By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Kebijakan New Normal Covid-19 Dinilai Sebagai Kekalahan, Irwan: Pemerintah Angkat Bendera Putih
HeadlineTrending

Kebijakan New Normal Covid-19 Dinilai Sebagai Kekalahan, Irwan: Pemerintah Angkat Bendera Putih

akurasi 2019
Last updated: Maret 12, 2022 4:50 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Kebijakan New Normal Covid-19 Dinilai Sebagai Kekalahan, Irwan: Pemerintah Angkat Bendera Putih
Anggota Komisi V DPR RI Irwan menyoroti kebijakan new normal Covid-19 sebagai bentuk kekalahan pemerintah. (Dok Akurasi.id)
SHARE

Kebijakan new normal Covid-19 dinilai anggota Komisi V DPR RI Irwan sebagai bentuk kekalahan. Selain itu, Irwan pun memandang, kalau kebijakan new normal Covid-19 sebagai wujud sikap bahwa pemerintah sudah angkat bendera putih.

Akurasi.id, Samarinda — Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Irwan mengatakan rencana ‘New Normal’ yang digulirkan Presiden Jokowi dan jajaran pascapernyataan berdamai dengan Covid-19, merupakan bentuk kekalahan rezim pada corona.

baca juga: Terapkan New Normal, Warga Bisa Salat Jumat di Masjid Besok

“New Normal bentuk kekalahan perang pemerintah lawan Covid-19,” ucap Irwan, Selasa (26/5/20), merespons aksi Presiden Jokowi meninjau kesiapan protokol New Normal di stasiun MRT di Jakarta, dan sebuah mall di Bekasi, Jawa Barat.

Legislator akrab disapa Irwan Fecho itu menyebutkan, filosofi ‘New Normal’ itu harus dipahami pemerintah. Sebelum adanya pandemi Covid-19, itu yang dikatakan situasi normal. Termasuk di Indonesia itu situasi normalnya saat sebelum ditemukannya kasus positif corona.

Jika pemerintah mau menetapkan situasi New Normal, kata Irwan, harusnya rezim ini tegas dan fokus menurunkan angka penularan Covid-19 di Indonesia yang bertambah secara eksponensial setiap harinya, sampai kemudian melewati puncak dan kurvanya terus turun melandai mendekati situasi normal sebelum pandemi.

“Itu baru tepat dikatakan New Normal. Jika situasinya masih seperti sekarang maka New Normal adalah bendera putih pemerintah,” tegas legislator asal Kalimantan Timur ini.

Kebijakan New Normal Covid-19 Wujud Pemerintah Angkat Bendera Putih!

Bentuk bendera putih pemerintah dengan New Normal itu menurutnya ditandai dengan narasi pembantu Jokowi, yang membandingkan banyaknya korban penyakit lain atau musibah kecelakaan ketimbang korban Covid-19.

“Itu pembodohan masyarakat secara terang-terangan. Seperti narasi Prof Mahfud yang membandingkan korban Covid-19 dengan korban kecelakaan. Sebanyak-banyak korban kecelakaan belum pernah membuat presiden mengeluarkan Perppu akibat jumlah korban kecelakaan yang banyak,” tutur anggota Komisi V DPR ini.

Selain itu, kebijakan pemerintah berupa relaksasi PSBB dan New Normal itu semua dilakukan di saat tidak tepat. Berbeda dengan negara lain yang kecenderungan semua kurva Covid-19 turun melandai.

“Sebaiknya pemerintah bersabar dan terus memperketat PSBB sampai kurva menurun dan kemudian memberlakukan New Normal. Dan atas semua kekeliruan ini sebaiknya pemerintah legowo meminta maaf pada seluruh rakyat Indonesia,” tandas wasekjen DPP Demokrat ini. (*)

Penulis: Redaksi Akurasi.id
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:DPR RIIrwanKekalahan Pemerintahnew normal
Share This Article
Facebook Copy Link Print
3 Komentar 3 Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Kabut Asap Selimuti Singapura, Kualitas Udara Masuk Level Tidak Sehat

Akurasi.id - Kualitas udara di Singapura memburuk sejak Kamis, 4 September 2026.…

Fuel Surcharge Naik, Siap-siap Harga Tiket Pesawat Ikutan Naik

Akurasi.id - Calon penumpang siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Sejumlah maskapai penerbangan…

Rencana Beli BBM Subsidi Pakai STNK Dibatalkan Pertamina, Ini Alasannya

Akurasi.id - Rencana kewajiban menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK saat…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Jurang 500 Meter Gunung Bulusaraung
PeristiwaTrending

Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Jurang 500 Meter Gunung Bulusaraung

By
Wili Wili
Eskalator KRL Bekasi Mendapat Karangan Bunga sebagai Simbol Ketidakpuasan Pengguna
HeadlineTrending

Eskalator KRL Bekasi Mendapat Karangan Bunga sebagai Simbol Ketidakpuasan Pengguna

By
akurasi 2019
Frans Faisal Resmi Menikah dengan Indah Tri Pertiwi, Prosesi Khidmat dan Penuh Haru
SelebritisTrending

Frans Faisal Resmi Menikah dengan Indah Tri Pertiwi, Prosesi Khidmat dan Penuh Haru

By
Wili Wili
lelang pasar
Trending

Neni Tepis Isu Penyelewengan Lelang Pembangunan Pasar Rawa Indah

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?