By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Trending > Begini Penyebab China, Inggris, dan Eropa Mengalami Krisis Energi-
Trending

Begini Penyebab China, Inggris, dan Eropa Mengalami Krisis Energi-

Devi Nila Sari
Last updated: Oktober 7, 2021 1:45 pm
By
Devi Nila Sari
Share
5 Min Read
Begini Penyebab China, Inggris, dan Eropa Mengalami Krisis Energi-
Ilustrasi industri otomotof di Wuhan,China. (AFP/STR)
SHARE
Begini Penyebab China, Inggris, dan Eropa Mengalami Krisis Energi-
Ilustrasi industri otomotof di Wuhan,China. (AFP/STR)

Akurasi.id — China, Inggris dan sejumlah negara Eropa mengalami krisis energi. Krisis ini membuat China kekurangan suplai energi untuk menggerakkan generator listrik, sementara Inggris kekurangan stok bahan bakar untuk industri dan kendaraan.

Tak hanya itu, krisis iklim di China membuat sebagian pabrik negara itu terpaksa menghentikan produksinya. Bahkan, beberapa dari mereka ada yang memasok barang bagi Apple dan Ttesla

Di belahan dunia lain, BP, perusahaan migas Inggris menyatakan nyaris satu per tiga stasiun pengisian BBM di negara itu kehabisan dua jenis BBM standar pada Minggu (26/9).

Lalu, apa yang menyebabkan negara-negara ini mengalami krisis energi? Dilansir dari cnnindonesia.com, Sabtu (02/10/2021) begini penjelasannya.

China

Saat ini China mengalami kekurangan batu bara dan listrik yang parah, dilansir Reuters. Salah satu alasannya adalah karena negara ini memiliki peningkatan kebutuhan listrik yang membutuhkan lebih banyak daya.

Kendati demikian, China telah berkomitmen untuk mengurangi intensitas energi sekitar tiga persen pada 2021 untuk efisiensi dan kebijakan ramah lingkungan. Otoritas provinsi juga telah meningkatkan penegakan pembatasan emisi dalam beberapa bulan terakhir setelah hanya 10 dari 30 wilayah daratan berhasil mencapai target konsumsi energi mereka pada paruh pertama tahun ini.

[irp]

Sebelumnya, sebagian besar energi China dipasok oleh pembangkit listrik yang berasal dari batubara. China sendiri menerapkan pasokan batu bara dan standar emisi yang kketat

Pengetatan ini menyebabkan China mengalami kekurangan energi. Pasalnya, sumber energi yang disetujui di negara itu masih belum mencukupi.

Negara Tirai Bambu ini mengalami peningkatan kebutuhan listrik dalam berbagai sektor. Dalam sektor jasa, penambahan konsumsi energi sebanyak 22 persen. Industri primer sebanyak 20 persen, manufaktur 13 persen, dan penggunaan perumahan delapan persen.

[irp]

Inggris

Selain China, Inggris juga turut mengalami krisis energi. Berbagai energi seperti gas alam, bahan bakar, dan listrik mengalami kenaikan harga. Harga grosir gas alam di Benua Eropa mencatatkan kenaikan tertinggi di Inggris, Prancis, Spanyol, Jerman, dan Italia, pada Jumat (24/9).

“Kami telah melihat harga yang semakin meningkat. Ini semakin mengkhawatirkan karena kebutuhan energi akan semakin tinggi di musim dingin,” ungkap Dimitri Vergne, kepala Tim Energi di The European Consumer Organization, dikutip dari CNN.com, Jumat (24/9).

Inggris sendiri bergantung pada daya gas alam pada 40 persen pemakaian listriknya. Selain kenaikan harga gas alam, Inggris juga mengalami kenaikan harga listrik.

Tak hanya itu, salah satu perusahaan migas Inggris menginformasi nyaris satu per tiga stasiun pengisian BBM kehabisan dua jenis BBM standar pada Minggu (26/9). Kekosongan terjadi akibat aksi kepanikan pembelian (panic buying) yang melanda masyarakat.

[irp]

“Dengan permintaan yang besar terlihat selama dua hari terakhir, kami memperkirakan sekitar 30 persen dari jaringan (pengisian BBM) saat ini tidak memiliki bahan bakar kelas utama,” ujar BP dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters, Selasa (28/9).

Kepanikan pemakaian bahan bakar muncul ketika Inggris menghadapi beberapa krisis bersamaan; lonjakan harga gas internasional yang memaksa perusahaan energi gulung tikar, kekurangan karbon dioksida terkait yang mengancam produksi daging, dan kekurangan pengemudi truk yang mengacaukan rantai pasok pengecer.

Akibat kondisi itu, antrean kendaraan mengular di pom bensin selama tiga hari belakangan. Beberapa pengendara harus menunggu berjam-jam untuk mengisi bahan bakar.

Kondisi itu semakin parah setelah perusahaan minyak di Inggris melaporkan jumlah pengemudi truk BBM berkurang sehingga menyebabkan masalah transportasi dari kilang ke pom beJumat

[irp]

Beberapa operator bahkan harus menjatah pasokan dan sebagian terpaksa menutup SPBU.

Negara-negara Eropa

Sejumlah negara-negara Eropa daratan juga terancam krisis energi. Ancaman ini datang akibat meningkatnya kebutuhan energi tersebut dalam menghadapi musim dingin.

Politikus menyampaikan ancaman krisis ini terjadi akibat lonjakan harga akibat peningkatan permintaan gas alam kala pandemi, gangguan pasokan yang disebabkan oleh pemeliharaan, dan penurunan daya yang dihasilkan oleh angin, dikutip CNN.

[irp]

Namun, ada pula yang berpendapat bahwa krisis energi di Eropa ada di sektor energi terbarukan.

Eropa sendiri banyak berinvestasi dalam penggunaan energi terbarukan, seperti angin dan matahari. Walaupun begitu, Eropa dinilai masih belum bisa memberikan energi hijau yang mencukupi kebutuhan orang-orangnya. (*)

Editor: Yusva Alam

TAGGED:ChinaEropaInggrisKrisis EnergiRedaksi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Gasperini Bawa Atalanta Juara Liga Europa dan Pecahkan Rekor
OlahragaTrending

Gasperini Bawa Atalanta Juara Liga Europa dan Pecahkan Rekor

By
akurasi 2019
Eza Gionino Bantah Isu KDRT dan Orang Ketiga di Tengah Gugatan Cerai Istrinya
SelebritisTrending

Eza Gionino Bantah Isu KDRT dan Orang Ketiga di Tengah Gugatan Cerai Istrinya

By
Wili Wili
Kisah Haru Farrel dan Nayaka: Rela Jual Ginjal Demi Bebaskan Ibu yang Ditahan Polisi
PeristiwaTrending

Kisah Haru Farrel dan Nayaka: Rela Jual Ginjal Demi Bebaskan Ibu yang Ditahan Polisi

By
Wili Wili
Timnas Futsal Indonesia U-16 Juara Piala AFF Futsal U-16 2025, Kalahkan Thailand 4-3 dalam Laga Dramatis
OlahragaTrending

Timnas Futsal Indonesia U-16 Juara Piala AFF Futsal U-16 2025, Kalahkan Thailand 4-3 dalam Laga Dramatis

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?