By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Jenazah Napi yang Diduga Korban Pengeroyokan Diautopsi, Tim Forensik Temukan Benjolan Pada Organ Dalam
Hukum & KriminalNews

Jenazah Napi yang Diduga Korban Pengeroyokan Diautopsi, Tim Forensik Temukan Benjolan Pada Organ Dalam

akurasi 2019
Last updated: Februari 12, 2020 8:37 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
autopsi
Jasad Ahmad Syukur tampak telah dikafani setelah menjalani proses autopsi dari Tim Forensik RSUD AW Sjahranie. (Dirhan/Akurasi.id)
SHARE
autopsi
Jasad Ahmad Syukur tampak telah dikafani setelah menjalani proses autopsi dari Tim Forensik RSUD AW Sjahranie. (Dirhan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Kematian narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda bernama Ahmad Syukur (35) masih menyisakan tanya. Tidak ingin perkara itu berlarut, pihak keluarga yang bersangkutan pun memilih melakukan autopsi untuk menggali kebenaran di balik sejumlah luka lebam yang terdapat di tubuh Syukur.

baca juga: Duduk Perkara Tahanan Lapas Samarinda yang Meninggal Setelah Diduga Dihajar Napi Lain Berulang Kali

Rabu (12/2/20) sekira pukul 11.00 Wita, jasad pria asal Jalan Gunung Pasir, RT 38, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) itu, menjalani proses autopsi di RSUD AW Sjahranie. Proses autopsi yang dilakukan Tim Forensik itu turut disaksikan Tim Inafis Polresta Samarinda.

Kurang lebih tiga jam lamanya tim forensik bekerja untuk memastikan, apakah Ahmad Syukur meninggal setelah menjadi korban penganiayaan dari narapidana lain atau karena mengidap penyakit gangguan jantung sebagaimana disebutkan pihak Lapas Kelas IIA Samarinda.

Kepada awak media, Kepala Instalasi Forensik RSUD AW Sjahranie, dr Kristins Uli Gultom menyampaikan, sepintas yang dia lihat pada jasad Ahmad Syukur, dia belum mendapatkan adanya tanda-tanda kekerasan.

“Pada bagian kaki, perut, dan dada, pada saat dibuka banyak cairan. Untuk sementara ini, kalau tanda-tanda adanya kekerasan belum kami temukan,” jelasnya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Namun pada bagian paru-paru dan ginjal korban, dr Kristins mendapati adanya sedikit kejanggalan. Hanya saja, dia belum berani mengungkapkannya sebelum hasil uji laboratorium keluar.

“Hasil autopsi ini sendiri kemungkinan baru akan keluar sekitar dua atau tiga pekan ke depan,” ucapnya.

Adapun untuk lebam yang terdapat di bagian punggung korban, diakui dr Kristins, jika itu bisa saja terjadi pada jasad yang lain. Lantaran, hal serupa dapat terjadi pada setiap jasad atau mayat orang.

“Lebam itu tanda pasti kematian yang biasanya timbul pertama kali saat jenazah meninggal. Tapi kita tunggu saja hasil autopsi nanti,” ujarnya.

Dalam proses autopsi ini sendiri, tim forensik mengambil sampel berupa organ paru-paru dan ginjal. Karena pada kedua organ itu, diketahui terdapat kelainan. Sehingga perlu dilakukan uji laboratorium.

“Paru-paru dan ginjalnya sudah mengeras. Ada benjolan-benjolan. Tapi itu semua baru analisa awal dan baru akan dapat kami pastikan setelah hasil uji laboratorium keluar,” tuturnya.

Polisi Sudah Amankan Sejumlah Barang Bukti

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Budiman mengaku, pihaknya telah mengambil sejumlah langkah pasca mendapatkan laporan atas dugaan penganiayaan terhadap Ahmad Syukur.

“Semua barang bukti yang terkait dengan itu sudah kami amankan. Termasuk perawat yang menyatakan bahwa korban memang sakit (juga sudah kami mintai keterangan),” ungkapnya.

Kendatipun telah menghimpun barang bukti dan keterangan dari saksi terkait, Kombes Pol Arief belum ingin terburu-buru mengambil kesimpulan. Pihaknya memilih untuk menunggu hasil autopsi dari RSUD AW Sjahranie.

“Total ada sekitar 10 orang saksi yang sudah kami mintai keterangan. Dan kasus ini masih terus kami dalami dan selidiki,” bebernya.

Keluarga Korban Kurang Puas dengan Hasil Autopsi Sementara

autopsi
Kakak korban, Sugianto saat ditemui awak media mengaku akan menunggu hasil autopsi. (Dirhan/Akurasi.id)

Sugianto (44), kakak korban sedikit merasa kecewa dengan hasil autopsi sementara yang dilakukan Tim Forensik RSUD AW Sjahranie. Sugianto merasa cukup yakin kalau luka lebam dan memar yang ada di jasad adiknya Ahmad Syukur adalah bekas tanda kekerasan.

“Kalau jawaban dari dokternya tadi, kami anggap kurang memuaskan,” ucap Sugianto yang dijumpai awak media di RSUD AW Sjahranie.

Kendati demikian, Sugianto dan kerabat keluarganya yang lain akan tetap menunggu hasil autopsi yang sudah dilakukan terhadap jasad Ahmad Syukur.

“Tindakan selanjutnya, kami akan tetap berupaya menempuhnya secara hukum,” tegasnya. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

TAGGED:autopsiLapas SamarindaNapi MeninggalPengeroyokan
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kepala Lapas Bontang Heru Yuswanto menunjukkan hasil pemeriksaan terhadap barang-barang yang dimiliki para tahanan. (Istimewa)
News

Berantas Peredaran Narkoba, Lapas Bontang Inspeksi Setiap Petugas dan Warga Binaan

By
akurasi 2019
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil Rp2.488.000 per Gram
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil Rp2.488.000 per Gram

By
Wili Wili
Hakim PN Medan Vonis Bebas Amsal Sitepu dari Semua Dakwaan
HeadlinePeristiwa

Hakim PN Medan Vonis Bebas Amsal Sitepu dari Semua Dakwaan

By
Wili Wili
Polisi Amankan Tujuh Pelaku Judi Online, Salah Satunya Bandar Togel Situs Tujuh Negara
Hukum & KriminalNews

Polisi Amankan Tujuh Pelaku Judi Online, Salah Satunya Bandar Togel Situs Tujuh Negara

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?