
![]()
Akurasi.id – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Senin (26/1/2026). Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini naik Rp30.000 menjadi Rp2.917.000 per gram, melanjutkan tren penguatan dalam beberapa hari terakhir.
Sejalan dengan kenaikan harga jual, harga buyback atau jual kembali emas Antam juga mengalami peningkatan. Hari ini, harga buyback naik Rp28.000 dan berada di level Rp2.750.000 per gram. Kenaikan ini membuat harga emas Antam kembali menyentuh kisaran Rp2,9 juta per gram.
Harga emas tersebut berlaku di Butik Emas Graha Dipta Pulogadung, Jakarta. Adapun harga di gerai penjualan Antam lainnya dapat berbeda, menyesuaikan dengan lokasi dan kebijakan masing-masing butik.
Dari sisi regulasi, pemerintah telah menerbitkan PMK Nomor 48 Tahun 2023 yang mengatur bahwa konsumen akhir dibebaskan dari Pajak Penghasilan (PPh) dalam pembelian emas batangan. Meski demikian, pengusaha emas tetap wajib memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,25 persen dari harga jual, lebih rendah dibandingkan ketentuan sebelumnya sebesar 0,45 persen.
Sementara itu, untuk transaksi penjualan kembali (buyback) emas batangan ke Antam, ketentuan pajak masih mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Dalam aturan tersebut, penjualan emas batangan dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback.
Berikut rincian harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam Mulia hari ini:
Emas batangan 0,5 gram: Rp1.508.500
Emas batangan 1 gram: Rp2.917.000
Emas batangan 2 gram: Rp5.774.000
Emas batangan 3 gram: Rp8.636.000
Emas batangan 5 gram: Rp14.360.000
Emas batangan 10 gram: Rp28.665.000
Emas batangan 25 gram: Rp71.537.000
Emas batangan 50 gram: Rp142.995.000
Emas batangan 100 gram: Rp285.912.000
Emas batangan 250 gram: Rp714.515.000
Emas batangan 500 gram: Rp1.428.820.000
Emas batangan 1.000 gram: Rp2.857.600.000
Kenaikan harga emas Antam ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap aset lindung nilai, di tengah dinamika ekonomi global dan pergerakan harga emas dunia.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









