By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Jokowi Sebut Penyebab Banjir Kalsel karena Curah Hujan Tinggi, Bareskrim Mengamini
Trending

Jokowi Sebut Penyebab Banjir Kalsel karena Curah Hujan Tinggi, Bareskrim Mengamini

Devi Nila Sari
Last updated: Januari 22, 2021 4:40 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Jokowi Sebut Penyebab Banjir Kalsel karena Curah Hujan Tinggi, Bareskrim Mengamini
Banjir di Kalimantan Selatan. (istimewa)
SHARE
Jokowi Sebut Penyebab Banjir Kalsel karena Curah Hujan Tinggi, Bareskrim Mengamini
Banjir di Kalimantan Selatan. (istimewa)

Jokowi sebut banjir Kalsel karena curah hujan tinggi, Bareskrim mengamini. Selain itu gelombang laut juga disebut sebagai faktor penyebab banjir.

Akurasi.id, Banjarmasin – Bareskrim Polri telah menerjunkan tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) untuk mengecek penyebab banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel) beberapa waktu lalu. Dari hasil penelusuran, Bareskrim menemukan beberapa faktor penyebab banjir.

“Bareskrim sudah turun tim (Direktorat Tindak Pidana Tertentu), ternyata memang kenapa banjirnya itu karena memang faktor curah hujan, saat itu sangat tinggi dari BMKG di sana,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dilansir detikcom, Jumat (22/1/2021).

[irp]

Rusdi menuturkan selain curah hujan tinggi, faktor lain yang menyebabkan terjadinya banjir di Kalsel karena tingginya gelombang laut pada saat itu. Rusdi menyebut gelombang laut yang tinggi itu berpengaruh terhadap arus balik ke daratan.

“Kemudian kedua, telah mengecek juga ke syahbandar memang pada saat itu tinggi gelombang sangat tinggi antara dua sampai dua setengah meter, sehingga itu berpengaruh terhadap arus balik ke daratan seperti itu,” tuturnya.

“Ini sementara hasil turun lapangan dari Bareskrim seperti itu. Bareskrim sudah turun ke Kalimantan Selatan. Yang dapat diketahui bahwa hasil BMKG pada saat itu curah hujan sangat tinggi ekstrim,” lanjut dia.

[irp]

Lebih lanjut Rusdi mengatakan tim Bareskrim belum memeriksa pejabat dinas kehutanan setempat untuk mengecek ada tidaknya pelanggaran kehutanan yang mempengaruhi terjadinya banjir di sana. Bareskrim juga belum melakukan tindakan lain.

“(Pemeriksaan dinas lingkungan hidup setempat) Oh belum, memang pada saat itu Bareskrim memastikan banjirnya itu karena faktor cuaca pada saat itu. Tindakannya belum ada tindakan lain,” imbuhnya.

 

Jokowi Sebut Banjir karena Curah Hujan Tinggi

Diketahui, banjir di Kalsel sempat berdampak di 10 kabupaten/kota. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat meninjau lokasi banjir di Kalsel.

“Hari ini saya meninjau banjir di provinsi Kalimantan Selatan yang terjadi di hampir 10 kabupaten dan kota. Ini adalah sebuah banjir besar yang mungkin sudah lebih dari 50 tahun tidak terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan. Curah hujan yang sangat tinggi hampir 10 hari berturut-turut sehingga daya tampung Sungai Barito yang biasanya menampung 230 juta meter kubik sekarang ini masuk air sebesar 2,1 miliar kubik air sehingga memang meluap di 10 kabupaten dan kota,” kata Jokowi saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kalsel, seperti disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/1/2021) lalu.

Jokowi mengungkapkan alasan dirinya meninjau langsung lokasi yang terdampak banjir Kalsel. Jokowi ingin memastikan proses perbaikan infrastruktur dilakukan dengan baik. Sempat ada 20 ribu orang yang mengungsi akibat banjir yang terjadi.

[irp]

“Yang pertama mengenai kerusakan infrastruktur yang memang terjadi. Ada beberapa jembatan yang runtuh seperti yang kita lihat di belakang ini, ini juga salah satu jembatan yang runtuh akibat banjir dan tadi saya sudah minta Pak Menteri PU agar dalam 3-4 hari ini bisa diselesaikan sehingga mobilitas distribusi barang tidak terganggu,” ujar Jokowi.

Dia menyebut sudah lebih dari 50 tahun tidak ada banjir besar di Kalsel. Kini air sungai meluap sehingga banjir melanda 10 kabupaten dan kota. (*)

Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:Banjir Kalimantan SelatanBanjir KalselBareskrimJokowiPenyebab Banjir di Kalsel
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Harga Bawang Putih Meroket: Pedagang dan Konsumen Keluhkan Kenaikan Tajam
PeristiwaTrending

Harga Bawang Putih Meroket: Pedagang dan Konsumen Keluhkan Kenaikan Tajam

By
Wili Wili
Profil Azizah Salsha: Dari Juara Golf Asia Pasifik hingga Dihantam Isu Perselingkuhan
SelebritisTrending

Profil Azizah Salsha: Dari Juara Golf Asia Pasifik hingga Dihantam Isu Perselingkuhan

By
Wili Wili
Yahya Cholil Staquf Umumkan Maju Caketum PBNU
HeadlineTrending

Yahya Cholil Staquf Umumkan Maju Caketum PBNU

By
Devi Nila Sari
Devano Danendra Resmi Lepas Nama Belakang, Ganti Nama Panggung Kini Hanya Pakai Devano
SelebritisTrending

Devano Danendra Resmi Lepas Nama Belakang, Ganti Nama Panggung Kini Hanya Pakai Devano

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?