By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Gagal Pertahankan Anugerah Kihajar, Haris: Pemkot Bontang Mesti Banyak Berinovasi
Birokrasi

Gagal Pertahankan Anugerah Kihajar, Haris: Pemkot Bontang Mesti Banyak Berinovasi

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 5:35 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
anugerah kihajar
Anggota DPRD Bontang Abdul Haris menyayangkan Pemkot Bontang gagal mempertahankan Anugerah Kihajar. (Dok Akurasi.id)
SHARE
anugerah kihajar
Anggota DPRD Bontang Abdul Haris menyayangkan Pemkot Bontang gagal mempertahankan Anugerah Kihajar. (Dok Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Untuk kali pertamanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang gagal mendapatkan Anugerah Kihajar. Padahal sedianya, semua infrastruktur atau sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki Kota Bontang sudah sangat memadai.

baca juga: Komisi I DPRD Bontang Minta Dishub Tegas Terkait Jam Melintas Kendaraan Bermuatan Berat

Kegagalan Pemkot Bontang mempertahankan Anugerah Kihajar 2019 tak pelak mendapatkan sorotan dari DPRD setempat. Anggota Komisi I DPRD Bontang Abdul Haris adalah salah satu wakil rakyat yang cukup menyayangkan hal tersebut.

Kepada media ini, politikus Partai PKB itu mengatakan, lepasnya Anugerah Kihajar 2019, mesti menjadi perhatian dan catatan kritis dari Pemkot Bontang. Mengingat, Kota Taman –sebutan Bontang- untuk pertama kalinya tidak menyabet Anugerah Kihajar.

Sebagai seorang pendidik dan juga kepala sekolah, mengaku cukup kaget ketika mengetahui kalau Bontang tidak mendapatkan Anugerah Kihajar 2019. Menurutnya, pada 2020 ini, hal serupa tidak boleh lagi terjadi. Karenanya, dia meminta, agar Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang untuk berbenah diri.

“Ini perlu disikapi, karena secara infrastruktur Bontang tidak kalah dengan kota lain, tidak ada bangunan sekolah yang berbahan dasar kayu serta mutu pendidikan di Bontang sangat baik,” sebutnya, Rabu (5/2/20).

Haris tidak mengetahui apa yang menjadi dasar atau pertimbangan sehingga Bontang gagal mendapatkan Anugerah Kihajar. Padahal jika bicara sarana dan prasarana pendidikan, Bontang terbilang sudah cukup memadai dan bagus.

“Yang jelas, kita harus dukung segala program pemerintah, dan untuk Anugrah Kihajar yang lepas tahun ini (2019) masih bisa kita dapatkan di tahun-tahun mendatang,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Anugerah Kihajar adalah apresiasi kepada daerah yang memiliki komitmen dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan. Penghargaan itu diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom).

Sesuai data dari website resmi https://www.kemdikbud.go.id, tahun ini, Kemendikbud memberikan penghargaan kepada 16 kepala daerah provinsi, kota, dan kabupaten di Indonesia. Ada sejumlah aspek yang dinilai pada penganugerahan ini, antara lain kebijakan, tata kelola, dan praktik baik terkait TIK.

Selain itu, penilaian juga didasarkan pada manajemen dan komitmen untuk peningkatan sumber daya manusia, dampak pada guru, siswa dan prestasi sekolah, serta inovasi-inovasi yang dilakukan di daerah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

Para kepala daerah penerima Anugerah Kihajar ini terbagi atas 3 kategori yaitu utama, madya, dan pertama. Untuk kategori utama diraih oleh: (1) Badingah, bupati Gunung Kidul; (2) Tri Rismaharini, walikota Surabaya; dan (3) Haryadi Suyuti, walikota Yogyakarta.

Untuk kategori madya diraih oleh: (1) I Nyoman Giri Prasta, bupati Badung; (2) Olly Dondokambey, gubernur Sulawesi Utara; (3) Sutiaji, walikota Malang; (4) Oded M Danial, walikota Bandung; (5) Khofifah Indar Parawansa, gubernur Jawa Timur, dan (6) Hendrar Prihadi, walikota Semarang.

Selanjutnya untuk kategori pertama diraih oleh: (1) Ismunandar, bupati Kutai Timur; (2) Adnan Purichta Ichsan, bupati Gowa; (3) Ashari Tambunan, bupati Deli Serdang; (4). Aminullah Usman, walikota Banda Aceh; (5) Benhur Tomi Mano, walikota Jayapura; (6) Nadjmi Adhani, walikota Banjarbaru; dan (7) Muhammad Thaher Hanubun, bupati Maluku Tenggara. (*)

Penulis: Ismail
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Agus HarisAnugerah KihajarDPRD Bontangprestasiregional
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

anggaran pembiayaan pppk guru, Kepala BKD Kaltim Diddy Rusdiansyah - akurasi.id
BirokrasiHeadline

Anggaran Pembiayaan PPPK Guru di Kaltim Belum Jelas, Perekrutan di 2022 Terancam Batal

By
Devi Nila Sari
Pariwisata
Birokrasi

Sambung IKN, Komisi III DPRD Kaltim Dorong Pemerintah Lakukan Pemetaan Pariwisata

By
akurasi 2019
Jokowi Ungkap Alasan Larangan Penjualan Rokok Batangan
BirokrasiHeadlineRagam

Jokowi Ungkap Alasan Larangan Penjualan Rokok Batangan

By
Devi Nila Sari
Bakal Jadi Kota Industri, Pemerintah Permudah Investasi
Birokrasi

Bakal Jadi Kota Industri, Pemerintah Permudah Investasi

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?