By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Birokrasi > Harga Tes PCR Rp500 Ribu, Isran Noor: Itu Kebijakan Pusat, Saya Ora Berani
Birokrasi

Harga Tes PCR Rp500 Ribu, Isran Noor: Itu Kebijakan Pusat, Saya Ora Berani

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Oktober 7, 2021 1:21 pm
By
Redaksi Akurasi.id
Share
6 Min Read
Harga Tes PCR Rp500 Ribu, Isran Noor: Itu Kebijakan Pusat, Saya Ora Berani
Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Isran Noor-Hadi Mulyadi memilih mengikuti keputusan pusat terkait penurunan harga tes PCR. (Dok Humas Pemprov Kaltim)
SHARE
Harga Tes PCR Rp500 Ribu, Isran Noor: Itu Kebijakan Pusat, Saya Ora Berani
Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Isran Noor-Hadi Mulyadi memilih mengikuti keputusan pusat terkait penurunan harga tes PCR. (Dok Humas Pemprov Kaltim)

Harga Tes PCR Rp500 Ribu, Isran Noor: Itu kebijakan pusat, saya ora berani. Isran Noor menyatakan tak berani mengutak-atik peraturan yang disampaikan pemerintah pusat. Mengenai penekanan harga tes PCR.

Akurasi.id, Samarinda – Pemerintah pusat menurunkan harga tes Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) per 17 Agustus 2021. Kebijakan itu tertuang dalam SE Nomor HK.02.02/I/2845/2021, tentang batas tarif tertinggi.

Sebelumnya harga tes PCR tertinggi berada di kisaran harga Rp900 ribu, namun kini Kemenkes RI menurunkan harga menjadi Rp495.000 hingga Rp525.000. Kebijakan tersebut pun telah diadopsi pemerintah daerah per 19 Agustus 2021 lalu dengan besaran harga tes PCR Rp450 ribu yang awalnya Rp600 ribu.

Hal itu disampaikan oleh Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kaltim Agus Joko Praptomo. Ia mengatakan, besaran harga tes PCR di Kaltim sedari awal memang lebih murah dibandingkan daerah lainnya lantaran adanya subsidi dari Pemprov Kaltim. “Kalau yang lain kan harganya Rp900 ribu, tapi kalau kami Rp600 ribu. Ini karena ada subsidi dari pemprov,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, penetapan harga PCR menjadi Rp450 ribu dapat dilakukan lantaran adanya penurunan terhadap harga sejumlah komponen dalam variabel harga tes juga ikut menurun.

Ia mencontohkan, adanya penurunan harga reagen dan harga barang habis buang yang pada awal pandemi sangat mahal. Selain itu, penekanan harga dapat dilakukan karena unit cost lainnya seperti biaya listrik yang ditanggung oleh APBD.

“Pengurangan harga ini bisa dilakukan bukan karena ada subsidi. Tapi kami menghitung lagi biaya-biaya yang dikeluarkan selama ini, seperti listrik kan menggunakan APBD. Sehingga bisa kami tekan harganya. Pengurangan unit cost lainnya juga dilakukan dari penyediaan APD yang juga disubsidi,” tutur dia.

Untuk diketahui, Labkesda Kaltim memiliki kemampuan tes lab maksimal sekitar 700 sampel per harinya. Namun, biasanya Labkesda melakukan rata-rata melakukan tes terhadap Rp400 sampel per hari. Hasil uji lab pun bisa diterima dalam waktu 1×24 jam. Apabila ada keragu-raguan maka hasil PCR maksimal dapat diterima 2×24 jam.

[irp]

Harga Tes PCR Rp500 Ribu Dinilai Masih Mahal, Dewan Minta Diturunkan Lagi

Dewan menilai penurunan harga tes PCR Rp500 ribu per tanggal 17 Agustus 2021 lalu masih terlalu mahal. Untuk itu ia meminta agar harga PCR bisa lebih ditekan. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun. “Itu masih kemahalan juga, ” tegasnya.

