By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kesehatan > Ilmuwan China Ciptakan Virus Ebola Mutan yang Lebih Mematikan
KesehatanTrending

Ilmuwan China Ciptakan Virus Ebola Mutan yang Lebih Mematikan

akurasi 2019
Last updated: Mei 16, 2024 2:45 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Ilmuwan China Ciptakan Virus Ebola Mutan yang Lebih Mematikan
Ilmuwan China Ciptakan Virus Ebola Mutan yang Lebih Mematikan. Foto: Photo by National Institute of Allergy and Infectious Diseases on Unsplash.
SHARE

Akurasi.id. Jakarta – Ilmuwan China di Universitas Kedokteran Hebei telah berhasil merekayasa virus Ebola di laboratorium, menghasilkan virus yang menimbulkan gejala mengerikan dan mematikan pada hamster. Temuan ini mengundang perhatian global karena berpotensi mengubah cara penanganan dan penelitian terhadap Ebola di masa depan.

Contents
  • Penelitian di Universitas Kedokteran Hebei
  • Gejala Mengerikan dan Penyebaran Virus
  • Keamanan Laboratorium dan Kekhawatiran Global
  • Kesimpulan dan Implikasi Penelitian

Penelitian di Universitas Kedokteran Hebei

Sebuah tim peneliti di Universitas Kedokteran Hebei menggunakan vesicular stomatitis virus (VSV), yang direkayasa untuk membawa glikoprotein dari virus Ebola. Glikoprotein ini memungkinkan virus menginfeksi sel dan menyebar ke seluruh tubuh. Virus tersebut disuntikkan pada sepuluh hamster, terdiri dari lima betina dan lima jantan, yang semuanya berumur tiga minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua hamster betina mati dalam dua hingga tiga hari, sementara tiga dari lima hamster jantan mati lebih dari tiga hari setelah terinfeksi. Dua hamster jantan yang selamat menunjukkan peningkatan berat badan sebesar 20 persen setelah infeksi.

Gejala Mengerikan dan Penyebaran Virus

Hamster yang terinfeksi virus hasil rekayasa ini mengalami penyakit sistemik parah yang mirip dengan gejala pada pasien Ebola manusia, termasuk kegagalan multi-organ. Gejala lainnya adalah keluarnya cairan dari mata, yang mengganggu penglihatan dan menimbulkan keropeng di permukaan bola mata. Penurunan suhu rektal dan berat badan hingga 18 persen juga tercatat pada semua hamster betina yang terinfeksi.

Peneliti menemukan virus terakumulasi di berbagai organ hamster yang mati, termasuk jantung, hati, limpa, paru-paru, ginjal, lambung, usus, dan jaringan otak. Kadar tertinggi virus ditemukan di hati dan terendah di otak, menunjukkan penyebaran virus yang luas dalam tubuh.

Keamanan Laboratorium dan Kekhawatiran Global

Percobaan ini dilakukan di fasilitas Biosafety Level 2 (BSL-2), meskipun virus Ebola biasanya memerlukan fasilitas dengan keamanan Biosafety Level 4 (BSL-4). Para peneliti memilih menggunakan VSV yang telah direkayasa karena tidak memerlukan laboratorium dengan keamanan tinggi. Meskipun demikian, percobaan ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi kebocoran laboratorium dan risiko keamanan biologis.

Para peneliti menekankan bahwa tujuan mereka adalah menemukan model hewan yang tepat untuk meniru gejala Ebola di laboratorium dengan aman. Penelitian ini memberikan evaluasi praklinis yang cepat terhadap tindakan medis untuk pasien Ebola, membuka jalan bagi pemahaman yang lebih baik tentang virus mematikan ini dan pengembangan strategi pengobatan yang efektif.

Kesimpulan dan Implikasi Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan China ini menunjukkan bahwa rekayasa virus Ebola dengan menggunakan glikoprotein dari virus tersebut dapat menghasilkan gejala yang mengerikan dan menyebabkan kematian cepat pada hewan percobaan. Hasil ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan model hewan dalam studi Ebola, namun juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi kebocoran dan risiko keamanan.

Penelitian ini diharapkan dapat mempercepat kemajuan teknologi dalam menghadapi penyakit virus Ebola dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana virus ini dapat ditangani di masa depan.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

TAGGED:gejala EbolaglikoproteinIlmuwan Chinakeamanan laboratoriumkegagalan multi-organmodel hewanpenelitian Ebolastudi praklinisvesicular stomatitis virusvirus mutan Ebola
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Rabu 20 Agustus 2025: Antam, UBS, dan Galeri24
PeristiwaTrending

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Rabu 20 Agustus 2025: Antam, UBS, dan Galeri24

By
Wili Wili
Satgas
Hukum & KriminalTrending

Inventaris Aset Daerah, Kejati Kaltim Bakal Bentuk Satgas Khusus

By
akurasi 2019
Penemuan Exoplanet Gliese 12 b yang Mirip Bumi dan Berpotensi Layak Huni
LingkunganTrending

Penemuan Exoplanet Gliese 12 b yang Mirip Bumi dan Berpotensi Layak Huni

By
akurasi 2019
Israel Bunuh Direktur RS Indonesia di Gaza, Dunia Kecam Serangan Mematikan
PeristiwaTrending

Israel Bunuh Direktur RS Indonesia di Gaza, Dunia Kecam Serangan Mematikan

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?