By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Kontroversi Pertemuan Lima Nahdliyin dengan Presiden Israel dan Respons PBNU
HeadlinePeristiwa

Kontroversi Pertemuan Lima Nahdliyin dengan Presiden Israel dan Respons PBNU

akurasi 2019
Last updated: Juli 17, 2024 11:22 am
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Kontroversi Pertemuan Lima Nahdliyin dengan Presiden Israel dan Respons PBNU
Kontroversi Pertemuan Lima Nahdliyin dengan Presiden Israel dan Respons PBNU. Foto: Tempo.
SHARE

Jakarta, Akurasi.id –  Pertemuan antara lima orang Nahdliyin dan Presiden Israel, Isaac Herzog, memicu kontroversi dan kecaman dari berbagai pihak. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak pantas dalam konteks hubungan diplomatik saat ini.

Contents
  • Kelima Nahdliyin Terlibat dalam Kunjungan
  • Sidang Etik untuk Zainul Maarif
  • Gus Nadir Lima Kader NU Terjebak Propaganda
  • Langkah Ke Depan PBNU

Dalam konferensi pers pada Selasa (16/7/2024), Gus Yahya mengungkapkan bahwa lima anggota NU tersebut diundang oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berafiliasi dengan Israel. “Saya memohon maaf kepada masyarakat luas bahwa ada beberapa orang dari kalangan NU yang pergi ke Israel melakukan engagement di sana. Ini adalah sesuatu yang tidak patut di dalam konteks suasana yang ada saat ini,” ujar Gus Yahya.

Menurut Gus Yahya, LSM tersebut memiliki jaringan yang luas dan tersebar di berbagai negara, dengan tujuan utama memuluskan kepentingan politik Israel. Lembaga ini mengundang lima anggota NU untuk bertemu dengan berbagai pihak di Israel, tanpa agenda pertemuan dengan Presiden Israel sebelumnya. “Mereka diundang oleh NGO yang merupakan advokat dari Israel. Pertemuan dengan Presiden Israel diadakan secara mendadak,” jelasnya.

Gus Yahya menambahkan bahwa kelima Nahdliyin tersebut kurang memahami konstelasi politik yang ada, sehingga hasil pertemuan tidak sesuai dengan harapan. “Mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang peta politik sehingga hasilnya berbeda dari yang diharapkan,” imbuhnya.

Kelima Nahdliyin Terlibat dalam Kunjungan

Kelima anggota NU yang terlibat dalam kunjungan ini adalah Sukron Makmun dari PWNU Banten, Zainul Maarif dari Unusia, Munawir Aziz dari PP Pagar Nusa, serta Nurul Bahrul Ulum dan Izza Annafisah Dania dari PP Fatayat NU. Mereka akan dikenakan sanksi yang prosesnya diserahkan kepada lembaga masing-masing.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jakarta, Syamsul Ma’arif, mengaku tidak mengetahui sumber dana yang digunakan untuk keberangkatan tersebut. “Tidak ada keuntungan apapun dari keberangkatan mereka, bahkan ada yang menggunakan modal sendiri,” kata Syamsul.

Sidang Etik untuk Zainul Maarif

Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) juga akan menggelar sidang etik terhadap Zainul Maarif, salah satu dosen yang turut serta dalam pertemuan tersebut. Kepala Biro Hubungan Masyarakat NU, Dwi Putri, menegaskan bahwa pertemuan tersebut adalah aktivitas individual yang tidak terkait dengan Unusia sebagai lembaga pendidikan. “Unusia akan menggelar sidang etik untuk mempertanggungjawabkan aktivitas Zainul Maarif,” ujarnya.

Gus Nadir Lima Kader NU Terjebak Propaganda

Cendikiawan NU, Nadirsyah Husen atau Gus Nadir, menilai bahwa lima kader NU tersebut terjebak dalam propaganda Israel. “Peperangan tidak hanya sekadar tembak-menembak, tetapi juga ada propaganda. Mereka tidak sadar mereka terjebak dalam propaganda ini,” ujar Gus Nadir dalam wawancara dengan Kompas.com.

Gus Nadir meragukan misi perdamaian yang diusung kelima kader NU tersebut, mengingat banyak seruan damai dari pihak berwenang yang tidak berdampak apapun. “Seruan damai dari Sekjen PBB dan Vatikan bahkan tidak berefek, apalagi mereka yang tidak punya bargaining power,” tambahnya.

Langkah Ke Depan PBNU

PBNU menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap kelima anggotanya. “Yang bersangkutan akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Jika ditemukan pelanggaran organisasi, bukan tidak mungkin mereka akan diberhentikan dari statusnya sebagai pengurus lembaga atau badan otonom PBNU,” kata Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf.

Kunjungan kontroversial ini menjadi pembelajaran penting bagi PBNU dalam menjaga integritas dan kebijakan organisasi di masa depan. Gus Yahya menegaskan komitmen PBNU untuk tetap konsisten dalam memperjuangkan kepentingan Palestina dan menjalin hubungan internasional yang selaras dengan nilai-nilai NU.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

TAGGED:Isaac HerzogIsraelkontroversiNahdliyinPalestinaPBNUPropaganda Israelsidang etikYahya Cholil StaqufZainul Maarif
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

KTT Tanggap Darurat Gaza di Yordania Prabowo Sampaikan Usulan Bantuan Indonesia
HeadlinePeristiwa

KTT Tanggap Darurat Gaza di Yordania Prabowo Sampaikan Usulan Bantuan Indonesia

By
akurasi 2019
Indonesia Alami Deflasi 5 Bulan Berturut-turut, Jokowi: Menjaga Keseimbangan Ekonomi Tidak Mudah
HeadlinePeristiwa

Indonesia Alami Deflasi 5 Bulan Berturut-turut, Jokowi: Menjaga Keseimbangan Ekonomi Tidak Mudah

By
Wili Wili
Pernikahan Anak Viral di Lombok Tengah: Polisi dan LPA Dalami Dugaan Pelanggaran Hukum
PeristiwaTrending

Pernikahan Anak Viral di Lombok Tengah: Polisi dan LPA Dalami Dugaan Pelanggaran Hukum

By
Wili Wili
Widiyanti Putri: Menteri Pariwisata Baru Indonesia yang Berasal dari Dunia Bisnis
HeadlineKabar Politik

Widiyanti Putri: Menteri Pariwisata Baru Indonesia yang Berasal dari Dunia Bisnis

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?