By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Banyak Desakan, Luhut Tolak Buka Big Data Terkait Penundaan Pemilu 2024
HeadlineTrending

Banyak Desakan, Luhut Tolak Buka Big Data Terkait Penundaan Pemilu 2024

akurasi 2019
Last updated: Maret 16, 2022 2:40 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Banyak Desakan, Luhut Tolak Buka Big Data Terkait Penundaan Pemilu 2024
Menko Marves Luhut Binsar menolak membuka big data yang diklaim mendukung penundaan Pemilu 2024. Luhut menegaskan data yang dirinya sampaikan adalah data asli. (Beritasatu.com)
SHARE

Luhut tolak buka big data terkait penundaan pemilu 2024. Luhut tolak buka big data walaupun banyak desakan untuk kepada dirinya untuk membuka.

Akurasi.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan ogah membuka big data yang dirinya klaim mendukung penundaan Pemilu 2024.
Luhut menegaskan data yang dirinya sampaikan adalah data asli. Politikus Golkar itu mengingatkan saat ini teknologi sudah canggih sehingga memungkinkan untuk membaca preferensi masyarakat.

“Ya pasti adalah, masak bohong? Ya janganlah, buat apa buka?” ucap Luhut di Hotel Grand Hyatt Jakarta, mengutip dari detik.com, Selasa (15/3).

Luhut mengklaim big data itu menangkap keresahan masyarakat tentang pemilu. Menurutnya, masyarakat tidak setuju dengan gelaran pemiliu yang mahal di saat pandemi.

Luhut juga mengklaim masyarakat belum siap menghadapi polarisasi politik. Ia menyebut publik ingin keadaan yang damai saat ini.

“Kalau saya, saya hanya melihat di bawah, saya kan sudah sampaikan, kok rakyat itu nanya, yang saya tangkap ini ya, saya boleh benar, boleh enggak benar,” ujarnya.

PDIP menyerang habis-habisan klaim Luhut itu. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mempertanyakan sikap Luhut yang berbeda dari sikap Presiden Jokowi.

Ketua DPP PDIP Puan Maharani juga menyangsikan klaim Luhut itu. Ketua DPR tersebut bilang data milik PDIP berbeda dari klaim Luhut.

“Kalau di PDI Perjuangan, kami punya data sendiri dan tidak termaksud dengan data yang dari (Luhut). Itu saja,” ungkap Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (15/3).

[irp]

Terkait Big Data Luhut

Luhut menyampaikan data ini dalam podcast #closethedoor di channel YouTube Deddy Corbuzier, seperti terlihat, Jumat (11/3/2022). Dalam perbincangannya dengan Deddy, Luhut menjelaskan pihaknya memiliki big data yang isinya merekam aspirasi publik di media sosial soal Pemilu 2024.

“Karena begini, kita kan punya big data, saya ingin lihat, kita punya big data, dari big data itu, kira-kira meng-grab 110 juta. Iya, 110 juta, macam-macam, Facebook, segala macam-macam, karena orang-orang main Twitter, kira-kira orang 110 jutalah,” kata Luhut.

Dari data tersebut, Luhut menjelaskan, masyarakat kelas menengah ke bawah ingin kondisi sosial politik yang tenang. Masyarakat, kata Luhut, tak ingin gaduh politik dan lebih menginginkan meningkatkan kondisi ekonomi .

“Kalau menengah ke bawah ini, itu pokoknya pengin tenang, pengin bicaranya ekonomi, tidak mau lagi seperti kemarin. Kemarin kita kan sakit gigi dengan kampret-lah, cebong-lah, kadrun-lah, itu kan menimbulkan tidak bagus. Masa terus-terusan begitu,” ujarnya.

Masih dari big data klaim Luhut, dia mengatakan rakyat Indonesia mengkritisi dana Rp 100 triliun lebih untuk Pemilu 2024. Dana ratusan triliun ini memang usul KPU kepada DPR-pemerintah. Ucapan Luhut itu kemudian panen kritikan dari berbagai pihak yang menolak pemilu ditunda. (*)

Sumber: CNNIndonesia.com dan Detik.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Big DataLuhut Binsar PanjaitanPenundaan Pemilu 2024Trending
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Akurasi.id - Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran…

“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Polisi Tetapkan 17 Tersangka dalam Bentrokan Maut PT GNI di Morowali
HeadlineHukum & KriminalNewsTrending

Polisi Tetapkan 17 Tersangka dalam Bentrokan Maut PT GNI di Morowali

By
Devi Nila Sari
Prabowo Sambut PM Malaysia Anwar Ibrahim dengan Makan Malam di Kediaman Pribadi, Bahas Kerja Sama Strategis RI-Malaysia
HeadlineKabar Politik

Prabowo Sambut PM Malaysia Anwar Ibrahim dengan Makan Malam di Kediaman Pribadi, Bahas Kerja Sama Strategis RI-Malaysia

By
Wili Wili
Serangan Siber pada Hari Pertama Kampanye: Data KPU Diklaim Bocor oleh "Jimbo"
HeadlineTrending

Serangan Siber pada Hari Pertama Kampanye: Data KPU Diklaim Bocor oleh “Jimbo”

By
akurasi 2019
Revitalisasi Manufaktur Amerika: Bagaimana Pabrik Microchip Dapat Mendukung Pertumbuhan Ekonomi
Covered StoryHeadline

Revitalisasi Manufaktur Amerika: Bagaimana Pabrik Microchip Dapat Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?