Di sisi lain, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Partai PDI-P ini menjelaskan hal yang lebih krusial. Mengenai keengganan masyarakat dalam melakukan tes swab PCR, lantaran dianggap aib apabila ketahuan terkonfirmasi positif.

“Sebenarnya PCR dan antigen itu hanya untuk alat deteksi. Ini yang kemudian masyarakat tidak mau swab dan rapid karena yang pertama bayar, kemudian sudah bayar ketahuan dia malu dan merasa terkucil, ” Kata dia.

Lebih lanjut, dikarenakan hal ini fenomena gunung es pun mencuat.  Di mana jumlah kasus orang terpapar Covid-19 yang terekspos hanya sebagian kecil dari jumlah orang terpapar keseluruhan. Sebagai dampak dari keengganan masyarakat melakukan PCR.

“Jadi sebenarnya yang terjadi di kita itu fenomena gunung es. Itu yang muncul di permukaan itu ujungnya aja tapi jumlah yang terpapar banyak. Cuma mereka malu enggak mau swab, enggak rapid harus bayar ngapain saya lapor. Mending dia rasakan sampai dia sembuh, ” Jelasnya.

Tak hanya melalui literatur, Samsun menekankan hal ini benar-benar ia temukan di lapangan. “Iya, itu yang saya temukan di lapangan. Lagian kalaupun mereka sembuh, mereka akan mengalami proses kekebalan karena pernah terpapar Covid-19, ” Ujarnya.

[irp]

Isran-Hadi Tak Berani Tekan Harga PCR, Apalagi Hingga Gratiskan

Menyikapi hal ini, Gubernur Kaltim Isran Noor menyatakan tak berani mengotak-atik peraturan yang disampaikan pemerintah pusat. Mengenai penekanan harga PCR. “Ya itu kebijakan negara, saya ndak ikut campur. Ora berani,” Ujarnya sambil berlalu.

Hendak berjalan menuju ruangan, namun langkahnya kembali terhenti saat disinggung mengenai penggratisan PCR yang diperuntukkan bagi masyarakat Kaltim. Dengan skema adanya subsidi yang diberikan oleh pemerintah daerah.

“Itu perintah dari Jakarta, ya mau ndak mau. Itukan terpusat ndak bisa kita atur sendiri. Kalau kata Jakarta gratis ya gratis, kalau bayar ya bayar. Karena itukan sumbernya dari sana semua. Bahan-bahan dan segala macam,” Jelas orang nomor satu di Kaltim ini.

Senada, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, pemerintah telah banyak memberikan subsidi kepada masyarakat sehingga ia pun meminta masyarakat untuk bersabar. “Sudah terlalu banyak yang di subsidi. Jalanan, pemerintah kabupaten/kota, nakes. Jadi ya sabar dulu, ” Kata orang nomor dua di Kaltim ini. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Rachman Wahid

TAGGED:#DPRD KaltimCovid-19Hadi MulyadiHarga PCRIsran NoorMuhammad SamsunPemprov KaltimSwab
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

pelayanan tatap muka dpmptsp
Birokrasi

Cegah Penularan Covid-19, Batasi Pelayanan Tatap Muka di DPMPTSP

By
akurasi 2019
Apresiasi Program Betah, DPRD Bontang Usulkan Lift di Pasar Tamrin
Birokrasi

Apresiasi Program Betah, DPRD Bontang Usulkan Lift di Pasar Tamrin

By
Devi Nila Sari
Pemprov Kaltim Buka CPNS 2021, Dimulai 30 Juni dengan Kuota 2.143 CPNS dan PPPK
Trending

Pemprov Kaltim Buka CPNS 2021, Dimulai 30 Juni dengan Kuota 2.143 CPNS dan PPPK

By
Devi Nila Sari
Hadiri Ekspo Ikan Patin, Rusmadi Ingin Kenalkan Kuliner Khas Samarinda ke Nasional
Birokrasi

Hadiri Ekspo Ikan Patin, Rusmadi Ingin Kenalkan Kuliner Khas Samarinda ke Nasional

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?