Konten Giveaway Disebut Settingan, Ini Pengakuan dan Klarifikasi Willie Salim
Willie Salim Buka Suara, Tegaskan Konten Lama Dibuat untuk Storytelling Hiburan

![]()
Akurasi.id – Konten giveaway milik kreator konten Willie Salim tengah menjadi sorotan publik setelah seorang pria bernama Risky mengaku pernah terlibat langsung sebagai talent dalam salah satu video tersebut. Pengakuan Risky memunculkan dugaan bahwa konten giveaway yang ditampilkan tidak sepenuhnya berlangsung secara spontan, melainkan telah diatur sebelumnya.
Risky menyampaikan pengakuan tersebut dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Denny Sumargo. Dalam pernyataannya, ia menyebut adanya kesepakatan awal sebelum proses pengambilan gambar dilakukan.
“Menurut saya settingan, karena awalnya kita perjanjian dulu sama dia. Perjanjiannya saya sama pihak orang yang kerja di Willie,” ujar Risky.
Diaku Direkrut Jadi Talent, Bukan Kebetulan
Risky mengungkapkan bahwa dirinya dihubungi oleh asisten Willie Salim dan ditawari untuk terlibat dalam pembuatan konten. Dalam video tersebut, ia diminta berperan sebagai pengemudi ojek online yang sedang menunggu pesanan, lalu dipertemukan dengan Willie Salim seolah-olah terjadi secara kebetulan.
“Awalnya bilang, ‘Mas cariin saya pisang sama pohonnya kalau bisa saya kasih dua juta,’” tutur Risky.
Ia kemudian mencari pohon pisang di sekitar lokasi dengan bantuan tim produksi. Bahkan, menurut pengakuannya, tim disebut telah lebih dulu berkoordinasi dengan pemilik kebun untuk keperluan pengambilan properti konten.
“Caranya duduk di motor diam, Kak Willie nyamperin. Seolah lu lagi narik disamperin sama Willie. Seolah-olah ketemu mendadak,” jelasnya.
Dalam alur video, Risky terlihat membawa pohon pisang ke rumah Willie Salim dan menerima uang sebesar Rp2 juta di depan kamera. Namun, ia mengklaim uang tersebut harus dikembalikan setelah proses pengambilan gambar selesai.
“Dikasih ke saya duitnya, saya terima. Pas salaman saya disuruh bilang jangan lupa follow IG Willie Salim,” ungkap Risky.
Willie Salim Beri Klarifikasi: Konten Hiburan dengan Storytelling
Menanggapi isu tersebut, Willie Salim akhirnya memberikan klarifikasi melalui unggahan Instagram Story pada Minggu (25/1/2026). Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk menipu atau merugikan siapa pun melalui konten yang dibuatnya.
“Aku jarang menanggapi isu, tapi karena ini sudah jadi konsumsi publik, aku merasa perlu meluruskan beberapa hal dengan kepala dingin,” tulis Willie.
Willie menjelaskan bahwa dalam dunia konten digital dikenal konsep storytelling, dramatization, dan reenactment sebagai format hiburan.
“Itu adalah format hiburan untuk menyampaikan cerita, bukan niat untuk menipu atau merugikan siapa pun,” ujarnya.
Ia juga menegaskan tidak pernah berniat membohongi publik terkait hadiah yang diberikan kepada orang-orang dalam kontennya.
“Satu prinsip yang aku pegang: aku tidak pernah berniat membohongi soal hadiah atau merugikan orang,” tegasnya.
Menurut Willie, konten yang kini ramai dipersoalkan merupakan karya lama yang dibuat pada 2023 dan menjadi bagian dari proses pembelajarannya sebagai kreator konten.
Ingatkan Bahaya Doxxing dan Ancaman Nyata
Willie mengaku terbuka terhadap kritik, namun mengingatkan bahwa ada batas yang tidak seharusnya dilanggar oleh publik.
“Ketika kritik berubah menjadi doxxing, penyebaran data pribadi, atau tindakan nyata mendatangi rumah seseorang hingga membuat orang merasa terancam dan tidak aman, itu bukan lagi kritik, itu sudah membahayakan orang lain,” tulisnya.
Ia menambahkan bahwa fokusnya saat ini adalah terus berkarya dan menghadirkan konten yang menghibur sekaligus memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Beberapa tahun terakhir fokus aku berkarya adalah menghibur sekaligus memberi dampak positif lewat konten sosial, bantuan, dan hal-hal yang bermanfaat. Aku memilih fokus berkarya dan melanjutkan hal-hal yang bermanfaat,” pungkas Willie.
Nama Willie Salim Kembali Disorot
Nama YouTuber Willie Salim belakangan kembali menjadi perbincangan warganet. Kreator konten berusia 23 tahun itu dikenal luas melalui konten berbagi dan giveaway kepada masyarakat. Namun, sejumlah video lamanya kini kembali dipersoalkan dan memicu perdebatan soal transparansi konten hiburan di media sosial.
Kasus ini sekaligus membuka diskusi publik mengenai batas antara hiburan, rekayasa konten, dan kejujuran terhadap audiens dalam industri kreator digital.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









