By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Hadapi Gejolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Disnaker Bontang Sosialisasikan dengan Pekerja
Birokrasi

Hadapi Gejolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Disnaker Bontang Sosialisasikan dengan Pekerja

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 5:27 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
omnimbus law
Kepala Disnaker Ahmad Aznem memberi sambutan sebelum sosialisasi. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)
SHARE

omnimbus law
Kepala Disnaker Ahmad Aznem memberi sambutan sebelum sosialisasi. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Sejak telah diserahkannya Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja oleh pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada 12 Februari 2020 lalu, rupanya menuai kontroversi di kalangan buruh.

baca juga: 9 Perusahaan Buka Lowongan Kerja, 580 Pencaker Serbu Disnaker Bontang

Oleh sebab itu, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang menggelar Sosialisasi RUU Omnibus Law Cipta Kerja, di Grand Equator Hotel, Kamis (5/3/20). Bertemakan tentang ‘Menyikapi Pro dan Kontra RUU Omnibus Law Cipta Kerja’, acara tersebut dihadiri pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bontang, perwakilan DPRD Bontang, hingga buruh perusahaan di Kota Taman –sebutan Bontang-.

Kegiatan ini menghadirkan 3 narasumber. Yakni Kapolres Bontang yang diwakili Waka Polres Bontang Komisaris Polisi (Kompol) Anugrah Indrawan, Sutari selaku Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial (HI) & Jaminan Sosial (Jamsos) Kadisnakertrans Kaltim, dan Korwil 1 Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kaltim Kolonel Inf Mukhtar.

Kegiatan ini dibuka langsung Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Dalam sambutannya Neni mengatakan masalah RUU Omnibus Law Cipta Kerja menarik untuk dibahas bersama. Dalam forum Neni menyebut belum lama ini dirinya bertemu langsung dengan Presiden RI Joko Widodo. Dijelaskan bahwa RUU itu akan segera diparipurnakan apabila sudah disosialisasikan kepada masyarakat.

“Pro kontra dalam sebuah kebijakan pasti ada. Tapi percayalah bahwa pertemuan kali ini mungkin ada masukan dari semua yang ada di sini. Nantinya akan kami sampaikan,” paparnya.

Neni menuturkan Omnibus Law Cipta Kerja merupakan kebutuhan bangsa supaya bisa bersaing dalam perekonomian global. Agar tidak terjadi simpang siur dan kesalahpahaman terkait RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Neni berharap dalam sosialisasi kali ini bisa dibahas keseluruhan.

“Saya menyambut baik kedatangan Kadisnakertrans Kaltim dan Binda Kaltim. Beri kesempatan kami, Pemkot Bontang untuk mengundang seluruh elemen masyarakat untuk bisa kita satu persepsi terkait Omnibus Law Cipta Kerja,” ujarnya.

omnimbus law
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni berfoto bersama ketiga narasumber, unsur Forkopimda, dan para pekerja peserta sosialisasi. (Suci Surya Dewi/ Akurasi.id)

Sedangkan Kepala Disnaker Bontang Ahmad Aznem menyebut masyarakat Bontang tak perlu sampai berdemo dalam menyikapi kesimpangsiuran berita terkait RUU Omnibus Law Cipta Kerja di media sosial. Sehingga pihaknya mengadakan sosialisasi sebagai wadah diskusi bersama para serikat pekerja, serikat buruh, pekerja, tokoh masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Bontang.

Aznem menuturkan dalam menyikapi adanya kesimpangsiuran RUU Omnibus Law Cipta Kerja, pihaknya mendapat surat bahwa pada 11 Maret nanti akan ada demo besar-besaran untuk menolak RUU tersebut. Namun, lanjut dia, sesuai arahan wali kota Bontang, perlu diadakan sosialisasi dan diskusi untuk menerangkan RUU itu.

“Kalau ini bisa dibicarakan dengan diskusi dan berdialog, maka untuk apa turun ke jalan lagi,” jelasnya.

Dari hasil diskusi ini nantinya, Aznem mengungkapkan pihaknya akan merekam aspirasi dari para pekerja dan membuat resume secara tertulis. Kemudian nantinya akan disampaikan kepada wali kota Bontang ke provinsi lalu disalurkan ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

“Kami komitmen menyampaikan kepada Bunda Neni, apa yang disampaikan dalam aspirasi oleh serikat pekerja, buruh, akan kami salurkan ke provinsi, lalu disampaikan ke pusat. Kegiatan hari ini kami akan mendengar dan merekam, jangan sampai kesimpangsiuran, jangan sampai baru rancangan kita sudah bergejolak,” tutupnya. (*)

Penulis/Editor: Suci Surya Dewi


TAGGED:Disnaker BontangsosialisasiUU Omnimbus Law
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Kapan Foto KTP Boleh Diganti? Ini 3 Kondisi yang Diperbolehkan

Akurasi.id - Foto di KTP-el atau e-KTP ternyata tidak bisa diganti sembarangan.…

Jumlah Penderita ISPA Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau Meningkat, Lampaui 4.000 Kasus

Akurasi.id - Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak awal September 2026 memicu lonjakan…

Harga Emas Antam Koreksi Rp10 Ribu, Buyback di Level Rp2.480.000

Akurasi.id - Harga emas di Indonesia terpantau anjlok pada perdagangan Rabu, 9…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

pusat
Birokrasi

Makmur Minta Pusat Peka Terhadap Persoalan Pembangunan di Kaltim

By
akurasi 2019
Mal Pelayanan Publik
Birokrasi

DPMPTSP Bontang Hadirkan Mal Pelayanan Publik Permudah Warga Selesaikan Urusan

By
akurasi 2019
Perpustakaan Mercusuar Loktuan Wakili Kaltim Lomba Nasional, Basri: Ini Patut Diapresiasi
Birokrasi

Perpustakaan Mercusuar Loktuan Wakili Kaltim Lomba Nasional, Basri: Ini Patut Diapresiasi

By
Devi Nila Sari
Serentak di Seluruh Indonesia, Pelat Nomor Putih Berlaku Bulan Depan
BirokrasiHeadline

Serentak di Seluruh Indonesia, Pelat Nomor Putih Berlaku Bulan Depan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?