersebut, Indonesia diprediksi akan kembali mengamankan peringkat ketiga, sama seperti pencapaian di SEA Games Kamboja 2023. “Artinya, kalau 80-an, itu ya sama seperti target-target sebelumnya, ranking 3. Kalau tuan rumah biasanya ranking 1 terus,” jelas Erick.
996 Atlet Siap Berlaga, Anggaran Rp66 Miliar
Pada SEA Games 2025, Indonesia akan mengirimkan 996 atlet yang akan berlaga di 48 dari total 50 cabor yang dipertandingkan. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp66 miliar untuk mendukung kontingen Merah Putih.
Meski hampir mencapai 1.000 atlet, dari segi jumlah Indonesia masih berada pada posisi keempat. Thailand disebut akan mengerahkan sekitar 1.800 atlet, Vietnam sekitar 1.200 atlet, dan Malaysia 1.100 atlet.
Erick menekankan pentingnya keseriusan seluruh cabor dalam menyumbang prestasi. “Saya harap kita benar-benar serius dalam memperjuangkan martabat bangsa. Saya meminta seluruh cabor memberikan kontribusi medali,” tegasnya.
SEA Games 2025 Jadi Ajang Evaluasi DBON
Menpora juga menegaskan bahwa SEA Games 2025 akan menjadi momentum penting untuk mengevaluasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Sebanyak 17 cabor prioritas dalam DBON akan dipantau ketat, mencakup atletik, panahan, sepeda, dayung, senam, angkat besi, bulu tangkis, taekwondo, karate, wushu, panjat tebing, menembak, pencak silat, renang, sepak bola, bola basket, dan bola voli.
Jika cabor prioritas tidak mencapai target, maka akan diberlakukan sistem promosi dan degradasi, memungkinkan cabor non-prioritas masuk ke daftar DBON bila mampu tampil gemilang.
“Ajang ini juga mesti jadi evaluasi. Kalau tidak sesuai target, kami ada promosi dan degradasi,” tegas Erick. Kebijakan ini sekaligus mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat fokus pengembangan olahraga nasional.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan dorongan untuk meningkatkan daya saing setiap cabor, pemerintah berharap SEA Games 2025 menjadi momentum kebangkitan prestasi olahraga Indonesia.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









