By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Kebijakan Protokol Covid-19 Beri Dampak Terhadap Melandainya Harga Barang di Kaltim
Trending

Kebijakan Protokol Covid-19 Beri Dampak Terhadap Melandainya Harga Barang di Kaltim

akurasi 2019
Last updated: November 4, 2020 10:15 am
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Kebijakan Protokol Covid-19 Beri Dampak Terhadap Melandainya Harga Barang di Kaltim
Kebijakan protokol kesehatan dan banyaknya stok sejumlah komoditas memberikan dampak pada melandainya deflasi di Kaltim. (Dok Akurasi.id)
SHARE
Kebijakan Protokol Covid-19 Beri Dampak Terhadap Melandainya Harga Barang di Kaltim
Kebijakan protokol kesehatan dan banyaknya stok sejumlah komoditas memberikan dampak pada melandainya deflasi di Kaltim. (Dok Akurasi.id)

Kebijakan Protokol Covid-19 Beri Dampak Terhadap Melandainya Harga Barang di Kaltim. Mulai banyaknya pasokan terhadap sejumlah komoditas juga ikut memberikan imbas pada melandainya deflasi di Kaltim.

Akurasi.id, Samarinda – Kebijakan Protokol Covid-19 Beri Dampak Terhadap Melandainya Harga Barang di Kaltim. Kondisi ekonomi Kaltim tampaknya mulai perlahan membaik meski saat ini bayang-bayang pandemi Covid-19 belum akan berlalu. Perbaikan kondisi ekonomi itu ditunjukan dengan adanya penurunan harga dan nilai uang yang terus bertambah. Artinya, deflasi Kaltim mulai melandai, begitu istilah Bank Indonesia.

Baca juga: Mark Up Perusahaan Cara Direktur dan Komisaris PT AKU Gelapkan Rp27 Miliar Dana Pemprov Kaltim

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kaltim Tutuk SH Cahyono menjelaskan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim September 2020 tercatat mengalami deflasi sebesar -0,18 persen, tidak sedalam bulan sebelumnya sebesar -0,40 persen.

Menurutnya, secara tahunan, inflasi İHK Oktober 2020 tercatat sebesar 0,60 persen. Sementara inflasi tahun kalender sebesar 0,1 6 persen. Berdasarkan kelompok pengeluarannya, deflasi Oktober 2020 bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat -0,51 persen. Kelompok transportasi juga mengalami deflasi sebesar -0,30 persen.

“Deflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau disebabkan oleh produksi sejumlah komoditas yang berlimpah di tengah daya beli konsumen yang masih terbatas,” ungkap Tutuk dalam rilisnya, Selasa (3/11/2020).

Dia menjelaskan, berdasrakan survei konsumen Bank Indonesia Oktober 2020 tercatat 73,17 turun dari bulan sebelumnya 82,17. Hal ini juga dikonfirmasi dengan indeks penjualan real dalam survei penjualan eceran Bank Indonesia yang mencatatkan kontraksi sebesar -2,8 persen pada Oktober 2020 dari 57,4 persen ke 54,6 persen.

Selain kelompok makanan, minuman, dan tembakau, lanjutnya, kelompok transportasi juga masih melanjutkan tren deflasi akibat mobilitas masyarakat yang belum sepenuhnya pulih akibat pandemi Covid-19. Kemudian berdasarkan komoditasnya, daging ayam ras ikut mengalami deflasi sebesar -0,062 persen.

“Konsumsi daging ayam ras yang masih rendah menjadikan pedagang menjual dengan margin yang cukup tipis untuk memastikan stok tetap habis. Selain itu, pembelian partai besar yang umumnya dilakukan oleh penyedia jasa katering/restoran/hotel juga belum tinggi,” tuturnya.

Komoditas lain yang juga mengalami deflasi yakni tomat sebesar -0,017 persen akibat meningkatnya pasokan. Namun demikian, deflasi yang lebih dalam tertahan oleh kenaikan harga pada kelompok kesehatan sebesar 0,06 persen karena kebijakan penerapan protokol kesehatan yang meningkatkan permintaan pada kelompok kesehatan.

“Untuk memastikan pasokan dan harga bagi masyarakat berada dalam rentang harga normal, TPID di wilayah Kaltim sudah berkoordinasi untuk menghubungkan produsen di Kaltim langsung dengan sejumlah toko mitra petani,” katanya.

Harapannya, upaya ini dapat mengurangi ketergantungan dengan pasokan luar daerah serta memberikan akses masyarakat terhadap produk dengan kualitas yang lebih baik dan segar. (*)

Penulis: Redaksi Akurasi.id
Editor: Dirhanuddi

TAGGED:#Bank Indoensia Kaltim#Deflasi Harga Barang Kaltim#Deflasi Kaltim Melandai#Harga Barang MelandaiKebijakan Protokol Covid-19Pemprov Kaltim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Rieke Diah Pitaloka Jenguk Mat Solar yang Masih Berjuang Lawan Stroke: Kenangan Indah Bajaj Bajuri Terungkap
SelebritisTrending

Rieke Diah Pitaloka Jenguk Mat Solar yang Masih Berjuang Lawan Stroke: Kenangan Indah Bajaj Bajuri Terungkap

By
Wili Wili
TVRI Resmi Siarkan Seluruh Pertandingan Piala Dunia 2026
OlahragaTrending

TVRI Resmi Siarkan Seluruh Pertandingan Piala Dunia 2026

By
Wili Wili
Harga MinyakKita Bakal Naik, HET Diusulkan Jadi Rp15.500
EkonomiTrending

Harga MinyakKita Bakal Naik, HET Diusulkan Jadi Rp15.500

By
akurasi 2019
3 Bintang Diprediksi Meledak, Satu Ledakan pada September 2024
LingkunganTrending

3 Bintang Diprediksi Meledak, Satu Ledakan pada September 2024

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?