By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Lingkungan > Lubang Tambang di Wilayah Ibu Kota Negara Memakan Korban Jiwa
HeadlineLingkungan

Lubang Tambang di Wilayah Ibu Kota Negara Memakan Korban Jiwa

akurasi 2019
Last updated: Maret 6, 2022 4:44 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Lubang Tambang di Wilayah Ibu Kota Negara Memakan Korban Jiwa
Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang menyoroti keberadaan lubang tambang di wilayah IKN. (Istimewa)
SHARE

Temuan lubang tambang di wilayah Ibu Kota Negara ini, mendapatkan sorotan tajam dari Jatam Kaltim. Apalagi, keberadaan lubang-lubang itu telah memakan banyak korban jiwa.

Contents
  • Temuan Jatam
  • Penegakan Hukum yang Suram

Akurasi.id, Samarinda – Tanggal 26 Agustus 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ibu kota negara di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Lokasinya di Kecamatan Samboja, Muara Jawa, dan Sepaku.

Di tengah hiruk pikuk dan riuh wacana pemindahan ibu kota negara itu, empat hari sebelumnya, warga Desa Beringin Agung, Kecamatan Samboja, Kukar, dihebohkan dengan kehilangan seorang pemuda berusia 25 tahun. Namanya Hendrik Kristiawan. Ia tenggelam di bekas lubang tambang pada hari Kamis (22/8/19) lalu.

Dia menghilang pada pukul 19.00 Wita. Tiga jam berlalu, warga menemukan jasadnya. Tak berselang lama, warga mengevakuasi dan membawanya ke RSUD Abadi Samboja.

Orangtua almarhum, Suhendar mengungkapkan, selama ini Hendrik berperan sebagai tulang punggung keluarga. Di waktu senggang, ia kerap membantu orangtuanya membuat kasut.

Setelah anaknya meninggal di lubang eks tambang tersebut, dia mendesak pemerintah mengambil sikap. “Kami berharap lubang tambang itu ditutup. Jangan lagi ada warga lain yang jadi korban,” harap Suhendar, Rabu (28/8/19).

Temuan Jatam

Berdasarkan temuan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, jasad Hendrik ditemukan di sebuah lembah bukit yang berubah menjadi telaga. Telaga itu terbentuk akibat sisi luar lembah ditutupi ribuan metrik ton lapisan tanah pucuk (overburden).

Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang menyebut, lubang eks tambang itu berada di titik koordinat S 00° 57’04.8, E 117° 05’01.6. Dia menyimpulkan, lokasi ini  berada di areal konsesi PT Singlurus Pratama.

“Berdasarkan penelusuran dokumen perizinan, PT Singlurus Pratama mendapatkan konsesi seluas 24.760 hektare dari Kementrian ESDM,” sebut Rupang.

Dia menjelaskan, rumah warga dengan telaga berjarak 770 meter. Di sekitar lubang bekas tambang itu tak ditemukan papan peringatan, pagar pembatas, pos penjaga, dan petugas pengaman yang mencegah warga mengakses lubang eks tambang tersebut. “Hal ini diduga menyalahi Keputusan Menteri ESDM Nomor 55/k/26/mpe/1995,” katanya.

Hendrik adalah korban ke-36 yang meninggal di lubang bekas tambang. Karena itu, Rupang mendesak pemerintah mengambil langkah atas kasus yang menimpa pemuda itu.

“Jatam Kaltim mendesak PPNS Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi dan PPNS ESDM Provinsi Kaltim untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan tindak pidana pertambangan dan tindak pidana lingkungan hidup pada kasus tewasnya Hendrik,” imbuhnya.

Penegakan Hukum yang Suram

Rupang mengungkapkan, bukan kali ini saja PT Singlurus Pratama bermasalah dengan warga sekitar. Pada 2016, warga melaporkan perusahaan tersebut. Perusahaan tambang ini diduga mengambil lahan penduduk sekitar tanpa izin pemiliknya.

Warga tak tinggal diam. Sejumlah pemilik lahan melaporkan kasus yang menimpanya di DPRD Kukar dan Dinas Lingkungan Hidup Kukar. “Namun hasilnya nihil. Pemerintah memilih acuh dan mengangap persoalan warga ini bukan hal penting,” sebut Rupang.

Dia juga melihat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tak belajar dari korban yang berjatuhan di lubang bekas tambang. Pemerintah dinilai tak mencegah kemunculan kasus serupa. Rupang menilai, korban yang terus bertambah akibat pemprov tak serius menindak perusahaan-perusahaan yang tak menutup ratusan lubang bekas tambang.

Demikian pula pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Jokowi. Dia berpendapat, pemindahan ibu kota negara ke Kaltim bukanlah agenda yang mendesak. Saat ini, pemulihan lingkungan dan penutupan lubang tambang jauh lebih penting daripada kebijakan tersebut.

“Berikan waktu untuk Kaltim memulihkan dirinya dan sediakan ruang yang luas bagi warga Kaltim untuk menentukan hak pengelolaan sumber daya alamnya sendiri,” saran Rupang. (*)

Penulis/Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:IKNJatamKorban Lubang TambangLubang TambangPradarma Rupang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Dirty Vote: Film Terbaru Watchdoc Karya Dandhy Laksono yang Menguak Realitas Pemilu, Kini Tersedia di YouTube
HeadlineTrending

Dirty Vote: Film Terbaru Watchdoc Karya Dandhy Laksono yang Menguak Realitas Pemilu, Kini Tersedia di YouTube

By
akurasi 2019
Bank Indonesia Siapkan Uang Tunai Rp2,85 Miliar Jelang HBKN Nataru
EkonomiHeadlineRagam

Bank Indonesia Siapkan Uang Tunai Rp2,85 Triliun Jelang HBKN Nataru

By
Devi Nila Sari
Kerja Sama PDI Perjuangan dengan Pemerintahan Prabowo-Gibran Resmi Dimulai: Pernyataan Olly Dondokambey
HeadlineKabar Politik

Kerja Sama PDI Perjuangan dengan Pemerintahan Prabowo-Gibran Resmi Dimulai: Pernyataan Olly Dondokambey

By
Wili Wili
Presiden Joko Widodo (Jokowi) Angkat Panglima TNI Baru
Headline

Presiden Joko Widodo (Jokowi) Angkat Panglima TNI Baru

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?