
![]()
Akurasi.id – Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. kembali mencatat kenaikan pada perdagangan hari ini, Senin (17/11/2025). Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia Antam, harga emas satuan 1 gram dibanderol Rp 2.351.000 per batang, naik Rp 3.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya pada 15 November 2025 yang berada di level Rp 2.348.000.
Kenaikan ini terjadi setelah harga emas Antam sempat merosot cukup dalam pada akhir pekan lalu. Pergerakan positif di awal pekan memberi sinyal pemulihan meski kenaikan masih bersifat tipis.
Harga Emas Antam Hari Ini di Butik LM Graha Dipta
Mengutip situs logammulia.com per pukul 08.30 WIB, butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta, mencatat harga terbaru untuk berbagai ukuran emas Antam 24 karat. Ukuran terkecil 0,5 gram dijual Rp 1.225.500, sementara ukuran terbesar 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 2.291.600.000.
Berikut rincian lengkap harga emas Antam per Senin (17/11/2025):
0,5 gram: Rp 1.225.500
1 gram: Rp 2.351.000
2 gram: Rp 4.642.000
3 gram: Rp 6.938.000
5 gram: Rp 11.530.000
10 gram: Rp 23.005.000
25 gram: Rp 57.387.000
50 gram: Rp 114.695.000
100 gram: Rp 229.312.000
250 gram: Rp 573.015.000
500 gram: Rp 1.145.820.000
1.000 gram: Rp 2.291.600.000
Harga Buyback Ikut Naik
Harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga bergerak naik Rp 3.000 menjadi Rp 2.212.000 per gram. Jika Anda menjual emas ke Antam, harga inilah yang akan menjadi acuan pembelian kembali.
Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback di atas Rp 10.000.000 dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5% yang dipotong langsung saat transaksi.
Pergerakan Harga Emas dalam Sepekan dan Sebulan
Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak di rentang Rp 2.307.000 – Rp 2.398.000 per gram. Sementara dalam periode sebulan terakhir berada di kisaran Rp 2.260.000 – Rp 2.487.000 per gram. Rentang ini menunjukkan volatilitas harga yang masih tinggi seiring dinamika pasar global.
Dengan kenaikan tipis pada hari ini, emas Antam kembali menunjukkan tren positif setelah terkoreksi cukup dalam. Investor dapat memantau pergerakan selanjutnya sebagai acuan keputusan investasi jangka pendek maupun panjang.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









