By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Kisah di Balik Topeng Badut Pinggir Jalan Kota Bontang, Mengais Rezeki di Tengah Himpitan Ekonomi
Trending

Kisah di Balik Topeng Badut Pinggir Jalan Kota Bontang, Mengais Rezeki di Tengah Himpitan Ekonomi

Devi Nila Sari
Last updated: Agustus 18, 2021 11:19 am
By
Devi Nila Sari
Share
7 Min Read
Kisah di Balik Topeng Badut Pinggir Jalan Kota Bontang, Mengais Rezeki di Tengah Himpitan Ekonomi
Roda nasib melemparkan Ariyadi ke pinggir jalan dengan mengenakan atribut segala kelucuan, membuat orang tertawa terpingkal-pingkal. (Fajri/Akurasi.id)
SHARE
Kisah di Balik Topeng Badut Pinggir Jalan Kota Bontang, Mengais Rezeki di Tengah Himpitan Ekonomi
Roda nasib melemparkan Ariyadi ke pinggir jalan dengan mengenakan atribut segala kelucuan, membuat orang tertawa terpingkal-pingkal. (Fajri/Akurasi.id)

Kisah di Balik Topeng Badut Pinggir Jalan Kota Bontang, Mengais Rezeki di Tengah Himpitan Ekonomi. Roda nasib melemparkannya ke pinggir jalan dengan mengenakan atribut segala kelucuan, namun sejatinya di balik itu semua ada sepenggal jiwa merintih pedih.

Akurasi.id, Bontang – Di sudut sebuah SPBU yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Belimbing, Bontang Barat, selalu terlihat sosok yang gemuk. Badannya yang berbulu lembut dengan kedua telapak kaki yang terlihat lebih besar dari ukuran telapak kaki manusia pada umumnya. Kepalanya diangguk-anggukkan seperti burung kutilang, kadang digeleng ke kiri dan kanan. Kepada pengguna jalan, dia melambai-lambaikan tangan sambil menggoyangkan badannya. Sayangnya, jarang yang tertarik atau berhenti sesaat untuk sekadar menontonnya.

Roda nasib melemparkannya ke pinggir jalan dengan mengenakan atribut segala kelucuan, membuat orang tertawa terpingkal-pingkal menatap rupa dan ulah konyol dari balik topeng yang dikenakan, namun sejatinya di balik itu semua ada sekerat jiwa merintih pedih.

Pandemi Covid-19 ini jelas membuat semua orang harus memutar otak untuk dapat melanjutkan hidup, terutama di bidang ekonomi. Beberapa bertahan pada pekerjaannya, namun tak sedikit pula yang harus mencoba peruntungannya di berbagai usaha. Salah satunya adalah usaha untuk menambah pemasukan atau sekadar untuk mengisi kantong celana.

Seperti salah satu badut yang ada di Bontang ini, dia beraksi dipinggir jalan bergoyang dan berjoget demi mendapatkan pundi rupiah. Dengan beraneka kostum yang kebanyakan menggambarkan karakter atau tokoh film kartun, si manusia badut rela mengais rejeki dengan usaha yang tak mudah, bersedia untuk pengap-pengapan, terkadang tubuh harus kuat menahan kostum berat pada bagian kepala. Ditambah lagi dengan beratnya baju yang umumnya berbahan tebal dan berbulu.

Tak sampai di situ, si manusia badut pun harus banyak bergerak tiap menit, untuk menarik orang yang lalu lalang. Ya, dia tak lantas diam berdiri di pinggir jalan itu. Harus bergoyang, berjoget, atau melakukan gerakan-gerakan yang lucu. Berharap banyak yang dengan ikhlas, memberikan imbalan untuk sebuah hiburan sesaat.

Ariyadi, pria 37 tahun itu adalah salah satu sosok yang ada di balik kostum badut karakter kartun. Pria kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur itu biasanya harus berdiri berjam-jam menggunakan kostum yang disewa seharga Rp50 ribu per hari. Untuk menutupi harga sewa kostum dia pun harus rela bekerja dari pagi hingga petang.

[irp]

Disela-sela kesibukannya mencari rezeki, Ari –sapaan akrabnya- bercerita kepada Akurasi.id bagaimana hingga akhirnya dirinya rela berdiri di pinggir jalan tak peduli panas maupun hujan dengan mengenakan kostum badut.

Katanya, sebelum merantau ke Kota Bontang, dulunya dia adalah seorang pekerja tambang di daerah asalnya, yakni Balikpapan. Namun, akbiat Covid-19 dia pun harus ikhlas terkena pengurangan karyawan. Sisa tabungan yang dimiliki dirasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan satu orang anak yang berusia 11 tahun, dan istrinya.

Kondisi itulah yang memaksanya memutar otak, hingga akhirnya memutuskan memulai perantauan ke Kota Bontang pada awal Januari 2021. “Dulu saya sempat kerja di kapal dan tambang emas, karena Covid-19, saya kena pengurangan. Kalau mengandalkan sisa tabungan, saya rasa tidak cukup untuk kebutuhan keluarga. Jadi harus putar otak cari kerjaan lain,” ucapnya sembari mengelap keringat yang mengucur di wajahnya, Kamis (24/06/2021).

Ari menuturkan, bulan pertama perantauannya, ia sempat menggeluti pekerjaan sebagai penjual barang pecah belah. Di mana dia harus berjalan kaki setiap harinya menelusuri gang dan lorong sempit, menenteng keranjang berisi gelas, mangkuk, sendok, dan lainnya untuk ia jajakan kepada warga bontang.

