By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Kedapatan Mengebom Ikan, Tujuh Nelayan Asal Balikpapan Diciduk di Perairan Kutim
News

Kedapatan Mengebom Ikan, Tujuh Nelayan Asal Balikpapan Diciduk di Perairan Kutim

akurasi 2019
Last updated: Agustus 15, 2020 7:32 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Kedapatan Mengebom Ikan, Tujuh Nelayan Asal Balikpapan Diciduk di Perairan Kutim
Sebanyak 7 pelaku pengeboman ikan asal Balikpapan diciduk di perairan Kutim oleh Tim Satpolair. (Ella Ramlah/Akurasi.id)
SHARE
Kedapatan Mengebom Ikan, Tujuh Nelayan Asal Balikpapan Diciduk di Perairan Kutim
Sebanyak 7 pelaku pengeboman ikan asal Balikpapan diciduk di perairan Kutim oleh Tim Satpolair. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Setelah sempat kabur hingga diberi tembakan peringatan, Lanal Sangatta melalui tim gabungan dari Posmat TNI AL dan Pos Polair Manubar akhirnya berhasil meringkus tujuh pelaku pengeboman ikan yang diketahui dilakukan oleh nelayan asal Balikpapan.

Baca juga: Pelaku Tabrakan Beruntun di Sangatta Mantan Residivis, Terancam Dijerat 2 Perkara Berbeda

Ketujuh pelaku dibekuk di perairan Teluk Bakung Manubar, Kecamatan Sandaran, Kutai Timur (Kutim), Sabtu (15/8/2020). Petugas menggunakan perahu nelayan dan bekerja sama dengan masyarakat untuk menyamarkan aksinya.

Untuk mengelabui pelaku agar tak kabur saat melihat kapal patroli, petugas pun menggunakan kapal milik nelayan.

“Tim kami menggunakan kapal nelayan untuk melakukan penyamaran agar para pengebom ikan tak lari,”  ujar Danlanal Sangatta, Letkol Laut (P) Osben A Naibaho didampingi Kepala Markas Polair Sangkulirang Ditpolair Polda Kaltim, Bripka Zainal dan Pasintel Lanal Sangatta Kapten Arga, Sabtu (15/8/2020).

Pelaku yang menggunakan KMN Ridho berjumlah tujuh orang. Dari kapal tersebut ditemukan sejumlah peralatan dan kelengkapan bom ikan dalam kapal. Terdapat pula sekitar 1,5 ton ikan biji nangka sebagai bukti hasil pengeboman.

“KMN Ridho merupakan kapal penangkap ikan dengan menggunakan bom. Di mana tindakan tersebut merupakan salah satu bentuk eksploitasi perikanan yang ilegal dan melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan,” jelasnya.

Proses penangkapan dijelaskan berawal dari informasi yang didapat pada sekitar pukul 10.00 Wita pagi. Tim gabungan dari Posmat TNI AL Manubar dan Pos Polair Manubar pun langsung melakukan patroli di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Sekitar pukul 15.40 Wita, tim gabungan tiba di TKP dan melihat kapal yang ditumpangi para pelaku sedang mengambil ikan. Saat didekati, kapal sempat menjauh, hingga akhirnya dikeluarkan tembakan peringatan sebanyak dua kali, baru kapal tersebut berhenti.

“Begitu berhenti, tim langsung melakukan pemeriksaan di kapal tersebut dan ditemukan beberapa barang bukti, sesuai yang dituduhkan,” terang Osben.

Barang bukti yang dimaksud tersebut berupa sisa bubuk peledak, korek api batang, beberapa botol minuman berenergi yang diisi bubuk peledak, selang panjang, kaki katak, kacamata menyelam dan alat penghirup udara.

Terkait barang bukti berupa 1,5 ton ikan hasil pengeboman, dia mengatakan, ditemukan dari dalam dua unit palka. Ikan yang diambil adalah ikan biji nangka.

“Ikan ini termasuk ikan yang bergerombol dan susah untuk dipancing. Jadi, kalau tiba-tiba dapat ikan ini dalam jumlah banyak, dapat dipastikan itu hasil pengeboman,” tuturnya.

Kini ketujuh pelaku diserahkan Lanal Sangatta pada jajaran Polair Sangatta untuk diproses lebih lanjut ke Ditpolair Polda Kaltim di Balikpapan, termasuk melakukan pengembangan terhadap empat kapal lainnya yang ada di lokasi saat proses penangkapan. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:KriminalLanal sangattaPengeboman Ikantujuh nelayan balikpapan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Terus Bertambah, Korban Tewas Gempa Turki-Suriah Capai 33 Ribu Jiwa
HeadlineNewsPeristiwaTrending

Terus Bertambah, Korban Tewas Gempa Turki-Suriah Capai 33 Ribu Jiwa

By
Devi Nila Sari
Banjir Jakarta 2025: 20 RT dan 3 Ruas Jalan Tergenang, Ratusan Warga Mengungsi
PeristiwaTrending

Banjir Jakarta 2025: 20 RT dan 3 Ruas Jalan Tergenang, Ratusan Warga Mengungsi

By
Wili Wili
MRT Jakarta Kembali Beroperasi Normal Setelah Insiden Besi Konstruksi Jatuh
PeristiwaTrending

MRT Jakarta Kembali Beroperasi Normal Setelah Insiden Besi Konstruksi Jatuh

By
Wili Wili
Terungkap! Sindikat Perdagangan 25 Bayi dari Jabar ke Singapura, 13 Tersangka Ditangkap
Hukum & KriminalTrending

Terungkap! Sindikat Perdagangan 25 Bayi dari Jabar ke Singapura, 13 Tersangka Ditangkap

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?