[irp]

Kendati demikian, profesi yang digelutinya itu tidak berlangsung lama, hanya sekitar 2 bulan terhitung Januari-Maret. Penghasilan yang didapat pun tidak menentu, hanya berkisar Rp20-30 ribu per hari. Setelah itu, awal Maret 2021 dia pun mencoba untuk mengais rezeki dengan berprofesi sebagai badut. “Saya melakoni profesi ini sudah sekitar 4 bulan mas,” jelasnya.

Untuk penghasilan sehari-hari, Ari biasa mendapatkan sekitar Rp100 ribu. Belum dipotong biaya sewa kostum dan makan. Namun, kondisi itu tidak menentu, tergantung ramai atau tidaknya SPBU tempat dia beraksi. Demi mendapat hasil lebih Ari tidak cukup stay di satu SPBU. Selain yang berada di Jalan Brigjen Katamso, dia juga setiap harinya stay di SPBU Lok Tuan, Bontang Utara.

“Biasanya sekitar pukul 09.00-11.00 Wita saya stay di SPBU Loktuan. Jam 11.00-15.00 Wita di SPBU Brigjen Katamso. Setelah itu saya kembali lagi ke Loktuan, sampai petang stay di sana,” tukasnya.

Bukan hanya bergantung dari kondisi keramaian SPBU. Kelangkaan BBM juga menjadi salah satu kendala yang harus dihadapinya. Apabila kondisi BBM jenis Pertalite dan Pertamax kosong, Ari biasanya tidak beraksi. Dia hanya stay di kost yang dia sewa sekitar Rp500 ribu per bulan.

[irp]

Ari juga bercerita, perasaan malu dan jengkel kerap melumuri batinnya. Pasalnya, perlakuan tidak terpuji seringkali ia dapatkan dari pengendara yang melintas. Katanya, sering ada pengendara yang berteriak ke arahnya, bahkan ada yang mengacungkan jari tengah hingga melemparinya.

“Perlakuan yang buat saya tidak nyaman itu sering saya rasakan mas. Tapi saya maklum saja, karena rata-rata yang begitu anak-anak. Saya juga enggak bisa marah, karna ini sudah menjadi pekerjaan saya,” ucapnya dengan nada sendu.

Lanjut Ari, setiap bulannya dia menyisikan waktu untuk pulang ke Balikpapan menemui keluarganya. Walaupun hanya sebentar, setidaknya itu menjadi pengobat rindu untuk bertemu anak istrinya. “Setiap bulan saya pulang ketemu anak istri, tapi tidak lama, hanya sekitar 3-4 hari,” katanya.

Dirinya berpesan, dalam menjalani hidup tidak boleh ada kata gengsi. Pekerjaan apapun selagi halal harus ditekuni. Berserah diri kepada Tuhan menjadi kunci utama ia menjalani hidup. Ari selalu percaya persoalan rezeki sudah diatur dengan baik oleh yang Maha Kuasa. “Intinya mau berusaha mas, rezeki itu sudah ada yang atur,” pesannya. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Badut Pinggir Jalan BontangBadut Topeng JalananHimpitan EkonomiKaltimKisah Badut Jalanankota BontangMengais Rezeki
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar
  • homepage berkata:
    Oktober 16, 2026 pukul 6:38 pm

    Many monster cocks one slutDick info long remember thickTorrent star
    fuckerCupped her breasts from behindHow to have big orgasmWuerttembergische vintage silverAmerican sex pictureAfricaines vintageHot
    naked daddySex store in woodbridge va xnxx Round
    granny gallery xxxCrathes vintage carXxx black women in ga actionJessica hahn in sexy stockingsHugh didloSelna gomez
    nakedZazzletube midgetHot lesb powered by vbulletinBring better sex into our relationship https://blog.jumpandread.com/ Nuwest mom gets spankedTotally free sex camGay
    locker room sex storyNude beaches florida keysSwety teenie
    teens nudeArabs sex videosPutting on a condom with your mouth xnxx Pictures of penis implantsAnne hathaway sex scene from havocGay torontoBusty sonia galleriesHairy
    latin gay manRound red spot on breastTj asian photographyHow to fix uneven breastFuck girls pornAgainst internet pornographyPussy bdsm electric redtubeRadio pilot light
    led vintageBest famous celebrity titsStefanie graf
    nudeAtoll bikini ship sunken

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

PPKM Diterapkan, Lapangan Bessai Berinta Ditutup
CorakRagamTrending

PPKM Diterapkan, Lapangan Bessai Berinta Ditutup

By
Devi Nila Sari
Enam Planet Akan Tampak Sejajar di Langit Pagi Juni 2024
LingkunganTrending

Enam Planet Akan Tampak Sejajar di Langit Pagi Juni 2024

By
akurasi 2019
Ricky: Optimisme Konsumen terhadap Kondisi Ekonomi Kaltim Terjaga Enam Bulan Kedepan
EkonomiHeadlineRagam

Ricky: Optimisme Konsumen terhadap Kondisi Ekonomi Kaltim Terjaga Enam Bulan Kedepan

By
Devi Nila Sari
Jadwal Final Denmark Open 2025: Fajar/Fikri dan Jonatan Christie Siap Rebut Gelar untuk Indonesia
OlahragaTrending

Jadwal Final Denmark Open 2025: Fajar/Fikri dan Jonatan Christie Siap Rebut Gelar untuk Indonesia

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?